Penggiat Literasi, Komunitas Atas Angin Terus Berjuang

Disebut sebagai power ranger, kami belum mampu. Hmm, tetapi bolehlah power ranger wanna be. Warna kami berpelangi, tidak menempatkan latas belakang sebagai pemersatu, tetapi teks-teks itulah yang mempertemukan kami. Dalam satu nama, Komunitas Atas Angin sebagai penggiat literasi di Bojonegoro, Jawa Timur, sejak berpindah payung dari cangkang yang lama.

www.atasangin.com


Cangkang hanyalah nama, orang-orangnya tetap sama. Mereka adalah pemikir dan pecinta buku. Lebih sering kumpul di ruang kopi, memecahkan kealpaan dan merekatkan jarak hati. Menghindari salah paham. Di sinilah rumah saya yang kedua, Komunitas Atas Angin.

Nama Atas Angin sendiri diambil dari salah satu tempat di daerah Bojonegoro, tepatnya di Kecamatan Sekar. Yang sejak tahun lalu, nama atas angin menjadi sangat buming karena dijadikan tempat wisata. Seringkali orang selalu mengira, kami menjadi bagian dari tempat wisata tersebut. Padahal tidak, gerakan kami berbeda.

Kami lebih konsen pada buku, menulis dan sastra. Jurnal yang kami garap, sampai saat ini sudah mencapai volume 7 dengan tema Seni Lukis Bojonegoro. Kami melakukan wawancara kepada pelukis-pelukis Bojonegoro, mulai dari yang generasi tua sampai yang muda. Ada juga wawancara dengan Remy Silado. Saat itu Remy merupakan tamu dalam acara tertentu, yang mana kami berhasil melakukan wawancara terhadap penyair yang terkenal dengan puisi mbelingnya ini.

Komunitas kami sempat megap-megap karena eksitensi yang kurang. Beberapa militannya memiliki kehidupan baru, dan juga semangat yang menurun. Namun kami tetap berjuang, membudayakan membaca pada siapa saja, membuka ruang diskusi dengan siapa saja. Hingga datanglah para militan baru yang menggenjot semangat kami. Dan terbitlah volume tujuh ini, yang sempat tertunda beberapa bulan.

Buku yang dicetak atas dana swadaya ini sangat berharga bagi kami. Tidak ada honor apapun bagi penulis yang karyanya masuk dalam jurnal kami. Hanya sebuah kepuasan bahwa karya telah dibaca dan diterbitkan. Karena hasil penjualan buku akan kami gunakan untuk cetak buku selanjutnya.

Sehingga saya sangat keras, dan tidak mau diminta gratisan oleh siapapun. Bahkan termasuk kepada dedengkot suatu kampus. Iya, saya memang jahat. Saya tidak mau hasil kerja teman-teman diminta secara gratis oleh orang yang bahkan tidak pernah menulis karya apapun dalam jurnal kami. 

Langkah kami memang terseok-seok, sebab ketertarikan terhadap dunia lain begitu menggoda dan susah untuk diabaikan. Kendati demikian, kami masih ada agenda seminggu sekali yaitu tadarus cerpen dan sebulan sekali yaitu Arisan buku.

Kami masih berjuang menumbuhkan minat baca teman-teman. Berbeda dengan yang ada di luar Jawa, pegiat literasi bingung karena buku yang tersedia sangat sedikit. Sedangkan kan kami, ruang baca banyak hadir, namun pembacanya seujung kuku saja. 

Kami menerima siapapun yang ingin hadir dalam diskusi kami. Besok Jumat, ada arisan buku yang kegiatannya adalah membedah buku. Yang menarik adalah setelah acara selesau, akan dilakukan pengocokan layaknya arisan untuk menentukan giliran presentasi di bulan berikutnya.

Atas angin, komunitas yang masih berjuang di literasi dan mengeluarkan produk jurnal kebudayaan yang ada di Bojonegoro.

Comments

  1. wow komunitasnya unik banget dengan tujuan mulia. aku suka nih tujuan mau nyebarin kegiatan gemar membaca. dengan wawancara pelukis2 di bojonegoro lagi.

    semoga komunitas di atas angin. makin maju dan selalu memunculkan karya2 baru ;)

    ReplyDelete
  2. Semangat para pejuang literasi! Sejak nonton mata najwa, saya dibukakan matanya bahwa ada kelompok masyarakat yang berjuang untuk menularkan membaca dan menulis. Orang-orang ini tidak dibayar tapi melakukan itu karena prihatin dan Cinta dengan buku. Makanya saya ingin membangun sebuah platform dimana orang-orang bisa semangat membaca. atas Angin menginspirasi saya. Terima kasih. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, membaca adalah sesuatu yang berharga. Karena kita perlu menularkan gairah membaca ke orang lain. Untuk menikmati dunia dengan lembut.

      Delete
  3. komunitasnya keren nih, semoga kedepannya program2 dari komuntas atas angin bisa diapresiasi oleh pemerintah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kami tidak perlu apresiasi pemerintah. Kami akan berusaha tetap ada. hehehe

      Delete
  4. Sukses ya, semoga selalu eksis. Tumbuhkan minat baca masyarakat. Aku sebagai seorang blogger sekaligus penulis abal-abal pengin karyaku dibaca banyak orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhu mari berjuang menularkan gairah membaca dan menulis.

      Delete
  5. Seru juga gabung ke komunitas baca, bisa saling sharing tentang dunia sastra dan buku. Gue boleh gabung di atas angin gak nih mba? :D

    Karena sastra di jaman sekarang sudah mulai terlupakan, dan negara ini butuh kelompok-kelompok seperti ini ^^ Sastra itu indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapapun boleh gabung kok, kami tidak dibatasi ruang. Hehe
      Sastra itu melembutkan hati, katanya.

      Delete
  6. Wah, komunitas yang ingin menumbuhan minat baca di masyarakat, saya suka sekali dengan komunitas seperti ini.

    Saya juga punya ide yang sama, saya pengen banget bisa punya taman baca di kampung saya. Soalnya banyak anak-anak di kampung saya namun minat bacanya rendah, dengan bikin taman baca saya harap bisa menumbuhkan minat baca mereka.

    Sukses ya kak buat Komunitas Atas Anginnya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo bikin ki, biar bermanfaat umur dan buku-buku kita. Belum cerdaslah kita, kalau belum bisa mencerdaskan orang lain melalui membaca buku.

      Sip. makasih Ki.

      Delete
  7. Aku setuju banget, jangan sampai membiarkan orang-orang meminta gratisan (bukan pelit lho ya) tapi justru kita mengajari mereka utk menghargai karya.
    Keren loh udah sampai volume 7, sukses selalu ya Vera :)
    Menumbuhkan minat baca memang gampang2 susah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, mending kalau mereka itu memberikan kontribusi apa gitu ya. Ini mau minta, tapi entah dibaca atau tidak itu.

      Delete
  8. Komunitas yang anti-mainstream, menumbuhkan semangat baca dan menurut gue jaman sekarang kita butuh yang kayak gini. Mungkin kendala di dalam setiap komunitas itu sama, kehidupan atau kesibukan pribadi dari masing-masing anggota, bikin acara rutin mungkin bisa jadi motivasi tiap anggota biar makin aktif & semangat.

    Semoga komunitas atas angin ini makin sukses & eksis kedepannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhu, kita ada kok ketemu setiap minggunya?

      Delete
  9. awalnya saya kira ini komunitas pendaki gunung loh :D

    berjuang membudayakan membaca ketiap orang... atas angin komunitas pertama yang saya tau yang mau berjuang untuk budaya membaca :D

    sukses terus untuk karya karya nya..
    udah sampe volume 7, semoga volume bisa nambah lagi sampe ratusan :D

    btw, jadi rada penasaran sama jurnalnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh padahal banyak lho komunitas seperti kami. Termasuk di antaranya rumah baca atau taman baca. Hehehe.

      Nanti diposting jurnalnya.

      Delete
  10. Semoga sukses terus buat komunitas atas angin.
    Btw baru dengar ada yg namanya tadarus cerpen dan arisan buku.
    Boleh dong di ceritain. Gimana kegiatannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk selengkapnya dibaca saja ke atasangin(dot)com

      Delete
  11. Aku baru banget nemu komunitas kayak gini. Sumpah, keren! Sayang ini jauh banget. Di Tangerang belum nemu yang kayak gini :(
    Semangat ya kakak-kakak! Perjuangin terus literasinya, biar minat baca pemuda pemudi makin meningkat juga. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tangerang, Jakarta ada banyak lho malah. Taman bacaannya, ada FLP ada juga kok.

      Delete
  12. rangkaian kata katanya terlalu "WAHHH" aku sedikit gagal paham.....hehehe

    komunitasmu sangat hebat, karya buku, tulisan, agar menumbuhkan semangat baca masyarakat. semangat kak!......hehehe

    semoga komunitas atas langit......eh maksudku angin bisa makin sukses dan terus berkarya ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh kenapa dek? terlalu basa basi yak? banyakpuisinya? hahaha. Pasti donk. kami semangat. terima kasih ya dedek attar

      Delete
  13. Komunitas yang sangat bagus noh, menulis tanpa dibayar, udah sampai vol 7 ya mbk. Pasti akan ada lanjutannya kan.

    Btw namanya unik Atas Angin, mungkin biar bisa terbang melayang di atas gak ada beban saat menuangkan ide jadi tulisan ya.

    Sukses mbk komunitasnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyuuup, kami memang keren. Hahaha. Kamu jugaaa

      Delete
  14. Buku, menulis dan sastra.
    tiga hal yang aku suka banget.
    jadi ga salah kalo aku bilang komunitas ini kece badai.

    btw, ada rencanan buat membuka cabang komunitas ini ke seluruh indonesia ga nih ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah emang francise pakai cabang? di tiap kota pasti ada komunitas yang bergerak dalam kampanye membaca. Kalau gak ada, ayok bikin!

      Delete
  15. jurnalnya dijual via ebook/pdf gak ver?/ menurut ku untuk lebih go publik dan bisa diakses banyak orang mending download berbayar ajah.. mayan loh hehe

    mantaf lah, gue disini nyari komunitas macam itu kagak ada, adanya komunitas dedek2 gemes miara hewan haha

    ReplyDelete
  16. Wah ... ternyata nama komunitas ini seperti nama tempat wisata ya. Ujung ujungnya saya malah penasaran dengan tenpat wisata Atas Angin.

    Semangat selalu ya teman teman. Percayalah kalau dunia literasi adalah salah satu cara membangun budaya. Semoga makin berkembang ya. Aamiin.

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro