Perempuan dan Layangan Putus

Layangan itu kian terbang tinggi. Meliuk-liuk di birunya langit. Mengikuti kemanapun angin membawanya. Termasuk ikhlas pada saat ia harus sobek dan terjebak di sebuah ranting. Ataupun dia harus diburu oleh beberapa anak laki-laki yang menginginkannya sebagai mainan baru. Bila ditangkap oleh seorang bocah, dia pun hanya bisa diam dipermainkan. Dipatahkan kedua bilai bambunya, disobek-sobek seluruh tubuhnya. Layangan putus itu bisa apa?  Berteriak dengan diam?
Beruntunglah perempuan tidak perlu mengalami hal yang sama seperti layangan putus. Ketika dia dihadapkan beberapa pilihan yang menyulitkan, perempuan tetap punya pilihan hatinya sendiri. Termasuk di dalam urusan pernikahan. Bukan berarti perempuan yang masih jomblo tidak memikirkan soal pernikahan. Apalagi bila perempuan tersebut sudah dikatakan pantas menikah.

Lebih sialnya lagi bila harus mendengar pertanyaan, "kapan menikah?", " kapan nyusul?"
Mungkin orang yang tersebut akan ditenggalamkan dalam laut siberia. Di dalam pikiran perempuan tersebut. Ahaha. Tetapi lebih sering juga akan mendapatkan jawaban senyum dan mohon doa. Terserah kau memilih yang mana.
Seorang sahabat saya dengan bijaknya menenangkan hati saya seperti ini.
"Pernikahan itu rejeki. Tidak bisa dipercepat, atau diperlambat. Masalah jodoh itu Tuhan yang mengaturnya. Tetapi kita memang harus berusaha untuk menemukannya."
Haiyaa...
Pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa digampangkan. Apalagi terkait calonnya. :P
Mungkin bagi beberapa orang, pernikahan itu berdasarkan cinta. Atau yang sering terjadi adalah pernikahan untuk menutupi aib. Naudzubillah....
Apakah saya menyerang mu dengan anggapan ini? Percayalah saya juga perempuan yang sudah pada jatuh tempo. Tetapi bagaimanapun saya berusaha berpikir jernih. Hidup itu tidak berakhir ketika pertanyaan 'Kapan Nikah' terus menggema. Bersabar lagi. Bersabar lagi, Hahaha.
Beberapa orang terdekat saya akan menikah. Alhamdulillah, semoga saya segera menyusulnya. Eh tetapi ada impian saya yang masiih jauh sekali. Bahkan saya hampir lupa. Dan saya sampai malu, karena seorang teman menyinggungnya. "Nanti kalau jadi tinggal di Australia. Sekali-kali ajak saya main ke sana yak," ujarnya dengan penuh senyum. Saya memukul pelan bahunya. Siaaaalll. Kenapa harus salah kirim ke ini bocah yak. Impian saya yang paling tidak real. Tetapi saya tetap berucap, Amiin. Apalagi yan harus saya katakan selain itu??

Dan untuk perempuan-perempuan di luar sana. Tidak ada yang bisa memaksamu untuk menikahi seseorang, bila kau tak menginginkannya. Termasuk di dalamnya adalah orangtuamu. Namun bukan berarti kau bisa menjadi anak durhaka. Jelaskanlah apa yang kau inginkan, jelaskan lelaki macam apa yang kau inginkan untuk jadi suamimu. Karena kau yang menjalaninya. Maka pikirkanlah sebaik-baiknya.
Jangan seperti layangan putus, yang terombang-ambing. Perempuan harus punya idealis tinggi. Apalagi termasuk masalah kehormatan. Kita tinggal di dunia timur, yang mana 'harga' perempuan dijunjung tinggi. Bukan maksud saya untuk menghina orang-orang berpikirian liberal. Percayalah saya berusaha menghormati. Namun jangan melakukan hal bodoh atas nama cinta. Karena cinta yang sebenarnya adalah menjaga dan melindungi perempuan. Bukan merusaknya.
Kenapa harus mempertahankan lelaki yang tidak baik?
Padahal kau tahu, dia berusaha merayumu secara perlahan. Pertama mulai dari gandeng tangan, peluk cium, lepas jilbab, mengajak main sampai tengah malam, kemudian ingin tidur di sampingmu. Nah lo... Apakah alarm mu tidak berbunyi?
Mungkin kau mendengarnya. Tetapi mengabaikannya. Kau berjuang demi rasa cintamu padanya. Oh ayolah... berhenti sejenak, dan lihat langkahmu ada di mana? Menjauhlah darinya sementara, dan lihatlah kehidupanmu sekali lagi. Apa yang sudah berubah? 

Are you sure,  he will be good husband?
Are you sure,  he does not hit you when he is drunk?
Are you sure, he will give you happines?
Are you sure, he will be great father for your kid?

While you keep your precious in your life, your men slowly asked them. When you want to close with your Lord, he asked you hang out until midnight. When you should sleep in your room then he want you sleep with him. But you have not yet marrried with him. What should i say to you? Just open your eye, guys! You have right to protect your future. Your price. Your life. You have right.

Comments

  1. Aku setuju banget, Mbak "Jangan seperti layangan putus, yang terombang-ambing. Perempuan harus punya idealis tinggi. Apalagi termasuk masalah kehormatan. Kita tinggal di dunia timur, yang mana 'harga' perempuan dijunjung tinggi."

    Bukannya saya mengolok kaum yang tergila karena cinta, saya justru miris. Cuma saya nggak mau aja jatuh nyusruk karena cinta. Cinta itu harusnya jadi komitmen yang menguatkan, bukan membuat lemah tak berdaya dan menjadikan diri sepele dan bodoh. Jadi, untuk apa jatuh terperosok kedalam cinta seperti cerita Romeo atau Laila Majnun?

    Tapi, menurut saya pernikahan itu landasan utamanya adalah visi hidup yang sama, selanjutnya, bicarakan misi dan hal-hal yang berkaitan dengannya *duuh gimana ya jelasinnya* intinya, saya juga sebenernya anak perempuan yang berumur baru nyundul2 20 tahun, suka sebel kalau ditanya kapan nikah? Oh... ini bukan masalah sya masih muda atau belum terlalu memikirkan.

    Saya memikirkannya juga kok, apalagi saya perempuan yang punya mimpi make the real beutiful family culture. Tapi, biarkan cinta saya nanti saya limpahkan kepada "Ia" yang menghormati saya sebagai perempuan dan punya visi yang sama dalam kehidupan. Menjadi hamba yang baik.

    Meski dari sekarang selalu diledek, kapan punya pacar? Masa kalah sama yang qzsexdfgvh? atau temenu udah nikah... temenmu udah tunangan dll, santai saja... saya ingin memantaskan diri dulu, nanti kalau sudah pantas, Allah juga kasih kok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, miris iya. karena cara pandang kita sama melihat fenomena itu miu. Cinta Layla dan Majnun itu nggak perlu dilestarikan. Entah dari mana rasa romantis kalau keduanya itu mati? ya kan? :D

      Visi dan Misi ya miu, iya itu isa dilihat dan diobrolkan dengan yang bersangkutan. kalau udah cocok. (sejauh ini belom :v)

      iya, kadang capek diledekin. tapi yaudah lah, sabar ajah. :P
      insya allah kalau kita udah siap pasti jodoh akan datang kok.

      Delete
  2. untuk kehidupan yang lebih lama, utk kebersamaan yg lebih lama..tentu haru memilih yg terbaik.. Salam Kenal

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro