Now Empty, Tomorrom Full

Seketika bau hujan datang, aku segera merentangkan kedua tangan berusaha menyambutnya dengan senang. Akan tetapi dia belum juga kunjung datang. Masih lamakah kami menunggumu tuk mampir sebentar?

danboku sudah patah dan tidak layak lagi, kasihan 

"Tidak semua apa yang kita inginkan itu bisa terwujud," nasehat seorang kawan kepada saya tadi siang.

Saya diam. Dari kenyataan hidup ini saya memilah menjadi beberapa. Kenyataan yang telah terjadi, kenyataan yang belum terjadi, dan kenyataan yang akan terjadi.

Yang pertama, kenyataan yang telah terjadi. Ya sudah mau diapain lagi? Charger ilang, diserempet orang, Bundas kaki dan tangan plus dengkul, belum lagi tabungan saya 'terkuras' habis. What should I do? Ya di terima saja, mungkin ada yang terlupa sehingga Allah memberikan banyak teguran untuk saya bulan Oktober kemarin.

Apa yang telah terjadi banyak yang disesali, tetapi seringkali saya lebih memilih melupakan dan move on. Menyingkirkan hal yang tidak perlu dan berjuang lagi untuk melanjutkan hidup esok hari. Karena itu saya sudah sering lupa nama mantan dan wajahnya. Eh??

Yang kedua, kenyataan yang belum terjadi. Hal-hal yang menjadi milik ku akan diambil oleh Pemiliknya. Entah itu dari materi, keluarga, sahabat, waktu, kecerdasan, dan nyawa. Bila saya sedang 'gila' dalam artian berjuang sampai rasanya mau melupakan akal sehat, pikiran tentang 'kenyataan yang belum terjadi' ini harus disisipkan pelan-pelan. Untuk mengontrol rasa kepemilikan terhadap suatu hal. Tidak kebablasan. Karena semuanya yang terjadi di dunia ini pada dasarnya sudah diatur sedemikian rupa.

Bagaimana kejadian tidak menyenangkan dan menyenangkan terjadi dalam hidup ini laiknya dinikmati. Seperti menatap senja yang per detiknya turun ke peraduan dan meninggalkan singgasananya. Bersyukur itu kuncinya. Rejeki, jodoh, kematian segalanya berada di luar kuasa saya. Yang bisa dilakukan adalah berjuang semestinya.

Yang ketiga Kenyataan yang akan terjadi. Sebenarnya saya memaksa bahwa hal ini harus terjadi. Saya bercita-cita, bermimpi dan merajutnya menjadi sebuah cerita di dalam benak saya. Dan berdoa semoga Tuhan mengijinkannya menjadi kenyataan.

Ini sih ngeyel namanya. Saya termasuk orang yang rewel. Bila tidak terpenuhi permintaan saya, bagaimanapun di lain waktu saya pasti berusaha mendapatkannya. Selalu ada kesempatan kedua, bila tidak ada saya kan menciptakannya! Sinting memang, tetapi banyak yang terjadi juga. Walaupun terkadang membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mewujudkannya.

Tidak nyambung sama judulnya ya? Ah itu saya cuma menumpang menahan kantuk saja. See ya

Comments

  1. Kesempatan tidak hanya yang kedua, terlalu banyak kesempatan dalam hidup, penting jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha, yang diluar kuasa seperti terwujud tidaknya, Allah Maha Tahu, Amin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, tidak boleh menyerah terhadap suatu hal, namun bila sudah bukan rejeki ya belajar ikhlas menerima ketentuan kita.

      Delete
  2. Hikksss sedih juga ya banyak kejaduan apes

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih bersyukur mbak, masih hidup. hehehe

      Delete
  3. semuanya harus diikhlaskan, semoga dgn ikhlas, akan tergantikan dgn yg lebih banyak lagi

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lomba Deadline Juni - Juli 2016

Jari, Onyx Asli Bojonegoro