Partikel Menculik Saya Ke Dunia Ufo

 Hobi membaca saya lagi turun. Kalau sekarang disebut kutu buku? Aihh malu. Wong sebulan paling mentok cuma habis satu buku. Kalau dulu satu bulan bisa sampai beberapa judul buku, komik. Sekarang seolah-olah membaca kegiatan yang membutuhkan banyak waktu. Belum ada buku yang memaksa saya untuk menikmatinya. Apalagi membawa ke dalam dunianya.

Dan kemudian , seorang kawan merekomendasikan karya Dee. Partikel dan Gelombang. Saya belum membaca edisi sebelumnya. Mulai dari Ksatria dan Bintang Jatuh, Akar, Petir, apalagi? Hehe. Awalnya sih gak terlalu berminat. Bahas ufo-ufonan. Tapi setelah beberapa lembar baca Partikel, saya jadi keterusan. Partikel berhasil menculik saya ke dunia Ufo.Yuhu!
pinjem dari goodreads




Ini masalah pendidikan, Zahra dididik oleh ayahnya sendiri. Tidak masuk ke sekolah formal. Karena Faris, ayahnya Zahra tidak setuju dengan sistem sekolah formal yang hanya memfokuskan pada hafalan, hafalan dan hafalan. Faris merupakan salah satu orang tersoshor di kampung, di kampus. Tidak ada yang berani mempertanyakan keputusannya kecuali keluarga.

Fungi membuat Faris jatuh cinta. Buatnya seluruh kehidupan dimulai dari fungi. Fungi adalah makhluk hidup yang bisa hidup, tahan banting, dan bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Zahra yang masih kecil diajak keluar masuk kebun, belajar di alam singkatnya. Segala ilmu ditransfer langsung dari Faris ke Zahra.

Semuanya berubah ketika Faris menemukan salah satu jenis fungsi yang menyita seluruh pikirannya. Hingga mengabaikan tanggung jawab, keluarga dan kesehatannya. Posisi Zahra di antara dunia ayahnya dan dunia normal. Eits, normal koyok opo sih? :D

Puncaknya masalah Faris menghilang, seluruh dokumen milik Faris di bawa ke kantor polisi. Bahkan buku harian ayahnya dibakar oleh ibunya. Zahra memulai hidup normal, tetapi dalam hatinya dia bertekad menemukan ayahnya. Di manapun. Hubungan dengan ibunya pun memburuk. Zahra memilih hidup di luar. Bekerja sebagai guru bahasa inggris.

Sedangkan pada edisi Gelombang , tentang Alfa. Thomas Alfa Edison, panggilannya Inchon. Dia mengalami insomnia yang parah. Bertahun-tahun lamanya dia tidak pernah tidur nyenyak. Bukan karena tidak bisa tidur melainkan takut pada alam mimpinya. Seolah-olah mimpi itu akan membunuh Alfa. Pencarian makna mimpi pun dimulai.

Ada beberapa hal yang saya cermati di Partikel. Dee menyinggung masalah pendidikan di negeri kita, yang masih serupa mesin pencetak penghapal. Bukan tenaga ahli. Haiya. Namun Dee juga memaparkan bahwa ada yang terlewat di dalam pendidikan ala Faris, si genius. Pendidikan agama. Melalui Zahra kita akan belajar sudut pandang baru, tentang agama, tentang pendidikan, tentang cinta. Eaa...

Masalah manusia tetap sama. Paling ya itu-itu saja. Tetapi selalu menarik untuk dibahas. Misalnya Zahra. Dalam kehidupannya dia berusaha menemukan rumah. Bukan hanya bangunan, bukan pondasi beratap. Tetapi rumah yang bisa membuatnya nyaman dan senang berada di dalamnya. Ketika orang-orang normal berusaha hidup dengan nyaman menerima apapun tanpa mempertanyakannya, Zahra sebaliknya. Kalau dalam film tri idiot, seperti tokoh Si Rancho. Bergerak bebas di dalam sarang singa. Apa sih perumpamannya.

Hubungan antar manusia pun menjadi rumit, ketika Zahra harus mengalami cinta kemudian pengkhianatan. Dan kemudian dimentahkan oleh salah satu temannya. Cinta orang dewasa itu simple. Tidak terlalu mengikat. Kalaupun hubungan itu tidak berhasil, boleh sedih kemudian bangkit lagi alias move on. Bukan terjebak di kegalauan. Nyindir gue nih. :v

Balik lagi ke alur cerita, Zahra menemukan orang-orang baru. Tidak memiliki ikatan darah apapun dengannya. Bahkan mengenal mereka pun cuma beberapa hari, tetapi dia bisa mempercayai mereka. Yah, memang manusia itu kan menarik. Ikatan emosional bisa lebih berarti daripada sekedar hubungan darah bukan?

Overall saya suka karakter Zahra. Perempuan mandiri. Kuat. Bukan menye-menye seperti tokoh di film India, nangis mulu. Melalui Zahra kita akan melihat persepsi baru mengenai kehidupan. Bertahun-tahun mencari sosok ayah atau apapun yang menghubungakan dengannya ditelusuri satu persatu. Sampai ke belahan dunia yang tak pernah diketahuinya.

