CABORU Sebuah catatan pemikiran tentang hidup dan perjalanan seorang perempuan yang suka kelayapan

Sunday, July 19, 2015

Bulan Baru Yang Merdu

Selamat Lebaran!
Mohon Maaf Lahir dan Batin Kawan!

Ini postingan pertama di bulan baru. Bulan syawal. Sambil liat bulan. Hoho. Cantik lho. Ada yang sangat spesial di lebaran tahun ini. Yey! Akhirnya berani juga untuk buka pagar, dan mempersilahkan orang lain masuk. Biasanya selalu was-was. Bener nggak ya, bener nggak ya? Akan selalu ada pertanyaan untuk itu kan?


Saturday, July 11, 2015

Harus Tetap Berjalan

Siang ini, masih saja hujan tak kunjung menyapa. Tidakkah kau tahu aku begitu rindu. Rindu ingin memelukmu. Lebaran sebentar lagi. Akankah kita bersua walau hanya dalam mimoi. Atau biasanya kau datang di pucuk-pucuk daun berayun. Aku sudah lelah, dan segera ingin kabur.

Kabur dari hal-hal yang membuatku terkukung. Dari penjara yang dibuat oleh orang lain yang tidak sesuai kesepakatan. Ah lagi-lagi aku terlalu baik. Merelakan satu - dua jam untuk menunggu. Aku sedang ingin berlari, ke hamparan rumput. Yang mana menggelitik kakiku. Atau berlarian di pasir pantai. Anginnya melambaikan jilbab merahku. Segala begitu menggoda...


Friday, July 10, 2015

Ramadhan Yang Ke Berapa?

Lagi-lagi curhat. Apaboleh buat. Ini ramadhan yang ke berapa? Saya sudah tidak menghitung lagi. Sepertinya tubuh saya beradaptasi dengan 'tanpa suntikan makanan' saat siang. Jadi rasa lapar yang menggigit itu tidak terlalu mengganggu. Walaupun tubuh sedikit lebih lemas. Tetapi bisa disiasati saja. Apalagi kegiatan saya semuanya di dalam ruangan. Jadi ya cuman duduk-duduk saja. Aih.

Ramadhan ini ada empat program yang saya ikuti. Satu program sudah selesai. Tetapi saya nggak paham. Wong bolos kok. Sampai akun dinonaktifkan saya belum membaca materinya. *payah* 

Tuesday, July 7, 2015

Buku Bercerita : Love Is Blind

Aku berjalan lurus, mengabaikan kelok kelok jalur yang mengganggu. Hingga aku lupa dengan waktu. Sudah tiga tahun lamanya aku menunggu, agar aku bisa hadir di sini lagi. Namun kesempatan itu belum tiba. Sampai akhirnya aku harus melompat pagar hanya untuk menuliskan pesan ini.


Wahai cinta yang berdiri di gerbang rindu. Tidakkah cukup suaraku untuk mengundangmu masuk. Biarkan saja, desau merayu, tetaplah berjalan ke arahku. Kan kusambut dengan pelukan hangat tanpa ragu. Akan ada banyak cangkir-cangkir penuh puisi untukmu. Akan ada banyak puding i love you untukmu. Apalagi yang tersisa selain cerita -cerita di bawah sinar purnama?

Saturday, July 4, 2015

Senorita Datang Ke pelukanku

Ada kalanya persahabatan tidak hanya di dunia nyata saja. Dengan zaman teknologi serba canggih. Kau bisa merangkul seseorang yang berada di belahan bumi lain. Lewat media sosial. Dari facebook dan hobi saya yang suka main kata-kata (baca : merayu) itu menghasilkan keluarga baru. 

Ada beberapa orang yang dulunya bukan siapa-siapa sekarang menjadi sangat berharga. Dulunya hanya mengenal nama, sekarang kepada keluarga mereka juga. Dulu hanya bertegur sapa ala kadarnya, sekarang tempat curhat segala macam rupa. Ah kadang manusia itu benar-benar menarik. Asal ada komunikasi, salaing berbicara semuanya bisa menjadi teman. Uhuk.