Kisah Lepas Ujian Kompetensi Jurnalis AJI Bojonegoro

Model : Vera Astanti || Tukang foto : Tulus Adarma

Tahu nggak kalau untuk menjadi jurnalis yang diakui secara nasional itu ternyata ada ujiannya. Namanya Ujian Kompetensi Jurnalis (UKJ). Kali ini beruntung sekali, saya ikut berpartisipasi dalam acara bergengsi bagi dunia jurnalisme ini, walaupun hanya sebatas admin alias tukang urus berkas-berkas. XD

UKJ dilaksanakan oleh Aliansi Jurnalis Independent di Bojonegoro selama dua hari yaitu pada 23-24 April 2016. Tes ini diperuntukkan pada jurnalis yang ingin bergabung dalam organisasi AJI dan juga yang ingin naik kelas. Pembagian kelas tergantung seberapa lamanya pengalaman dan kemampuan sebagai seorang jurnalis. Ada tiga kelas yaitu Muda, Madya dan Utama.


Hari pertama itu sungguh melelahkan. Ujian dimulai siang sekitar pukul 13.00 sampai 22.00 wib :D. Ada 11 kompetensi yang diujikan, terkait teori dan pengalaman di lapangan. Setiap satu sesi pertanyaan diberi jeda, peserta meninggalkan ke ruangan beberapa menit. Suasana ujiannya juga bukan seperti ujian sekolah. Satu penguji bertanggung jawab pada 4-7 peserta. Dan jangan harap bisa mencontek, gak bakalan berguna. Karena tes lebih banyak dilakukan secara lisan. Dan Penguji pun menciptakan suasana yang  lebih mirip dengan ajang diskusi. Sangat menyenangkan.

Pada UKJ Bojonegoro ini, saya mendampingi Bang Abel dari Malang. Bang Abel ini banyak yang bilang cerewet dan suaranya paling keras. (Saya denger dari para peserta Bang ^^v). Tetapi orangnya asyik! Sungguh!

Bang Abel akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara bergantian ke peserta. Memancing mereka untuk saling melengkapi jawaban. Pada sesi pertama dua peserta dari kelompok ini terlihat lebih menonjol. Bisa dilihat dari pengalaman mereka, tetapi kok baru mengikuti ujian jenjang Muda ya? Entahlah, saya tak tanya lebih lanjut.

Bang Abel meniupkan suasana ujian yang seru dan tidak mengantuk. Memberikan klu-klu yang gampang diserap. Juga contoh-contoh langsung ke lapangan. Juga lelucon-lelucon agar peserta tetap rileks dan fokus.
 
Yang lucu adalah salah satu kawan Bojonegoro, dia sibuk mencari buku catatannya. Berkali-kali dia melongok ke bawah meja dan ke beberap kursi yang pernah didudukinya, namun tak kunjung menemukan buku catatan kecilnya tersebut. Bahkan dia sering mendapat lelucon dari Bang Abel.

 "Jangan terlalu tegang, rileks aja!" seru Bang Abel ketika melihat dia meletakkan telapak di jidatnya dan berekspresi tegang. 

***

Pada hari kedua ujian lebih seru lagi karena materi ujian adalah praktik. Per kelompok yang terdiri dari 6-8 orang diminta untuk membuat media, dan mempresentasikan hasil kerjanya dalam bentuk website. Satu kelompok terdiri dari pimpinan redaksi, redaktur pelaksana dan reporter. 

Dari Bojonegoro ada 11 dari 35 orang yang mengikuti UKJ Bojonegoro ini. Sisanya dari luar kota. Yang menarik adalah kelompoknya Pak Jatmiko, karena anggotanya semua dari luar kota. Sehingga dibutuhkan satu admin untuk menemani mereka di lapangan.

Ketika semua peserta sudah menyelesaikan website mereka, maka dimulailah presentasi. Merk medianya kreatif ada KabarDuit.com , Jatim24, NegoroKito dan satunya lupa. XD. Kelompok terakhir yang melakukan presentasi melakukan terobosan baru dengan menggunakan media sosial Facebook sebagai media literasi mereka. 

Sesuatu yang sungguh ajaib! Mereka mampu bekerja sama dengan cepat untuk melakukan peliputan dan pelaporan dengan sangat baik. Tentu saja saya tercengang, Lah seharian aja aku bisa muter tanpa berita. Mereka mengolah kejadian yang di sekitar menjadi sebuah berita.

Overall, saya beruntung berada dalam kegiatan menyenangkan ini. Saya bisa mengenal para senior-senior dari luar kota dan mendapat banyak ilmu dari mereka. Bahkan Bang Has dari Aji Indoensia menyempatkan memberikan kursus menulis kepada para admin. Bang Has tak segan membagi ilmunya, dan menanggapi setiap pertanyaan polos kami.


