Wednesday, May 20, 2015

Gimana Caranya Jadi Penulis Skenario?

Apa impianmu adalah menulis buku atau menulis skenario? Kalau buku sih udah biasa yak, tetapi kalau skenario? Hemm...

Skenario menurut kbbi adalah rencana lakon sandiwara atau film berupa adegan demi adegan yg tertulis secara terperinci. Singkatnya Naskah yang akan dipentaskan. Skenario berbea dengan cerpen atau novel. Karena Skenario lebih menuntut untuk divisualkan. jadi tidak serta merta bisa difantasikan seenak jidat aja.


Perbedaan yang paling mencolok dari penulis skenario dan cerpen adalah bentuk naskahnya. pernah liat naskah drama ka? Iya seperti itulah. Tidak semua adegan yang ada di cerpen atau novel bisa dibikin skenarionya. Jadi wajar saja kalau hampir setiap film yang berdasarkan novel selalu berbeda dengan imajinasi kalian , temans.

Lagipula, bayangkan saja berapa tuh durasi film kalau seluruh adegan di novel dimasukkan?? Berapa bujetnya? :D

Menurut Rachmawati, penulis skenario film, perbedaan penulis skenario dan penulis cerpen/novel pada pengeluaran konsep pemikirannya. Penulis skenario harus mampu mentransformasikan konsep yang ada di pikirannya pada crew di lapangan untuk diwujudkan dalam bentuk visual sehingga apa yang dimaksud oleh penulis skenario bisa ditangkap oleh audiance / penontonnya secara optimal. Sumber 

Ada beberapa istilah yang harus kamu tahu kalau ingin jadi penulis skenario.Salah satunya adalah Scene. Ada juga Nomer Scene.
Contoh ;
      2.   EXT. JALANAN DEPAN MASJID KAMPUNG – SIANG

 2. => Ini yang disebut dengan nomor scene.
Scene adalah bagian dalam scenario yang menerangkan kejadian apa yang terjadi di tempat itu.
Gunanya nanti, dalam penggarapannya, kru film akan memecah-mecah script lalu diklasifikasi berdasarkan scene-scene yang lokasinya sama. Lantas waktu shooting akan digarap dalam satu waktu. Nanti waktu edit baru disambung-sambung lagi sesuai urutan yang ada dalam scenario.

Ada juga istilah EXT dan INT. Istlah ini untuk menunjukkan di ana gambar di ambil. Di dalam ruanagan atau di luar ruangan.
EXT atau INT
contoh

2. EXT. JALAN KAMPUNG DEPAN MASJID - SIANG

2. => no scene 

EXT => singkatan dari exterior, maksudnya adegan ini terjadi di luar ruangan.
atau
INT. => singkatan dari interior, maksudnya adegan ini terjadi di dalam ruangan.
Terus kalau sudah punya naskah skenario dikirim ke mana? Ya dikirim ke Ph donk. Production House. Yah semacam Sinemart, Frame Ritz dan lain-lain. Kalau kamu punya channel ke ph nya. Tawarin ke mereka tulisan kamu. Siapa tau mereka tertarik. Tetapi kalau tidak punya, mungkin bisa dititipin di kantor, minta tanda buktinya. Namun menurut Mbak Rachmawati, hal itu rawan loh. Takutnya ide kamu dibajak oleh mereka. Who knows...

Oh iya ini ada hal yang menjadi perhatianku seputar perfilman kita. Secara aku sudah jarang nonton televisi kecuali pas sore, liat Naruto. :D
Hiburan kita isinya sinetron semua. Tidak mendidik lagi, dan bla..bla... Bila terus saja mengeluh, anak kecil juga bisa. Ayuk buktikan kamu bisa menjadi penulis yang cerdas. Yang mampu membuat cerita cerdas yang bisa dinikmati oleh kaum mudanya. Dan bukan semangat borjuis yang diagungkan. Tetapi perlu diketahui pihak PH pun akan memperhitungkan nilai jual naskahmu loh. Apakah layak difilmkan dan menguntungkan atau tidak. Galau kan? :P

Gimana? Masih pingin jadi penulis Skenario. Daripada pusing, ada jalan khusus loh. Yaitu kalau kamu ikutan preview Film Hagesu yang diadakan oleh Mbak Rachmawati ini, bila menang kamu akan dapat kursus untuk menulis skenario lho. Tentunya nanti naskahmu akan dibantu untuk masuk Ph. Gimana tergiur nggak? Impian jadi penulis skenario ada di depan mata loh. Tunggu apa lagi? Yuk ikutan!


 Untuk ikutan lomba preview Film Hagesu, sertakan link blogmu yang memuat postingan preview ke sini.

Beberapa materi mengenai skenario, saya ambil dari grup facebook Menulis Scenario Yuk. Masih ada banyak materi lain mengenai cara membuat skenario di sana. Gabung saja, dan sikat seluruh dokumen yang buat oleh Mbak rachmawati. Kemudian untuk liat siapa sih Mbak Rachmawati ini, ini facebooknya.






31 comments:

  1. Masih nggak ngerti sama skenario film
    emang beda banget ya caranya dengan nulis cerita biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. beda donk...
      kan kalo cerita biasa, bisa kuat di deskripsi panjang lebar. Kalau skenario enggak, lebih ke adegannya.

