Straightforwad Aja

Hai, pernah nggak menemui cerita-cerita yang kita 'sayangkan' kenapa harus demikian. Dan kadang-kadang itu kejadian yang sepele, tetapi bisa menimbulkan percikan kemarahan.

Straightforwad Aja. Yang artinya menurut google translate adalah mudah, jujur, terus terang, polos, terangan-terangan. Dan kata ini aku dapat dari mangaonline. Beberapa bulan ini kan saya kecanduan manga online. Mengkhatamkan banyak komik sampai chapter terbarunya. :P

Dan kata ini keluar dari mulut saya , waktu ada kegiatan pentas seni di Bojonegoro. Yang mana si kakak mau kenalan sama temannya temen. Sebut saja Si Mbak-mbak Cantik. Tapi nggak berani. *evil laugh*
Karena saya menyadari bahwa si kakak nih pingin kenalan tapi malu, saya godain ajah. Saya kenalan lah sama Si Mbak Cantik ini, tanya nama dan kegiatannya. Yang ternyata dia lebih muda dari saya. *berasa muka imut*


Dan semua kakak-kakak cowok di sana itu cuma menimpali gitu, tetapi nggak berani kenalan langsung. Dan saya jadi penghubungnya. *pasang muka badak*
Saya ajaklah si mbak cantik ini kenalan sama para kakak cowok itu. Kemudian barulah ngobrol ke sana kemari. Tetapi si kakak yang ini juga gak berani deket-deket gitu. Duduknya di samping saya. *tanpa nama loh, jangan manyun yak, kalo baca cerita ini*

Saya godain aja. 
"Masa nggak berani sih, masa harus aku yang ngawalin dulu~"
"Lah kamu yo kudu ngerti kodenya toh Ve`"
*kode apa coba?*

"Straightforwad Aja deh."
"Hahaha."

Dia sih cuma ketawa-ketiwi ajah. Tetapi barangkali udah jenuh yak, karena tiap kali saya godain begitu, kali ini dia menjawab.
"Emangnya pemain sepak bola, kok pakai Straightforward-Straightforwad an."
Dan saya berpikir kata ini juga cocok untuk kasus yang kedua. *berlagak jadi detective*
Di dalam media sosial, di dalam forum, di dalam pertemanan, ada beberapa hal yang punya aturan tak tertulis. Misalnya saja, rahasia berdua jangan dibocorkan, bener kan?

Sayangnya tidak semua teman memiliki pandangan yang sama dengan cara saya. Uh~ kadang-kadang juga bingung ngadepinnya. Saya sering mendapati orang yang membeberkan sebuah masalah internal di muka umum. Di media sosial milik orang lain lagi. Aduuuh, saya pernah menegurnya di inbox. Lucunya, dia malah tanya kenapa? 

Ehem cara pandang yang berbeda yak...

Ada cerita fiksi yang semoga menginspirasi yak...

"Halo Mumun, aku mau pinjem uang yak, dari kas negara. Boleh kan?"
"Di buat apa?"
"Ini ada kebutuhan yang sangat mendesak Mun, boleh yak?"
"Apa kebutuhannya?"
"Pergi ke toilet, udah kebelet nih."
"Oh itu urusan yang sangat gawat. Ini uangnya. Cepat selsaikan misimu."
"Siap kapiten!"

Waktu berlalu ~ saatnya rekap-rekap catatan keuangan.
"Ehem, Mumun, ini ada selisih uang. Kemana yang segini?" tanya Presiden.
Si Mumun mencoba mengingat-ingat. "Oh iya, di pinjem si Mimin."
"Coba ditanyakan ya."
Mumun mencoba menghubungi Mimin. Tetapi Mimin tak kunjung menjawab teleponnya. Mumun muntab. Bagaimana sih, mau rekapan data, malah orangnya ngilang, bagaimana pertanggung jawabanku ini sama Presiden. 
Kemudian Mumun memosting di forum Negara Fiksi. 
"Tadi saya ditanyain Presiden mengenai keuangan negara. Tolong yang bersangkutan, yang meminjam uang, segera sadar. Saya sudah capek mengurus keuangan, saya tidak mau nama negara fiksi ini jelek karena kalian yang bandel membayar. Bagaimana pertanggungjawabannya?"

Banyak anggota yang membicarakan persoalan peminjaman uang ini. Dan bertanya-tanya siapa yang sudah meminjam tanpa mengembalikan.

Sedangkan di lain tempat.
Mimin yang tangan kirinya terpasang inpus. Hidungnya pun terbungkus selang oksigen, menitikkan air mata."Aku harus segera membayar, tetapi tubuhku tidak bisa digerakkan. Bagaimana ini?"
Dia melihat dengan mata nanar, hapenya yang hancur berkeping-keping.

Well, semoga nggak ada yang nangis baca cerita fiksi di atas yak. Bagaimana menurut Anda? Apa kaitannya dengan Straighforwad Aja?

Hihi, saya menyangkan sifat si Mumun yang terlalu tidak tahu diri. Lebih tepatnya "TEGA" membocorkan urusan antara dia dengan Mimin. Apakah ini indikasi dari Straightforwad Aja? Hem...

Straightforwad Aja saya dimaksudkan di sini bukan main buka-bukaan di tempat umum. Tetapi langsung ke tujuannya, lewat jalur khusus. Maksudnya adalah, ya mbok Mumun itu menghubungi Mimin dulu sampai Mimin menjawab. Mungkin dia sedang berada di antah berantah atau sedang menggali emas di hidungnya Patrick sehingga tidak bisa diganggu. Kalaupun tidak bisa dalam hari itu, coba cek ke rumahnya, kalau dia tidak jelas juntrungannya. Mumun bisa berkonsultasi dengan para pengurus Negara Fiksi untuk melihat , apakah Mimin mengalami hutang hajat yang tidak bisa dibayarnya. Dan mereka bisa membantunya secara pribadi sehingga Mimin bisa melunasi hutangnya dengan waktu yang sedikit lebih lama dari yang dijadwalkan.

Karena mereka teman kan, sudah seharusnya saling bahu membahu untuk menyelesaikan masalah yang timbul. Bukan malah membeberkan masalah di muka umum. Apalagi sampai menyudutkan salah satu pihak.

TIDAK ETIS. 

Okey, ini juga menjadi pembelajaran buat saya pribadi. Ketika saya tidak suka dengan tindak tanduk orang lain saya biasanya kirim pesan. "Saya nggak suka cara kamu."

Karena saya berpikir, saya punya urusan sama dia, jadi untuk apa diumbar di muka umum. Saya itu temannya, bukan musuhnya, jadi saya ingin dia tahu bahwa saya tidak suka dengan kelakuan dia. 

Straightforwad Aja yak...
Katakan pada temanmu, sahabatmu, keluargamu, apa yang kamu suka dan tidak suka. Jangan sampai jadi bom waktu yang bisa meledak di kemudian hari.

See you :)


Comments

  1. phuh,, untung mba vee ga pernah ngirimi pesan "Saya nggak suka cara kamu."
    makasih mba vee :*

    ReplyDelete
  2. Cerita fiksinya sih nggak bikin nangis, cuma cerita temen cowok yang nggak berani kenalan, itu mirip kayak aku hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, ada-ada aja sih mas hadi nih. ayo coba kenalan langsung donk, hehehe :D

      Delete
  3. pembelaan diri kalo udah kepojok
    kadag suka lepas kontrol ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, padahal kan tanggung jawab bersama yaa ~

      Delete
    2. betul mbak vera
      langsung tegur sambil makan baso bareng..lebih enak kayaknya..hehe :)

      Delete
  4. bom waktu itu memang menyakitkan ya mbak, lebih baik bilang di awalnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju~ pahit dulu baru manis. bukan sebaliknya. hoho

      Delete
  5. iya bener tuh, lebih baik tanya langsung ke orangn yg bersangkutan jgn ngumbar2 aib orang..

    ReplyDelete
  6. saya juga sukanya begitu. Kalau ada ganjelan, ngomong lamgsung tapi secara tertutup. Jangan diumbar2

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak setuju itu~ biar lebih ekslusif :D

      Delete
  7. efeknya tapi bikin si dia jadi mikir dan akhirnya biasanya sih, malah menjauh, vey. serba salah juga sih. apalagi itu soal uang yang dibikin pertanggungjawaban.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau aku sih mbak, karena temen ya lebih baik dibicarakan saja. baik buruknya. daripada pakai perantara loh.. serasa gak dihargai aja~

      Delete
  8. dunia ini dipenuhi oleh banyak orang-orang, dan tidak semua sepaham dan seide...masing2 berpikir dan berpendapat dengan caranya sendiri sendiri......dan itula kenapa kita manusia disebut sebagai manusia social,,,karena tetap bisa berinteraksi dengan sesama ..walau [un berbeda dalam bersikap......keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Om bener itu... semoga perbedaan tidak meruncing dan memecah kita~ :)

      Delete
  9. bener sob, to the point aja ya mending biar jelas sekalian :)
    kunbalnya di tunggu :D

    ReplyDelete
  10. Duh koq ikut sedih dengan cara Mumun yak :(

    ReplyDelete
  11. Hahaha...sama kayak aku pemalu juga sm cew.
    salam kenal mbak,saya jg blogger dr bojonegoro.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @nehand heei dari bojonegoro juga~
      yoo salamaaann~

      salamin kak Purnomo jugaa
      hehe

      Delete
  12. Haluuu
    straighforward aja nih.. hehe
    saya baru pertama berkunjung ke blog ini. Salam kenal :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro