Hati-hati Shared Informasi



Beberapa hari terkahir saya belum buka blog, dan belum membalas komentar-komentar yang masuk. Maafkeun ya!
Ada dua kejadian yang menonjol di media akhirakhir ini. Satu kasus pemerkosaan Yuyun di Bengkulu dan Pembunuhan dosen di mana saya lupa tepatnya..


Saya mengikuti berita pemerkosaan, dan berulangkali membicarakannya dengan teman. Saya belum menukan formula yang tepat untuk berkomentar jauh. Sejenak saya pun lupa dengan kasus ini, namun kemarin di beranda saya menemukan status yang dishared seorang kawan mengenai sidang pelaku pemerkosaan Yuyun.

Banyak sekali yang mengganjal, karena di sana disebutkan bahwa selasa depan akan ditentukan putusan di pengadilan. Ha? Saya terkejut. Barangkali kalau pernah mengikuti suatu sidang, akan menergti betapa lamanya proses tersebut.

Sidang tidak serta merta pembacaan dakwaan kemudian tuntutan dan putusan. Tidak sesimpel itu. Kasus yang masuk ke kepolisian setelah lengkap dilempar ke Kejaksaan. Setelah dinyatakan P21, baru berkas bisa masuk pengadilan. 

Saat ini saya masih mengikuti sidang kasus pembunuhan berencana. Setiap minggunya saya mengikuti, dan ternyata tidak cukup satu bulan untuk sampai tahap 'PUTUSAN PENGADALIAN'. Yang paling lama adalah pemanggilan saksi, dalam kasus ini ada sebelas saksi. Setiap minggunya dipanggil 3 saksi.
 
Karena setau saya dalam jadwal sidang ada penentuan penasihat hukum (dari pemerintah), selanjutnya pembacaan dakwaan, ekspesi dari ph, pemanggilan saksi, pembacaan tuntutan, pembelaan dari penasihat hukum, tanggapan dari jaksa penuntut umum. Baru akhirnya Putusan Pengadilan.

Saya masih berusaha mencari informasi terkait sidang, dan memang baru berjalan. Dan saat belum menemukan nama kuasa hukum dari 12 pelaku tersebut.  Saya mencari informasi di berita seperti tempo atau kompas ya. Barangkali kalian ada yang menemukannya?

Kembali pada kasus Yuyun, saya tau kita semua marah. Kita semua mengutuk perbuatan 14 orang itu. Tetapi segalanya tidak benar, ketika menyebarkan informasi yang salah terkait persidangan. Karena seringkali kita mengedepankan amarah dibanding mengecek kebenaran informasi.

Saat ini media menjadi tunggangan paling mudah untuk digunakan untuk apapun. Menebar kebencian, mempromosikan, ajang kampanye gratis dan efektif, dan lainnya. Yang paling sering kita temui adalah berita hoax dan foto-foto hoax. Duh!

#NyalauntukYuyun

Saya mendukungnya. Tetapi saya tidak berani menshared di wall facebook. Di antara ratusan teman dalam facebook saya, ada bocah laki-laki berusia delapan tahun yang senantiasa memantau facebook saya. Saya takut berita-berita tak senonoh itu dibacanya. Biarkan orang dewasa saja yang mengetahui dan bertindak. 

Bertindak dan tidak hanya menshared kemudian melupakannya. Kasus-kasus serupa akan kembali terulang di kemudian hari. Tentu kita tidak pingin saudara atau kerabat kita jadi korban. Karena korban tidak hanya perempuan, korban bisa juga laki-laki dan anak-anak.


Comments

  1. betul itu mbak, sekarang ini harus hati hati mempublis sesuatu. takut dibaca anak-anak dibawah umur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, apalagi sampai video atau tulisan tidak senonoh. Wah-wah, pembaca media sosial bukan hanya orang dewasa kan?

      Delete
  2. waduh ver, di fb mah orang mau populer mah gampang aja, kalo share nya bener mah gpp, kalo hoax ini yg bikin netizen semakin bingung dengan jalan ceritanya, aku kalo share liat dulu sumbernya sih :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gampang, tapi yah jangan mau percaya dan shared informasi apapun deh bila dirasa sumbernya gak tepat. Apalagi nyata-nyata rancu gitu beritanya. -_-

      Delete
  3. Yg anak 8 thn yg merhatiin fb lu sapa egnya, ver?
    Gue ngga mau trllumendalami kasus sperti ini sih. Dan jg, ga mau percaya sama media sosial jg utk kasus sperti ini, krena kan emg blum trbukti kebnarannya kyak gmna.
    Atau emg gue nya aja sih, yg blom tau.
    Kyak kjdian JIS dua thun yg lalu. Skrg ada sosok yg mengungkapkan kisah nyatanya, klo trnyata kasus yg kmrin nggak kayak gtu loh aslinya. Tpi ga mau prcaya gtuan aja sih.
    Bnyak krna media sosial, org yg blum prnah brtmu pun bsa sling membenci. Hebat kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. adikku tersayang :D

      Aku baca soal JIS itu di kaskus, dan memang baru hits lagi. Tapi belum nemu benar-atau tidaknya dari orang terdekat.

      Iya media sosial memang menakutkan. menebar kebencian itu menakutkan.

      Delete
  4. Yang aku tau sih kalo pembunuhan dosen itu terjadi di Medan kalo gak salah.
    Nah untuk berita alm. yuyun, aku gak mau terlalu berkomentar banyak sih ke akun medsos aku sendiri. setidaknya aku tau beritanya, dan aku juga memilah-milah setiap berita. Jadi kalo dirasa hoax dan gak bener ya langsung skip aja.
    Aku setuju deh dengan pemikiran kamu kalo ngeshared kyk gitu takutnya di baca anak-anak, gak baik juga untuk mereka baca hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, malah gambar-gambar jenazah juga gak baik untuk di shared. Sama sekali nggak manusiawi

      Delete
  5. kasus yuyun itu emang terkutuk. pelaku2 nya itu bikin saya tidak habis pikir, sih. dan saya setuju, kalau memang teman2 di dunia maya kita ada yang masih dibawah umur.. maka kit aharus berpikir beberapa kali untuk menshare berita seperti itu. bisa jadi boomerang soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, perbuatan mereka memang jahanam. Betul, kita juga punya peran untuk memberikan edukasi yang baik bagi sesama pengguna media sosial.

      Delete
  6. Setuju banget, bijaklah dalam sosial media. Walaupun gue juga kadang khilaf.

    Untuk informasi yang hoak itu banyak banget di sosial media. Jadi sebelum ngeshare, ada baiknya kita tau itu hoak atau bukan. Waspadalah dan bijak. :))))

    Kasus yuyun gue gak seberapa mengikuti. Tapi seharusnya menang cukup lama sampai putusan. Ya, gue doakan aja yang terbaik deh.

    ReplyDelete
  7. Iyaaaaa paling sebel kalo baca berita, taunya hoax
    jadi bingung sekarang mau percaya sama siapa

    ReplyDelete
  8. Setuju mbak jaman serba canggih cerdas cerdaslah menggunakan teknologi. Sebaiknya juga yg punya anak itu membatasi dan memantau anaknya, sih. Kesel juga kadang kadang sama orang yang asal sgare aja tanpa dibaca dulu isi artikelnya itu beneran apa enggak, perkara judulnya bombastis dan lagi kekinian share share aja.

    Aku gam terlalu !engikuti sih, miris duluan, semoga yuyun tenang disana. Disisi Tuhan

    ReplyDelete
  9. sekarang emang gitu ya, judulnya apa isi beritanya apa..
    udah gitu banyak yang nge-share pula..
    padahal dia juga belum tau itu bener apa ngak.. rada2 prihatin juga sih kadang..

    ReplyDelete
  10. iya ya ver. Setuju banget. Aku dulu juga sering share berita-berita macem-macem di medsos. Trus karena lama-lama berita yang kushare kok banyak hoaxnya ya? Lalu aku memutuskan nggak pernah sharing berita apa-apa lagi kecuali memang aku benar-benar tahu sumbernya dan benar-benar tahu kalau berita itu nggak hoax. Takut menyesatkan berantai :(

    ReplyDelete
  11. Nah itu, sekarang banyak orang gampang kemakan sama judul beritanya aja.. padahal sumbernya juga dari situs antah berantah..

    Masih inget bangetlah gimana dulu gue mengutuk Sampai mencaci para pelaku kasus JIS, Tapi nyatanya... ternyata kasus JIS ini berbau duit, nggak ada satu pun bukti yang menguatkan, hampir semua lemah.. kasus yang dipaksakn banget pokoknya, dan.... yah, kasian juga sama keluarga yang ditinggalkan tersangka karena ditahan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lima Wishlist Di Tahun Dua Nol Satu Tujuh