Ternyata Ada Hitam di Balik Cahaya

model : Tulus Adarma || tukang foto : Vera Astanti

Beberapa tahun yang lalu, saya mencari-cari sebuah buku remaja terjemahan karena baru separuh terbaca. Berkali-kali saya mencari di rental buku, tetapi selalu keluar dan malah hilang ditelan banjir 2008. Saya mulai mencari di internet dan tidak ada ebooknya. Hampir putus asa, hingga akhirnya menemukannya di sebuah taman baca. Kisahnya tentang remaja perempuan yang tidak puas dengan kehidupannya. Seolah-olah dia adalah kegelapan di antara cahaya. Walaupun pada akhirnya dia menjadi cahaya itu sendiri, dengan caranya sendiri tanpa harus mengubah dirinya.


The Earth, My Butt and other, judulnya.

Kisahnya bagus kok untuk dibaca. Silahkan menuju ke sini untuk reviewnya.  http://www.arisanbuku.id/2016/04/review-novel-earth-butt-and-other.html

Ternyata ada hitam di balik Cahaya

Cahaya ada karena adanya hitam. Seperti bulan yang memancarkan sinar pantulan dari matahari. Ini bukan tentang soal fisika atau astronomi ya!  Ini hanya tentang fenomena yang baru saya lihat dan saya mengerti, kenapa demikian adanya...

Saya mengenal cahaya-cahaya yang menyilaukan mata. Bertahun-tahun saya menyangka mereka adalah matahari yang asli. Namun baru beberapa hari yang lalu saya sadar, mereka hanyalah bulan. Bulan yang meminjam cahaya matahari, agar menyerupai matahari.

Kecewa?
Lebih tepatnya saya tercengang. Saya tidak menyangka begitu mudahnya menjadi Cahaya. Dan mereka terjebak di sana, tanpa menyadari hakikatnya diri mereka sendiri. Saya pun termenung. Adakah saya Cahaya? Bisakah saya menjadi Cahaya? Karena saya telah membuang harapan menjadi cahaya, biarlah saya menjadi batu bila itu lebih baik.

Biarlah saya menjadi batu, asal hidup saya lebih tenang. Lebih bahagia, Ah bahagia itu memang tersandung realitas. Cahaya memang menarik. Cahaya memang menawan. Seringkali semua orang berebut menjadi cahaya. Meninggalkan kegelapan, padahal mereka tetap butuh gelap agar dirinya bersinar terang.

Sudah sejak lama, saya berhenti berusaha menjadi Cahaya. Saya hanyalah perempuan dengan segala keterbatasan masih berharap untuk menjadi lebih baik lagi! Tanpa perlu menjadi cahaya. Biarlah kisah cinta itu terpotret dalam Puisi Kepada Cahaya karya teman saya ini. XD

*postingan ini berbayar lho
#ketawajahat



Model : Ikal Hidayat Noor || Tukang foto : Vera Astanti

Comments

  1. Spechless......bingug mau komen apa tapi cuman satu yang bikin aku heran



    Postingan ini berbayar??? Berarti ini promosi dong??...wkwkwkw gua udh ngebacanya secara serius padahal :v

    ReplyDelete
  2. Aku baru tahj ada buku itu.

    Berarti sudah dipastikan buku itu sudah tidak terjual dipasaran lagi ya ?
    Hmmm

    Btw, Buku itu sudah berapa kali dicetak?

    Kayaknya aku juga mau baca 🙃
    Pimjam bolehkah ? Ehehe

    ReplyDelete
  3. Aku baru tahj ada buku itu.

    Berarti sudah dipastikan buku itu sudah tidak terjual dipasaran lagi ya ?
    Hmmm

    Btw, Buku itu sudah berapa kali dicetak?

    Kayaknya aku juga mau baca 🙃
    Pimjam bolehkah ? Ehehe

    ReplyDelete
  4. Kalo kita sumber cahaya itu sendiri, maka sebaiknya berada di tempat gelap, sebab indera penglihatan tidak akan berfungsi tanpa adanya setitikpun cahaya.
    Dan seandainya kita adalah si kegelapan itu maka carilah sumber cahaya, agar diri kita ikut terang.
    Giukali ya kak vera hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bleh saja begitu, tetapi aku lebih fokus bahwa kita itu adalah cahaya. Kadangkala kita sibuk berusaha menjadi diri orang lain, ngefans hidup orang lain. Padahal hidup kita itu ternyata lebih baik dari mereka. Karena lebih nyata dan tidak dibuat-buat :)

      Delete
  5. bukannya gelap itu tidak ada, kata 'gelap' itu muncul ketika ketiadaan cahaya. Setiap orang adalah cahaya dan setiap orang juga adalah gelap. yang gelap tersinari oleh cahaya, dan cahaya tetap bertahan ketika digerus gelap. gelapnya sifat dan prilaku manusia yang menuhankan hawa (nafsunya)...

    ah gue ngomong apaan sih..

    haha

    ReplyDelete
  6. Bukunya kayaknya keren banget yaa. tentang motivasi diri dan seperti sinopsisnya yg tak harus merubah diri menjadi org lain untuk lebih baik hehe

    ReplyDelete
  7. Jadi diri sendiri lebih baik, asal tidak nyeleneh dan merugikan orang lain.

    Btw, diakhir postingan kok semacam ngajak traktiran ya?
    Eaaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro