Lelaki No Future, Katanya



Siapa sih yang bisa menilai kualitas hidup seseorang?
Kau? Atau kita semua bisa melakukannya?

Aku bahkan tidak yakin aku bisa menilai hidupku sendiri dengan sangat baik. Katakanlah nilaiku baru 6, karena semua yang aku lakukan sama sekali belum maksimal. Lantas kenapa aku berusaha untuk menilai kualitas hidup seseorang hanya karena mereka berbeda dengan orang normal lainnya?

Lelaki no future (Baca : lelaki no futur) adalah istilah yang digunakan oleh beberapa teman lelakiku. Lelaki no future : lelaki tanpa masa depan. Karena pekerjaan mereka hanya bolak balik nongkrong di warung kopi.





Mereka suka menyanyi, memainkan alat musik, membaca buku dan menghabiskan kopi dengan obrolan-obrolan yang biasa saja. Tentang musik, tentang buku, tentang puisi, tentang hidup. Hingga akhirnya sebuah pertanyaan pun dilayangkan padaku oleh salah satunya.

Bagaimana pendapatku tentang mereka, lelaki no future itu.
Dan aku hanya tersenyum saja. Ini hanya masalah pilihan hidup kan?

Sebab aku tau, mereka memang tidak bekerja layaknya orang normal lainnya. Mereka hobi bangun siang, dan sehari-harinya hanya dihabiskan dengan musik, kopi, dan obrolan. Tetapi bukan berarti mereka pengangguran dan tidak berpenghasilan.

Yah, dengan tidak menunjukkan apa pekerjaan mereka sebenarnya, dengan menampilkan lelaki yang tidak punya semangat hidup, dengan memberi kesan bahwa mereka hanyalah lelaki tidak berguna. Iya itulah pilihan hidup mereka.

Mereka tidak akan mengatakan sejujurnya, bahwa mereka mengisi ruang sunyi di kafe-kafe setiap malamnya. Mereka yang membuat penjara pendidikan (baca sekolah) itu menjadi lebih manusiawi. Mereka yang mengubah kebosanan hidup menjadi bahagia dan dekat dengan lingkungan.

Lelaki no future itu setiap harinya hanya mengenakan kaos oblong, celana jeans pendek dan tas selempang. Dengan kopi dan rokok yang tidak pernah lepas dari bibir mereka. Barangkali kemeja hanya digunakan ketika mereka pergi kondangan saja. Hahaha.

Yah, merekalah lelaki no future itu.

Para lelaki yang bangga dengan pilihan hidupnya. Pilihan yang sedikit berbeda dengan lelaki yang pergi ngantor setiap hari dengan dasi dan kemeja.

Tetapi berbicara dengan mereka, tidak akan pernah kehabisan obrolan. Terutama tentang pilihan hidup. Mereka memilih bebas dan bergembira. Bebas dari birokrasi yang ruwet dan proyek-proyek pemerintah. Mereka memilih bergerilya menebar kegembiraan hidup, menebar ilmu, membakar semangat literasi.

Lelaki no future, katanya.
Ah itu hanya kedok mereka saja. Mereka lebih suka dianggap tidak berguna daripada lelaki berdasi dan berbicara omong kosong.

Mereka tetap berjuang dengan pekerjaan yang mereka pilih. Menjadi musisi, menjadi event organizer, menjadi seniman. Dengan jam kerja yang tak pernah menentu, dengan pakaian yang sering sesukanya, dengan rasa bahagia yang dihasilkan pada seluruh klientnya.

Yah merekalah itu. Lelaki no future itu. Lelaki yang tetap bertanggung jawab dengan pilihan hidupnya. Dan mereka semua menghasilkan cahaya yang indah, cahaya yang berbeda.



