Friday, November 14, 2014

Launching Atas Angin - Bojonegoro

Seperti yang pernah saya janjikan pada postingan sebelumnya, akan ada postingan khusus seputar Launching Atas Angin. Uhuk, acaranya sih 28 Oktober kemarin. Udah hampir sebulan ternyata. Dan baru dibikinin sekarang? Semoga belum basi. Hihi.

Perlu pembaca Caboru ketahui, Atas Angin sebelumnya adalah majalah yang digagas oleh komunitas Sinsikat Baca. Tema besarnya seputar sastra dan budaya. Semacam Horison begitu. Semoga kedepannya bisa begitu. Amin.Sebelum Atas Angin, ada Baca. Nah Atas Angin ini adiknya. Bila Baca dipegang oleh senior-senior. Maka Atas Angin dipegang oleh kaum mudanya.



Atas Angin sendiri sudah terbit 5 edisi. Berbentuk majalah. Harganya murah meriah. Edisi 5, yang berjudul Nol Cerpen cuma 6000 aja. Murah kan yak? Namun karena ada beberapa kendala. Format Atas Angin diubah menjadi bentuk buku. Alasannya? Biar lebih elegan donk. Hohoho. Nah perubahan bentuk inilah yang dirayakan. Acara ini disatukan dengan diskusi bersama Gola Gong dan Mas Timur dalam Membaca Puisi.

Untuk konsep acaranya sederhana sih. Ada pembukaan launching Atas Angin oleh Danial Arifudin, selaku pimpinan Redaksi Atas Angin. Disusul pembacaan cerpen Pedro oleh Vera Astanti. Selanjutnya pembacaan puisi Intadirkha oleh Mbah Udin. Dan yang terakhir ditutup oleh Sinta. Namun karena kita kedatangan teman-teman dari berbagai komunitas. Seperti Rumah Dunia, juga ikut memberikan beberapa penampilan, ada juga stand up komedi dan lain-lain.

Setelah itu dilanjut diskusi tentang puisi dimoderatori oleh Aw. Dengan tiga nara sumber yaitu Mas Timur, Anas Ag, dan Gola Gong. Diskusi dibuka dengan menarik oleh Mas Timur. Mengenai kata atau bahasa bisa sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Kemudian Mas Dadang, salah satu audience juga memberikan wawasan bagaimana di sebuah negera ada larangaan tertentu terhadap sebuah kata. Ancamannya tidak tanggung-tanggung Mati ditembak sniper. (Saya lupa negara mana). XD

Ada beberapa hal yang tidak saya lupa dengan acara ini. Rumah Dunia memberikan sindiran yang halus. Bagaimana Gola Gong sudah dua kali berkunjung ke Sindikat Baca. Sedangkan kami, belum sekalipun kesana. Mungkin Sindikat Baca bisa mengadakan acara juga seperti ini di Rumah Dunia. Duh. tantangan itu akan segera kami jawab. Nabung dulu tapi. Diagendakan enam bulan ke depan. 

Dan ini dia dokumentasinya. Semua foto credit dari Mas Afif. 










 Kenapa yang terakhir tidak ada saya di sana?
uhum.. karena saya sudah pindah ke dalam rumah baca dan tidur. Sungguh terlalu. :D

Terakhir promosi donk.
Untuk teman-teman yang menginginkan Atas Angin Vol 6. Membaca Wayang. Bisa mengirimkan email ke egizha@gmail.com
Dengan Harga 25.000 belum ongkos kirim.
Ayoo diborong. :D :D
 



Sesungguhnya saya bukanlah penulis. Bila ada yang mengatakan saya seorang penulis maka tulisan itu hanya saya lebihkan dan saya kurangkan. (Pedro karya Alex R. Nainggolan)


14 comments:

  1. kirain yang jadi tukang fotonya :)

    ReplyDelete
  2. Dan terbangun pas sesi makan malam ya kakak.. :D
    Kangen bisa bikin acara kayak gini lagi :')

    ReplyDelete
  3. Hebat yaak :D Yang awalnya cuma dari majalah bisa langsung dibukukan :D

    ReplyDelete
  4. Kok jadi bagus gini, berawal dari majalah dan dibukukan. Tjakep deh. Sukses terus ya. :)

    ReplyDelete
  5. Salah satu komunitas sastra yang keren nih, nggak kebayang gimana caranya membaca wayang, soalnya sampe sekarang saya cuma biasa menonton wayang hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepertinya perlu membaca Atas Angin untuk informasi selengkapnya. hoho

      Delete
  6. alhamdulillah ya ada fotoku dibelakngnya ... :) eh desain kaosnya yang baru mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi. iya ada wajahmu nyempil di sono. Beluum jadi. Tunggu yak ^^

      Delete
  7. wah, keren ada acara seperti itu dan kamu termasuk di dalamnya...semoga sukses selalu ya biar bisa bervolume volume dan berkembang! :D

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.