Baju Baru, Alhamdulillah

Sebenarnya udah dari kemarin-kemarin pingin ganti baju. Biar gak enek liat itu melulu. Eh baru hari ini iseng liat b-template ada yang keceh. Aaaak langsung ganti lah. Jadi jeng..jeng..jeng  Blogku sudah ganti baju yaaaa. Cakepan mana?

Hari ini lagi badmood. Makanya sampai jam sebelas belum kemana-mana, masih duduk asyik di depan komputer. Jurnalis macam apa ini? Ah saya masih belajar kok.

Masih ada yang menjadi fokus perhatian saya terkait masalah HIV - Aids. Masalahnya saya nggak punya narasumber penderita. Jadi mentok di sekitar angka-angka penderita. Kan kering beritanyaaaaa.... >.<

Mungkin yang lagi baca blogku ada yang bersedia untuk berbagi kisahnya. Tentu saja identitas disembunyikan. Hiv aids memang masih sensitif untuk dibicarakan, namun laiknya kita harus tahu kenapa hal tersebut bisa terjadi. Kalau perihal hubungan pribadi yang dilakukan itu memang hak masing-masing orang, cuma ketika yang kena adalah ibu rumah tangga kemudian menular ke anaknya, apakah nggak kasihan?

Belum lagi kenyataan bahwa tingginya angka penderita HIV Aids di Bojonegoro tidak sebanding dengan tingginya angka penyakit seksual menular lainnya. Padahal penyebab yang mendominasi di Bojonegoro adalah karena perilaku seks bebasnya bukan karena jarum suntik yang digunakan secara bergantian.

Tuh kan miris kan? Fenomena gunung es. Untuk mau lihat berita lengkapnya baca aja di sini yak. :v

Kembali lagi ke baju baru... Saya suka designnya. Pas banget! Karena judulnya kok traveling, lain kali saya posting jalan-jalan saya ya. Ngrusuk-ngrusuk gitu yaa. :D

See yaa

Comments

  1. Lebih suci mak.. putih bersih. Kirain bar blenji2 sama olip ndek kds. Wkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. Lebih suci mak.. putih bersih. Kirain bar blenji2 sama olip ndek kds. Wkwkwkwk

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro