Saturday, July 11, 2015

Harus Tetap Berjalan

Siang ini, masih saja hujan tak kunjung menyapa. Tidakkah kau tahu aku begitu rindu. Rindu ingin memelukmu. Lebaran sebentar lagi. Akankah kita bersua walau hanya dalam mimoi. Atau biasanya kau datang di pucuk-pucuk daun berayun. Aku sudah lelah, dan segera ingin kabur.

Kabur dari hal-hal yang membuatku terkukung. Dari penjara yang dibuat oleh orang lain yang tidak sesuai kesepakatan. Ah lagi-lagi aku terlalu baik. Merelakan satu - dua jam untuk menunggu. Aku sedang ingin berlari, ke hamparan rumput. Yang mana menggelitik kakiku. Atau berlarian di pasir pantai. Anginnya melambaikan jilbab merahku. Segala begitu menggoda...




Sekali lagi aku ingin kabur. Menjadi dewasa tidaklah menyenangkan. Dengan segala tetek bengek urusan yang tidak pernah kelar. Aku kembali saja padamu bagaimana, hujan?

Jangan pasang puisi itu. Aku akan menutup telinga darinya.

Kalau kau mau kuterima kau kembali
untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi

Samar-samar aku mendengar suara Na, kian lama makin memekakkan telinga. 

Hujan akan datang padamu. Tetapi bukan sekarang. Kau harus tetap berjalan di jalur tandus dan gersang ini. Akan ada masanya jalan itu akan berganti dengan rumput dan pantai kesukaanmu. Tetaplah berjalan, dan kau akan mencapai tujuan.

4 comments:

  1. Jalan ke pantai kayaknya enak, Vey. jalan2 lagi yuk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayuk mbak, tapi aku gak punya libur panjang. Apes ah.

      Delete
    2. Cuti sendiri, mbak. Aku meluu.. Huehehe

      Delete
    3. mending kalau bisa, kalau enggak? -_-

      Delete

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.