Saturday, July 9, 2016

Kalau Rejeki Emang Gak Kemana

Dulu di blog ini, saya pernah cerita pertama kali ikutan kuis banyak-banyakan like untuk memenangkan sebuah buku. Bukunya sih bagiku lumayan keren, karena kompetisinya cukup meyakinkan. Tidak hanya puluhan naskah yang ikut, tetapi juga ratusan. Dan keluarlah beberapa karya kemudian di bukukan.

Kemudian ada salah satu penulis dalam buku tersebut memberikan empat buku secara gratis dengan posting buku dan siapa yang mendapat like terbanyak itulah yang menang.

Kalau cuma like, bisalah, pikir saya saat itu.
Saya diabntu beberapa junior untuk mengumpulkan like terbanyak. Ketika deadline selesai, saya ikut memantau jumlah like siapa yang paling banyak. Punya saya woi! Selesihnya dengan peserta lain cukup banyak.


Sayangnya saya tidak menang! Hahaha!
Karena pemenang ditentukan oleh dewan juri, katanya. Penulis tersebut pun minta maaflah ya, karena tidak bisa berbuat apa-apa. 

Awalnya saya marah, ngomel nggak karuan. La saya gila-gila je untuk minta orang lain like postingan tersebut. La kok malah pemenang dipilih dewan juri. Hingga saya bertekad bahwa buku itu pasti akan datang ke saya , entah bagaimana caranya. Dan saya tidak perlu susah payah untuk mencarinya.

Dan peristiwa menjadikan saya seorang kuter, kuis hunter.
Kurang lebih dua tahun saya menjadi seorang kuis hunter. Hampir setiap minggu selalu datang barang ke rumah saya, sampai Pak Pos tanya apakah saya jualan online?Bukan, saya hanya seorang kuter, kuis hunter.

Dan itu terjadi pada tahun 2013, jadi tiga tahun yang lalu. Dan kemarin buku itu sampai ke tangan saya melalui orang yang tak kan pernah terpikirkan oleh saya. Rupanya memang begitulah skenario dari Allah, tentang buku itu. Kalau rejeki emang gak kemana.

Buku itu dimiliki oleh salah satu penulis dalam buku itu, dan buku itu penuh dengan corat coret para penulis dalam buku tersebut. Saya tidak menyangka bahwa buku itu hadir melalui kawan baru yang tidak sengaja bergabung dalam komunitas atas angin tahun lalu. Cerita dan cerita membawa kami pada kisah penulis fiksi di media sosial, khususnya facebook. Dan kebangkitan profesi menulis melalui facebook.

Buku ini belum saya baca, dan saya hanya masih sering tersenyum. Oh begini toh ceritanya buku ini. Kok ya bisa-bisanya sampai pada saya dengan mudah. Walaupun harus menunggu tiga tahun kemudian. Buku itu ada di tangan saya sekarang.

Banten Suatu Ketika bersanding dengan pacar idaman :D



1 comment:

  1. Wahhh... akhirnya dapat juga buku yg kakak pengen... selamat yah! :)

    Keren tuh kuter, kuis hunter, sayang aku sama sekali ng pernah ikutan, mungkin besok-besok pengen nyoba. Siapa tahu beruntung kayak kakak dikunjungi Pak Pos.. Hahahaa... :)

    #SalamSapa

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.