Wednesday, January 6, 2016

Pernikahan itu Kerelaan (1)

Usia segini emang bahasannya selalu seputar pernikahan. Dikit-dikit sering dengar pertanyaan. Kapan nikah? Kapan Nyusul? Bosen sih, tetapi menarik.

Beberapa hari yang lalu Rei blingsatan alias galau akut gak karuan. Pasalnya calon mertuanya minta mas pacarnya untuk nglamar dirinya. Sedang dirinya yang anak emas mamak itu belum mau nikah. Dan bergulirnya saya yang jadi tong sampahnya.

"Mati aku. Bapak mau ngelamar aku. Pie terusan?"

"Bagus donk," jawabku enteng.

"Tapi aku belum siap nikah. Aku nggak mau nyuci, masak dan bersih-bersih. Pokoknya nggak mau."

Gue ngakak. 

Rie seumur hidupnya paling mentok nyuci daleman aja. Seluruh urusan domestik masih dikerjakan ibunya. Lah dia kan anak bontot yang paling disayang. Jadi maklum sajalah.

"Minta masmu beli mesin cuci. Beres," saran saya simple.

"Bersih kagak?" tanya polos.

"Pakai sabun lah" tegas saya.

"Tapi aku belum mau nikah Ve," ucapnya melas.

Duh balik lagi ke pembicaran awal. Capek deh.

"Trus aku takut nikah, takut melahirkan. Duh bayangin aja udah ngeri," ucapnya bergidik.

"Melahirkan itu kan nanti normal lah, kamu akan tahu," ucap saya sok tau. Wong saya juga belum pernah ngejalaninnya kok. Sama-sama single Buk!

"Trus aku kudu pie?"

Saya mengangkat bahu. Well, saya pun tidak punya jawaban. Yang saya tau, saya mau punya anak lelaki imut. Kayak Minguk. Aaaakkkk. Woy nikah dulu! :D

Saya inget salah satu blog yang memuat bahwa pernikahan bukanlah membuat perempuan sebagai pembantu. Karena kalau cari pembantu kan beres, tingga bayar orang bukan cari istri. Jadi istri gak wajib mengurus semua urusan domestik. Tetapi tugas istri adalah mencari ridho suaminya, jadi pasti dengan senang hati dikerjakanlah urusan domestik tersebut. 

"Pernikahan itu kerelaan Mbak. Rela untuk menjalani hidup yang seperti apapun berdua," kata Shinta.

Ibu muda yang baru saja melahirkan anak lucu bernama Sarah Sidqi Ardinta ini mengirim pesan yang menakutkan. :D

"Nanti anakku bakal lebih rewel ke dirimu loh Mbak," tulisnya manja via bbm.

Ya ampun, emaknya aja udah rewel, ini anaknya tambah rewel. -_- Haduh. 



0 comments:

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.