      Delete
    2. masalah kebiasaan menuangkan imajinasi aja kok. Kalo semua sulit, sampai sekarang pasti nggak ada yang jadi penulis skenario. Berarti nggak sulit. :D

      Delete
  2. Nah, hal begini nih yang nggak aku ngerti. Temen penulisku ada yang baru lulus kuliah, dia kerja di Trans TV jadi penulis skenario. Dan itu impian dia. Enak banget ya kayanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, dream comes true. Itu keren!
      enak kah jadi penulis skenario? enggak juga loh. serius deadlinenya ketat banget. hahaha

      Delete
  3. wah.... asli gue baru tau tentang bahasa2 beginian.
    ternyata jadi penulis skenario itu ribet juga yak...
    ext, int. hmm......
    hahaha, masih nonon naruto toh. emang masih legend yak itu anime~

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ribet, tapi seru kalaiu yang suka. :D

      haha daripada aku harus nonton sinetron, mending mlipir di Naruto aja. :D

      Delete
  4. wah, gue dari dulu pengen bisa nulis sekenario.

    Tapi memang sih, untuk menjual sekenario enggak gampang.

    btw, kalo FTV gitu suka nerima sekenario gitu enggak yah?
    boleh dicoba tuh bikin sekenario FTV. Ya jangan film dulu lah, yang awal awal aja dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada juga sipnosis. hehe. Belum disebutin di artikel ini. Kalau FTV biasanya menerima sinopsis. kamu gabung di grup aja yak. lebih lengkap infonya di sana. :)

      Delete
    2. Oh gitu mba? mkasih bnyk infonya. sy sudah gabung di group. hehe

      Delete
  5. Nulis Skenario,ya?

    Aduhhh, emang ini bagian paling sulit dibanding nulis novel. Sebagai mantan sutradara di Short Movie dulu. Zaman-zamannya masih sibuk di dunia videografi, gue emang mengacungi 4 jempol buat penulis skenario. Gue sendiri, sebagai sutradara, ngerasa kadang skenario gue gak pernah sejalan sama hasil visualnya. Itulah, yang menyulitkan.

    Kalo hanya beberapa penggal kata? Itu mudah. Tapi, kalo skenario dalam film. Ya Tuhan, itu panjang banget. Bisa lebih tebal dari novelnya.

    Buat yang mau belajar nulis skenario, gue bener2 acungi jempol buat semangat kalian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuah kakak, pengalamanmu banyak yak. keren!

      iya karena durasi skenario itu satu menit sama dengan satu halaman. Hahaha. Makanya panjang~ :D

      Delete
  6. Gue masih belum paham mbak. Nulis skenario film itu mirip sama nulis teks drama gak ??. Soalnya kelas gue pas ikutan lomba film kemarin nulisnya cuman asal-asalan. Yang penting jadi :D
    Nyoba liat Festival Film Hagesu aahh... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hampir mirip sih, tetapi drama biasanya masih ada deskripsinya. dan aku rasa nggak ada keterangan ext int kan? tetapi pada dasarnya lebih ke adegannya sama. :)

      ayuk ikutan juga yak

      Delete
  7. Kayaknya nulis skenario lebih rumit ya. Nulis cerpen aja belum lancar banget. Tapi kayaknya asik juga belajar nulis skenario. Tapi kayaknya kalo aku belajar sendiri kurang bisa, harus ada pembimbingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya makanya ikutan festifal film hagesu ya. kan ada hadiah kursus gratis nulis skenario nya. :)

      Delete
  8. Wah, kayaknya seru nih jadi penulis skenario. Temen-temenku udah ada sih yang ikut bikin vlog gitu, akting mereka lumayan lah. Rencananya juga kami mau bikin film pendek buat kenang-kenangan nantinya. Mungkin kalau bisa bikin skenario, nanti pasti film pendeknya bakal lebih keren nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seru Ki. Harus banyak belajar. Karena banting setir dari cerpen ke skenario pasti kagok. Tapi bukan berarti nggak bisa kan?

      Delete
  9. wah nulis skenario ini kayanya masih jauh dari radarku, deh. Soalnya nulis biasa aja masih bingung mau kaya gimana hahaha..
    Menurutku, kalo udah bisa nulis banyak novel, baru bisa terlatih untuk nulis skenario sendiri. Levelnya lebih sulit daripada nulis novel kan? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak juga. Mbak Rahmawati malah nulis skenario dulu dan bukannya novel. Ah yang penting gimana mau beradaptasi aja kok. :)

      Delete
  10. Nulis buku sendiri aja udh mabok
    apa lagi nulis skrenario ya
    duh makin pusing aja..
    tpi kalau udh terbiasa nulis mungkin sangat gampang untuk nukis skrenario

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju. Buku sendiri belum kelar... haha
      Tapi kalau niat pasti bisa kok. Semangat!

      Delete
  11. Untuk nulis skenario, harus bener bener suka dulu sama bidang itu, siap kejar kejaran sama deadline.. Alias mabok, nulis naskah buat buku aja ga selesai selesai, apalagi nulis skenario, -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung skenario apa dulu. Kalau sinetron ya jelas. Haha. Deadline tiap hari. :D

      Delete
  12. Dari dulu nulis naskah buku aja belom selesai-selesai, apalagi nulis skenario.. bisa cepet botak rambut depan aku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muahaha. Makanya ayo dikelarin nulis bukunya. Semangat!

      Delete
  13. Salut ya ama penulis skenario, menulisnya harus lebih detil dari cerita biasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kebalik mbak, justru nulis skenario enggak begitu detail soal ruangan dan suasana. Cuma di tulid di dalam ruangan atai di luar. Marah atau sedih dll cuma begitu aja.

      Delete
  14. Kalo di Indonesia, kebanyakan FTV yang laris ya, Vey. Kalo film butuh budget lebih besar biar skenario bisa diwujudkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya tergantung skenario macam apa yang bakal diwujudkan mbak, menurutku sih ya. Kalo fantasi ya jelas mahalnya.

      Delete

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.