Lantas apa hubungannya dengan judul novelnya Partikel. Partikel adalah kode nama untuk Zahra. Zat terkecil setelah atom kan? Bener nggak? Orang kimia betulkan saya kalau salah. :D

Partikel menculik saya ke dunia ufo. Mengetahui benda-benda bersejarah yang dibangun untuk kepentingan tertentu. Dengan sudut dan bentuk yang unik. Yan bahkan teknologinya masih membuat kita kagum. Juga ada crop circle, jadi inget crop circle di Jogja ya? Yang rupanya kerjaan mahasiswa iseng. Dan juga tentang dunia spritual yang ditempuh untuk menemukan dunia baru.

Walaupun saya tidak terlalu mempercayai adanya Ufo, bukan berarti saya tidak menikmati kisah tentang ufo. Siapa tahu ada ufo turun ke depan rumah saya dan memperbaiki otak saya yang rada dedel ini. Kemudian jadi super. Ea seperti Rohit dalam film Koi Mil Gaya. *ketauan suka film india* Nggak harus jenius-jenius amat kayak Rohit, minimal bisa lah membantu dalam memahami banyak hal yang penuh misteri. :D

Masalah Spiritualisme, ilmu apaan sih ini? Gagal paham nih. Mungkin ada hubungannya dengan pencarian Tuhan yak. Saya pernah ngeyel sama Mas Toh soal ini. Kenapa ada orang yang menganut atheis. Beberapa pertanyaan acak saya ajukan menganai konsep ini. dan jawabannya adalah...
"Pengalaman masing-masing manusia dengan Tuhan itu berbeda. Belum tentu pengalamanmu dengan saya sama. Pasti berbeda. Kenapa harus menyalahkan orang lain atas pengalaman pribadinya. Tidak perlu memahami cukup menghormati dengan pilihan mereka."

Kata-katanya sih, enggak persis seperti itu. Tetapi intinya begitu. Jadi inget pernyataan menteri soal warung harus tutup siang hari menghormati yang puasa. Saya dulu juga berpikir begitu. Lucu ternyata yak.

Karena menurut saya yang sekarang, kalau hanya melihat orang jual makanan kita marah-marah. Berarti puasa kita buat apa? Puasa kan melatih sabar. Harus belajar sama emak-emak di rumah deh. Emak-emak ini nggak jualan, malah yang masak untuk berbuka. Tapi apa emak-emak ini puasanya akan batal? Hihi. Sepertinya enggak. Justru anak-anak belajar dari emak-emak. Yang walaupun masak tiap hari, bahkan untuk berbuka, puasa mereka tetap Full. Kecuali pas datang bulan.

Hal ini juga saya alami sendiri. Waktu saya puasa senin kamis. Adik saya makan mie instan dengan nikmatnya. Apa saya tergiur? Mungkin sedikit, tetapi puasa tetap jalan terus. Pada akhirnya saya memahamu bahwa puasa, itu ya dikuatkan niatnya. Kalau niatnya udah bener, apapun makanan yang ada di depan (pas puasa) pasti enggak bikin ngiler. Insya Allah. Kalau perut bunyi, ya normalah. Namanya juga puasa, lambung gak dapat giliran menggiling makanan seperti biasa.

Jadi menurut hemat saya, nggak perlulah menghalangi rejeki orang lain. Cukup kuatkan tekad. Pasti bisa!

Di dalam Partikel pun begitu, sering kali ajaran agama bersebrangan dengan ilmu pengetahuan. Tetapi bukan berarti  tidak ada jembatan yang menghubungkan di antara keduanya. Bukti Eropa sudah keluar dari zaman kegelapan.Tinggal kita mencari jalur yang benar saja.

Buat kalian yang suka sama Transformer kan ada ufonya tuh, pertanda-tanda benda dan bangunan yang diduga milik alien, alias Recepticon. (bener gak sih tulisannya?) Di Partikel juga ada. Dan kamu akan diculik ke dunia ufo. Sama seperti saya.

 



Comments

  1. Belum sempat baca partikel, kayaknya seru ya mba ceritanya,,
    Saya cuma baru baca buku bintang jatuh dan akar saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku malah belum baca tiga buku sebelumnya. hehe

      Delete
  2. saya juga lagi menurun banget hobi membacanya. Apalagi bacaan yang berat-berat :D

    ReplyDelete
  3. Selalu suka dengan tulisan Dee. Tapi sekarang, lagi susah untuk baca. Huhuhuhuhu.... *malah curcol*

    ReplyDelete
  4. kayaknya seru juga ya ubtuk dibaca,, kok sama sih mbak saya juga lagi males membaca :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya seru loh. membuka wawasan baru soal agama dan pendidikan kita.

      Delete
  5. Aku suka pendapat Vera soal menghargai orang saat puasa. Aku juga berpikir sama :)
    Oiya, mumpung masih muda mesti banyak-banyakin baca, Ver. Ayo lawan malasnya. Nanti kalo udah nikah, apalagi punya anak, membaca novel bakal jadi kemewahan ^^ *mendadak curcol*

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah begitu ya, kalau sudah menikah bakal susah untuk me time. yosh,, harus banyak membaca

      Delete
  6. Aku belum baca buku Dee yang ini, Vey. Kalo ga salah ada yg bilang bahwa Dee membahas agama di bukunya karena dia juga sedang 'mencari' Tuhan. Entah benar atau ga. Tapi biasanya 70% tulisan orang adalah yang dia alami dan serap di lingkungan nyatanya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro