CABORU Sebuah catatan pemikiran tentang hidup dan perjalanan seorang perempuan yang suka kelayapan

Sunday, February 16, 2014

Buku Bercerita : Merindu

Hai, malam ini kota kecil kita diguyur hujan. Mungkin Tuhan ingin membersihkan debu-debu abu dari Gunung Kelud kemarin jumat. Lihat! Betapa sayangnya Tuhan kepada kita. Harusnya kita bersyukur bahwa hanya abu yang sampai, bayangkan saudara-saudara kita yang harus mengungi karena rumahnya dekat lokasi Gunung Kelud? Sungguh memprihatinkan bukan?

Apakah hari ini istimewa? Tidak. Manakala saya melihat hujan. Saya jadi merindu. Rindu pada siapa? Ah itu tak perlu ditanyakan. Karena saya tak tahu siapa dia. Aneh bukan?
Saya hanya membayangkan bila status saya berubah dan kemudian turun hujan. Saya akan merindu dengan masa-masa lampau. Hujan ini membuatku merindu. Merindu masa lalu.

Februari 2014 , ternyata sudah tahun 2014. Apa saja yang sudah kamu lakukan selama ini? Sudahkah lebih baik. Ah ya, salah satu sahabat pena sudah menikah. Iyah, padalah dia lebih muda, namun ternyata Tuhan mempercepat pertemuan dengan jodohnya. Pernikahan yang serba kejutan itu sangat manis ceritanya. Jangan iri. Bersabarlah.

Benahi dulu bagaimana kamu berpijak. Perbaiki dulu sifat-sifat jelekmu. Malas dan malas salah satunya. Jangan menunda-nunda sesuatu lagi. Tidak baik.

Merindu...
Hujan ini merindu...
Merindu masa lalu...



Friday, February 14, 2014

Bojonegoro Ber Abu

Hari ini tanggal 14 Februari 2014, setelah Gunung Kelud meletus. Hujan Abu mengguyur di berbagai kota. Dari Surabaya, Bojonegoro bahkan sampai Jogjakarta dan Solo.

Pagi tadi sekitar jam limaan, Bulik saya telepon, beliau tanya apakah Bojonegoro kena hujan abu juga tidak. Saya nggak ngeh, kenapa emangnya. Ternyata Gunung Kelud sudah meletus tadi malam sekitar jam 2. Dan saya bilang, saya tidak tahu. Saya masih berada di dalam rumah.

Sampai jam enam pagi pun, saya tetep nggak ngeh kalau hujan abu mulai turun. Karena memang cuacanya mendung dan membuat saya mengantuk. Jadi tidak peka dengan sekitar. Saya amati di pohon-pohon, tidak nampak adanya butiran putih. Semuanya seger. Namun karena rutinitas saya mengeluarkan motor ke halaman.

Kemudian saya menyapu dan mengepel. Nah dari motor itulah saya baru ngeh kalau hujan abu pun turun di Bojonegoro. Lama kelamaan abu yang datang makin menumpuk di motor. Euuuh, akhirnya saya lap dan kemudian saya masukkan lagi ke dalam rumah.

Sampai saat ini, hujan abu masih terus turun. Langit nampak putih. Tetapi tidak bersih. Seolah-olah abu pun menempel di sana dan tak hilang-hilang. Jalanan masih berkabut dan terlihat peseda motor menggunakan masker secara serentak. Bahkan ada yang memakai jas hujan.

Gunung Kelud adalah gunung yang terletak di kawasan Kediri. Namun jangkauan hujan abunya sampai ke Surabaya, Bojonegoro, Tuban, Solo dan Jogjakarta dan wilayah lainnya. 

Lihat Peta Lebih Besar


Semoga tidak ada korban jiwa dalam bencana ini serta semoga cepat Gunung Kelud tidak mengeluarkan letusan susulan. Amiin.