Terima kasih AJI! Semoga saya bisa ikut UKJ 2-3 tahun lagi ya! :)




Comments

  1. Gue terlalu fokus dengan kata 'ujian'nya. Gue kirain semacam ujian nasional atau ujian masuk PTN wkwk. Maklum baru selesai UN baper terus. Tapi UJK ternyata lebih ke lisan toh. Seru banget itu, apalagi kalo kelompok.
    Eh, kok nunggu 2-3 tahun lagi buat UJK? Kalo ikutan jurnalistik gitu ada di tiap daerah apa gak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah cie yang baper UN.
      Iya, persyaratan minimal ikut ujian adalah 2 tahun jadi jurnalis. Untuk ukj ini yang mengadakan adalah pusat, tetapi tempatnya beda-beda tergantung permintaan.

      Delete
  2. jangan salah, admin itu kalo pinter bisa jadi lahn nyerap ilmu loh..πŸ˜‚πŸ˜‚
    aku dulu pernah jadi admin bisnis es krim, aku jadi bisa belajar bisnis..

    nah kakak admin ukj, terus kan bisa melajarin kira2 apa aja yang harus dipelajari buat ikutan ukj 2-3 taun lagi😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, lah aku tau semua soalnya. Hahaha.

      Tetapi memang banyak yang harus dipelajari untuk jurnalis. Semoga aja 2-3 tahun mendatang aku masih jadi jurnalis dan bisa ikutan UKJ. hehe

      Delete
    2. Wah baru tahu kalo ternyata jurnalis ada ujiannya juga, ngomong-ngomong kayak saya nih misalnya kan reporter juga di sebuah majalah, kalo belom ikutan UKJ belum diakui dong ya,, hihihi...

      Tapi kayaknya seru ya diskusi sama Bang Abel? pengen juga ngerasain dan dapetin ilmu dari mereka... hah....

      Delete
    3. tentu saja sudah diakui oleh lembaganya, tetapi organisasi ini lebih ke induknya lah. bila ada masalah bisa diabntu oleh aji.

      iya seru loh sama mereka, dan gak mau dipanggil pak

      Delete
  3. Baru tau nih kalau jadi Jurnalis itu ada uji kompetensinya, kayak sekolah di SMK aja ada uji kompetensinya. Kalau nggak lulus ada remidial nggak?

    Btw karena jadi admin disana dipanggil mimin ya kak?

    Terus uji kompetensi ini diwajibkan nggak sih untuk seluruh jurnalis atau yang terserah yang mau ikut silakan yang nggak ya terserah gitu?

    Semoga tercapai deh harapannya, kan udah pernah jadi admin harusnya pengalamannya lebih banyak ketimbang peserta lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk diakui secara nasional harus ada lembaga resminya. Jadi rekam jejak bisa dilacak, dimanapun bertugas. Iya ada remidial, ada juga turun kelas.

      Nggak lah, tetap panggil nama atau mbak. Lagian ujian cuma dua hari ajah.

      UKJ ini sifatnya gak memaksa sih.. Tapi apa iya, gak mau ikutan UKJ, gak mau diakui?

      Iya, insya Allah yaaa

      Delete
  4. Waahhh jadi ngiri nih. Sempet kefikiran pengen jadi jurnalis dulu. Eh tak taunya malah kuliah dibidang lain -,-
    Pasti berharga banget nih ikutan Ujian kaya gini. Nambah ilmu, pengalaman dan kenalan.
    Moga apa yang kamu dapatkan di ujian itu bisa membuahkan hasil di masa yang akan datang.
    nice post ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh aku kuliah di jurusan pgsd lho! Kok bisa nyasar jadi jurnalis? Iya kebetulan punya temen temen jurnalis. alhamdulillah ya.

      Iya nambah ilmu dan kenalan orang orang kece. Alhamdulillah ya..

      Delete
  5. CIyeee Vera... Ciyeee... :D "KEbawa2 di Grup keknya."

    Oke, sejujurnya gue salut Ver, lo bisa ikutan Ujian Kopetensi Jurnasil gitu. Dari ceritanya, seru banget. APalagi ujiannya dalam bentuk diskusi gitu. Kalo aja gue deket, pasti gue mau banget dateng. Tapi, karena di sini yang begituan ada, sih. Cuman buat kampus yg memang ada jurusan itunya. JArang buat umum. Paling penulis besar yg dateng cuman ngasi tanda tangan.

    Besok kalo ketemu, jangan lupa bagi2 ilmunya ya Ver.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heru, untuk ujiannya sifatnya tertutup lah. Tapi ada workshop untuk umum sebelummya.

      Kalau workshop jurnalistik sering banget di Bojonegoro Her. Walaupun gak punya jurusan ilmu komunikasi. SMA juga bisa.

      Sip pastinya aku punya banyak cerita seru.

      Delete
  6. Kok 2-3 tahun lagi. Kenapa gak tahun ini aja? Emang harus nunggu gitu ya??

    Dari cerita dan konsep seleksinya bener2 ngambil orang terbaik. Selain itu bisa dapet ilmu yang lebih luas lagi. Walaupun sekarang jadi admin, gue yakin pasti dapet ilmu yang banyak juga. Iya kan? Bagi2 dong. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk ikutan ukj Aji syarat minimal sudah menjadi wartawan dua tahun.

      Iya pastinya dapat ilmu banyak. Boleh deh, di next postingan yak :)

      Delete
  7. Wah ikut event jurnalis seru ya ka? Aku selalu pengen jadi jurnalis, orangnya seru2 macam bang abel kaya cerita kak vera.

    Kalau mau jadi jurnalis bebas ya ka dari jurusan apa aja ga harus komunikasi?

    Aturan semuanya juga kalau ulangan macem diskusi aja jadi kan seru, ga ada yg bisa nyontek jadi yang males pada belajar deh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau jadi jurnalis sepertinya latar belakang apapun gak masalah sih. Asal berkemauan keras.
      BTetapi namanya bekerja, syarat yang diajukan perusahan masing-masing pasti berbeda lah.

      Duh apanya yang dicontek, pertanyaan lisan berbasis kasus kok. :D

      Delete
  8. Aku baru tau kalau ada uji kompetensi jurnalis dan kenaikan kelas, jadi inget masa masa sekolah ya

    Tapi yg ngebedain pelaksanaannya. Kebayang suasana UKJ g bakal setegang anak-anak sekolah kalau lagi UN, lebih ke diskusi gitu ya. Jadinya peserta pun kayak g ngrasa kalau mereka lagi ujian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama sekali bukan ujian UN yang ituuuu...
      Ini lebih ke pemahaman masing-masing individu dengan pekerjaannya

      Delete
  9. Hai mbak verra salam kenal, ini kunjungan perdanaku.
    Kayaknya seru nih ya si mbaknya jadi admin gitu. Kok bisa mbk? Anak jurnalistik kah? Keppo nih, gak papa yah. Aku dulu sempet pengen jadi jurnalis juga, tapi gak ada ukm jurnaistik di kampusku :( sempet ditawarin jadi wartawan lepas, tapi kudu punya kamera sendiri. Modal dulu, yowes gak jadi deh :)

    Ternyata ada uji kompetisi jurnalis juga, aku baru tahu. Nice infolah. Tapi itu emang penting sih menurutku, berkaca dari artikel2 koran, tv, dan yang sering jadi viral sosial media, emang harusnya gitu. Kan sekarang semakin canggih zaman berita hoax semakin nerajalela. Meurutku test test gitu penting banget, mengingat berita kan untuk santapan khalayak ramai. Kan kesian kalo beritanya gak aktual.
    Duh aku ngomong apasih ini hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai salam kenal juga ya.
      AKu bukan anak jurnalistik. Cuma kebetulan punya temen-temen jurnalis aja. :)
      Kan kamera hp bisa? kamu juga bisa jadi citizen journalis melalui blog.

      Sebenarnya tes itu untuk masuk organisasi AJI, next post aku jelasin yaaa

      Delete
  10. Cita2 gue dari dulu buat jadi journalism.
    Setelah baca ini, ribet juga ya ternyata. Pake diuji, eh, ada naik kelas segala.
    Jadi, ceritanya lagi baper ya? heiheihei

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ribet kok, namanya organisasi kan tetap ada penilaian. Hohoho.

      Baper sih sedikit :D

      Delete
  11. wah baru tau nih ada UKJ. Berarti jurnalis2 nasional itu udah ahli dan profesional dong ya...

    aku pernah denger untuk jadi anggota AJI harus ada tes nya gitu. sama kali ya sama UKJ Ini..

    asik dong ya kamunya jadi nambah wawasan soal jurnalis...

    btw salam kenal sama bg abel yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ini untuk yang mau mendaftar di organisasi Profesi Jurnalis namanya UKJ.

      Delete
  12. Ternyata susah juga yah jadi Jurnalis, padahal aku baru tau loh ternyata ada Ujian khususnya juga sebelum resmi jadi jurnalis. Kirain dulu jadi jurnalis gampang, tinggal bawa kamera doang, trus meluncur ke TKP, lalu liput kejadiannya dan selesai. Ternyata semua gak segampang yang aku bayangkan. Aku sih ga ada minat jadi Jurnalis.

    Semoga sukses ya kak Vera :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah apa bedanya sama tukang foto kalo cuma bawa kamera trus meluncur ke tkp. :D :D :D

      tetapi bisa dipelajari lho.
      Iyaa, kamu juga.

      Delete
  13. ujikom ada buat jurnalis juga ya. alhamdulillah ikut terjun jadi adminnya. nggak apa-apa kali teh, kan buat pengalaman. bentar... 22.00? 10 malem? hah, serius? 11 kompetensi? yaarabb, aku aja yang ujikom SMK dites 2 kompetensi aja udah hampir lambai tangan. gimana yang 11 kompetensi :')
    iya, teteh. semoga bisa ikutan ukj-nya juga ya, dan berhasil deh. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya emang lama banget. setiap 1 komeptisi dikasih waktu istirahat beberapa menit. Ujiannya gak kerasa kok, soalnya diskusi sama senior. Lebih ke pengalaman di lapangan.

      Delete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lima Wishlist Di Tahun Dua Nol Satu Tujuh