Comments

  1. setiap lelaki itu punya future loh mbak

    ReplyDelete
  2. Aku suka banget sih sama lelaki no future.
    bukan suka dalam artian anu, tapi terkadang laki no future itu sebenarnya yang memiliki future.
    dia berjalan sesuai kehendak hidupnya,
    tidak ada paksaan dari siapapun.
    aku mau seperti itu, nanti tapi kalo udah punya banyak duit muehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. mereka juga bekerja lho. Dan dari sanalah mereka bisa hidup. :)

      Delete
  3. Berarti suami gue masuk kategori "lelaki no future" itu Ver, hahaa. Jebolan S2 mesin yang nyaman menjalani hidupnya taking care of his livestock love bird as main job. Truly making a difference :)

    ReplyDelete
  4. Hmm, sepertinya aku berada dalam.jejeran orang orang seperti ini. Aku mewakili kaumku :) Pada dasarnya kami hanya sedang belum rela untuk meninggalkan idelogi dasar kaum lelaki pemberontak -muda dan berbahaya, bebas tanpa belenggu-

    ReplyDelete
  5. Masa depan adalah milik para pemimpi yang tidak pernah berhenti berusaha. Jaman udah berubah, sekarang orang bisa kaya tanpa harus ngantor 24/7

    ReplyDelete
  6. Kadang laki-laki itu susah ditebak. Mereka tuh mirip karet. Semakin melengking semakin jauh di mentalnya *seseorang qoutes*
    tapi mereka tuh mikir pake akal(logika) kita yg cwe bisanya panik doang tp mereka diem2 kerjaannya jadi

    ReplyDelete
  7. Tiap orang, termasuk lelaki, mempunyai pilihan hidup masing-masing. Dan lelaki no future, itulah pilihan hidup mereka. Terlihat seperti tidak ada yang dilakukan, tidak seperti orang yang dibanggakan, padahal mereka sendiri yang merasakan apa yang sebenarnya mereka lakukan. Ya, mereka hidup dengan cara mereka sendiri :)

    ReplyDelete
  8. mungkin banyak yang menganggap kalau lelaki no future itu ya no future, teemehkan. tapi kalau karyanya udah keluar... baru deh. Jadi lelaki no future kalau begitu lebih enak ya, daripada kerja kantoran. bisa bahagia melakukan apa yang disuka

    ReplyDelete
  9. Lelaki (no) future itu tidak benar-benar no... tapi, punya prinsip... tapi ada juga sih yang benar-benar pake no...
    pembelajaran buat kita supaya tidak meremehkan yang dilakukan orang lain... lelaki no future...

    ReplyDelete
  10. kalau cewek apa? perempuan no future juga? kan ada nih tipe beginian

    ReplyDelete
  11. Apa yang dipaparkan diatas, aku rasa setiap orang punya pilihannya masing-masing, terutama untuk jadi lelaki no future :)
    Tapi gak semua orang bisa dilihat dari luarnya aja.

    Beberapa terakhir ini main ke blog, banyak yang ganti template bawaan blog yang terbaru, termasuk main ke sini, tapi keren ya templtenya.

    ReplyDelete
  12. Apa pun sebutan atau labelnya, punya kebiasaan tentu kudu ditakar dengan porsi yang pas. Misalnya kongko dan merokok plus genjreng-genjreng setiap malam. Kembali pada masing-masing individu, ke mana dia ingin melangkah dan tujuan seperti apa yang hendak diraih. Kalau punya opsi hidup yang non-mainstream, justru bagus asal ya itu tadi dikelola dengan baik. Lelaki no future hanya sebutan orang lain kan, toh yang menjalani dan memaknai ya dirinya sendiri. Asal tidak melanggar aturan.

    ReplyDelete
  13. Terkadang lelaki no future itu pendapatannya melebihi yang biasa, ide idenya juga luar biasa. Tapi kadang memang sedikit meleset #hahaha
    Salam kenal mbak

    ReplyDelete
  14. Mungkin lelaki no future merasa menjadi bos kecil lebih menyenangkan, daripada menjadi buruh besar. Walaupun kecil, kan milik sendiri dan atur" sendiri. Ya... seperti yang aku jalani saat ini lah

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lima Wishlist Di Tahun Dua Nol Satu Tujuh