Tidak Ada Yang Sempurna, Terutama Dibatasi Kuota




Dalam sebuah ruang, selalu ada namanya ukuran. Entah itu panjang, lebar maupun tinggi. Bahkan termasuk di dalamnya sebuah ruang yang dinamakan hati. Segumpal darah yang ada di dalam tubuhmu. Yang letaknya seringkali selalu disebutkan di tengah dada, padahal yang sebetulnya ada di sebelah kanan bawah dada. 


Kadang-kadang ruang itu luas, tetapi lebih sering ruang itu berukuran kecil karena hanya muat beberapa orang saja. Sedangkan orang yang lain, hanya menempel nama atau wajah saja, tanpa eksistensi nyata. Mungkin di dalam kepala rekaman jejaknya.

Dan kali ini ruang tersebut berisi satu nama, satu wajah, satu eksistensi. Padahal aku tak pernah bermaksud meletakannya di sana. Sungguh aneh.

Kehadirannya seperti kabut yang tiba-tiba menyergap namun tak berbahaya sehingga rumahku yang selalu kukunci itu tidak menyadarinya. Sehingga tidak ada perlawanan yang keras.

Ketika aku sadar, lukisan wajahnya sudah bertengger di sana dengan manisnya. Curang sekali. Beberapa kali dia kuusir secara paksa, karena aku tau sejatinya lukisan itu bukan milikku. Sehingga aku berharap lukisan itu pulang ke rumah tuannya.

Suatu pagi, aku sedang duduk di depan meja kayu kecil buatan bapakku zaman dulu. Aku sedang memeriksa cacatan-catatanku yang terserak di beberapa lembaran kertas. Kemudian tiba-tiba namanya muncul dan jemariku bergerak sendiri membuat skenario rumit untuknya. 

Satu adegan sudah terlaksana. Dan aku menunggu adegan berikutnya. Hidup ini memang sebuah drama kan? Drama yang endingnya entah bagaimana. Dan memang tidak ada yang sempurna, terutama bila kuotanya terbatas dan mahal harganya.

Aku sedang bergegas keluar ruang itu lantaran ada kenangan yang tertinggal di tempat lain. Tetapi kenangan itu malah hilang rimbanya. Sungguh aneh. Tetapi aku melanjutkan perjalananku lantaran drama tersebut belum selesai kuikuti.

Aku berharap endingnya tidak mengecewakan. Karena aku sudah lelah untuk mengikuti drama-drama lainnya.




Comments

  1. Aku berharap ending juga menyenangkan, bahasanya indah sekali.

    ReplyDelete
  2. Kalo udah ngomongin hati emang harus berhati-hati..
    Sesaat perasaan begini sesaat kemudian begitu.
    sampai orang lain yang sudah lama ga bertemu juga bisa tiba-tiba muncul di ruangan itu.
    Kadang perasaan itu lucu, kadang juga menyenangkan.
    yah, dijalani saja.
    Masalah happy atau tidaknya itu urusan belakang.
    karna yang paling seru adalah saat kita merasa galau wk

    ternyataa ga cuma sosialmedia, Hidup juga penuh Drama.

    ReplyDelete
  3. Mungkin ada penyebabnya dia masuk ke dalam si hati? Mungkin ada maksud tertentu oleh nya untuk masuk, atau ia akan meletakkan hatinya kedalam hati mu?

    ReplyDelete
  4. perasaan dari hati itu susah ditebak, kadang kita gak tau kenapa yang gak dipikirkan tiba-tiba terpikirkan dan masuk kedalam ruangan itu.

    Hmm..

    ReplyDelete
  5. Pas baca judul, "Oh, pasti mau bahas soal hacker yang hack salah satu situs the big 3 nih."
    Pas baca awal paragraf, "Oh, pasti mau ngasi hitungan matematika soal kuota nih."
    Pas baca semua, "Haduh, binguuuung."

    Jadi, ini lagi ngebahas soal hati, nyindir orang yang numpang nama doang, atau kuota? :'v Tolong saya :'v Maap, otak saya lemot :''

    ReplyDelete
  6. "If you don't want a drama, don't you ever get over it"
    Mendingan menghindari drama dan jangan masuk ke dalamnya karena nanti bakal terjebak dalam drama tersebut, gitu aja sih..

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro