Nama Saya Timoti

Saya Timoti.
Dipanggil Moti.
Namun dipanggil oleh mereka dengan bukan nama saya.

Saat ini saya tinggal di sebuah rumah di daerah pedesaan. Yang mana lokasi rumah tersebut diapit oleh kebun-kebun. Sungguh miris. Saat menuliskan cerita ini pun, hati saya juga teriris-iris.

Saya Timoti.
Dipanggil Moti.
Namun lebih sering dipanggil oleh mereka dengan bukan nama saya.

Sekitar tahun 2006, saya dibawa pulang oleh seorang lelaki berbadan besar dan tinggi. Saya taksir umurnya sekitar 40an. Dengan suara menggelegar dia menyapa saya. Jujur, saya takut sekali. Sampai-sampai rasanya mau kencing di celana.

Jangan menilai seseorang dari penampilannya. Sepertinya ungkapan ini benar sekali. Setelah beberapa waktu saya bersamanya. Saya bahagia. Dia amat menyayangi saya. Terlebih-lebih bila saya sakit sedikit saja, dia langsung mengecek saya, dan saya dibawa ke dokter.

Mungkin beginilah cinta... rasanya begitu indah... tanpa harus diucapkan.

Saya sering menemaninya ke manapun. Bahkan saat dia jatuh sakit dan tidak bisa berjalan pun, saya setia menemaninya. Saya selalu berdoa supaya dia sehat dan sering bersama saya. Saya tak mengaharapkan apapun, saya hanya ingin dia bisa tertawa bebas dengan suara yang kencang itu.

Segalanya berubah. Saya tidak tahu sebabnya kenapa, dia tega menyerahkan saya pada seorang remaja yang bahkan tidak menyukai saya. Gadis itu mungkin cemburu dengan saya, karena saya lebih dekat dengan lelaki ini daripada dia. Dan saya pun sering melihat gadis itu bersama Si pink. Cih, saya lebih cantik dan lebih hebat daripada Si Pink itu.

Lelaki itu pun akhirnya jarang di rumah. Saya kesepian. Tentu saja itu tak saya ucapkan keras-keras. Karena kau tahu? Banyak yang iri pada saya di rumah ini. Iya, termasuk gadis itu. Tanpa saya sadari, saya diharuskan menemani gadis itu.

Ya Tuhan...
Betapa tersiksanya saya...

kenapa si gadis itu bodoh sekali. Sampai-sampai tidak tahu kalau kaki saya lecet. walaupun hanya lecet itu bisa berbahaya buat saya dan dia. Setiap hari , saya harus bersamanya. Bosan? Jangan ditanya. Rasanya saya mual. Saya sakit-sakitan, dan akhirnya benar, saya tak bisa berjalan. Lukanya cukup lebar.

Dia menyuruh adiknya untuk membawa saya ke dokter. Huh, saya tak habis pikir, kenapa dia yang memanfaatkan saya, tetapi dia tak mau merawat saya. Sungguh tak tahu balas budi.

Kaki saya sudah sembuh. Tetapi kulit ari saya sudah kian menipis. Saya tak akan sanggup harus berlari kencang seperti dulu. Saya harus ganti kaki. Tetapi sepertinya gadis itu tak peduli.

Sampai suatu hari, saya teriak-teriak di hadapannya. Akhirnya dia menengok. Dia memperhatikan kaki saya, kemudian berkata. "Maaf Moti, sabarlah sebentar lagi. Secepatnya akan saya ganti kakimu. Sabar ya Moti."

Apa? Sabar?
Hei, ini semua salahmu. Kenapa kamu memisahkan aku dengan lelaki itu, harusnya aku bersamanya kemanapun!Tangis saya pun pecah tak terbendung lagi.

"Saya @vastanti_kamu mengikutsertakan Timoti Giveaway: Ketika Kami Berbicara yang diadakan oleh www.wamubutabi.blogspot.com"

Comments

  1. sabar ya Moti sayaaangg...
    gadis itu, bisakah kau menyebutkan namanya? haha :p

    ReplyDelete
  2. aachh timoti...mungkin bukan hanya kaki yang harus diganti....namun harus body dan merek dengan keluaran yang terbaru...... keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah jangan lah Om, saya masih sayang kok sama dia. hihihi :D
      terima ksih sudah berkunjung~

      Delete
  3. hihih... Kirain Moti itu siapa, gadis itu siapa. Motinya membatin nih, harus segera dirawat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya harus segera dirawat.. maksih sudah mampir kak

      Delete
  4. Untuk Moti. Sabar ya. Lophe lophe you Moti. Hihiiii.

    ReplyDelete
  5. Malang bener nasibmu, Moti :D
    Sukses GA-nya, Ver ^_^

    ReplyDelete
  6. Yuk ikuti, giveaway berhadiah CD Original @onedirection dan pulsa http://t.co/VbMOKQ77C5 Ajak teman-temanmu sebanyaknya dan menangkan hadiahnya!

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro