Bye Bye Aa Gus

Thank You

A~
Ini memang bukan terakhir kalinya saya ketemu kau. Mungkin besok masih juga ketemu. Tapi saya merasa pertemuan kita ini begitu istimewa. Saya dan kau telah merajut cerita mesra. Bayangkan saja, saya dan kau punya banyak ragam kegiatan. Mulai dari perayaan kemerdekaan sampai kisah yang ada dibalik layar. Ada asam, manis, pahit, sudah pernah ya kan A?


Adakah kau tahu, kau ini begitu istimewa. Hingga saya harus bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Darimu saya harus belajar bagaimana bersikap dengan orang-orang yang memiliki kuasa, atau orang -orang yang memiliki kepentingan negara. A padahal menuju rumah wakil rakyat saja masih malas. Ah~

Kau membawa saya pada ranah-ranah yang tak pernah saya gali sebelumnya. Kepada orang, ilmu dan tanggung jawab yang lumayan ternyata. Andaikan ada yang membaca surat cintaku padamu, mungkin sudah kebakar hatinya.

Saya masih belum bisa melepasmu A, serius. Saya masih ingin bersamamu. Tetapi Nona Septi pasti menggerutu kalau saya menahanmu lebih lama lagi..

Padahal Nona Septi itu seperti bayangan yang melompat keluar dari cermin buatku. Nona Septi dulu menyeret saya pada kelucuan yang sampai saat ini masih saya tidak pahami bagaimana bisa saya bermain dengannya.

A~
saya masih ingin bertemu lagi. Tahun depan. Biarkan saya melihat negeri ini berkembang bersama sejarah yang kau bawa setiap tahunnya. Apakah semakin gila para penguasa terhadap kue-kue milik rakyat. Atau justru nanti bersamamu para pemuda berjuang dengan idealismenya untuk negeri yang lebih baik.

A~
Dunia ini memang porosnya adalah uang. Semakin banyak uang yang dimiliki, maka makin banyak barang (tak berguna) yang dibeli. Uang bisa menjadi candu yang menakutkan, terutama harus menjegal iman. Idealisme mungkin bisa luntur A, bila bersebrangan dengan kepentingannya. Bagaimanapun rasa 'cukup' lah yang menjadi kuncinya.

A~
Saya akan merindukanmu. Merindukan melihat senja di pantai bersamamu. Bermain air atau hanya sekedar menjerang rembulan di cangkir. Sampai jumpa tahun depan ya. Saya bersiap menyambut Nona Septi...

Sampai jumpa
Aa~gustus tersayang. :)

Comments

  1. Si Aa~gustus emang begitu indah... Indaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah banget... :*
    sukses ya buat agustus dan bulan2 brikutnya... ^_^

    ReplyDelete
  2. Sayonara juga buat bulan Agustus. Bulan yang indah mulai dari lomba, malam tirakatan, upacara kemerdekaan, karnaval, mengenang pahlawan DLL :)

    ReplyDelete
  3. Aaa...gustusku tersayang. Selamat datang September ceriaa :)

    ReplyDelete
  4. sudah dibaca serius, kirain menceritakan si DOI.
    eh ternyata kangen dengan bulan agustus -_-

    puisinya sangat keren ^_^

    ReplyDelete
  5. Walaaah ternyata Agustus hahaha
    Banyak kenangan ya Ver sama Aa gus, semoga terulang lagi kebahagiaan di bulan2 berikutnya

    ReplyDelete
  6. Parah ah mbaver. Lah, iki aa~gustus toh. Haha

    Udah serius dan agak baper ngebacanya, menerka-nerka, sehebat apa sih aa satu ini. Lah ternyata Aa~gustus. Asem asem

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lomba Deadline Juni - Juli 2016

Jari, Onyx Asli Bojonegoro