Di Luar Dinding #BN2013



Halo Caboru's reader, niatnya postingan ini mau pakai bahasa inggris gitu. Biar skil itu naik tingkat walaupun cuma nol sekian persen... tetapi kok ya belom pede saja. Haha. Mungkin lain kali saja, menggunakan bahasa inggrisnya.

Fyi, dua minggu lalu saya berada di kota istimewa, Jogjakarta. Untuk mengikuti kopdar Blogger Nusantara 2013. Heu.. seru? pastinya! Hanya saja, saya ingin menceritakan satu kejadian heboh. Bukan hanya melibatkan saya, tetapi juga banyak orang. :D

Dari awal saya datang ke Jogja, yang saya pingin cuma masuk keraton. Sepertinya Keraton memiliki tali yang erat sehingga mampu membawa saya ke sana. Kapan itu tepatnya? Yah kemarin itu, waktu kopdaran Blogger Nusantara.


Saya berangkat ke keraton bersama kawan - kawan baru. Ada Mbak Mia, Mbak Titik yang sudah saya kenal via fb dan blog. Sedangkan Asta dan Mas Fredy baru kenalan di sana. Kami ke sana menggunakan transportasi umum, bus. Kemudian berhenti di terminal Giwangan untuk naik Tj. Trans jogja. Dan ini pertama kalinya saya naik transjogja loh. (Di Bojonegoro belom ada)

Murah ya, cuma tiga ribu bisa kemana saja, uhuyy... Walaupun ganti-ganti busnya tetep gak usah nambah bayar lagi. heuheu.

Kami berhenti di halte TransJogja di depan Benteng Vredenburg. Tujuan utama kami adalah Keraton. Yey. Tetapi apakah boleh menggunakan sendal dan kaos yak? Lagian saya dan Asta juga belom mandi. -_-

Nol kilometer. Perempatan yang eksotis, menurut saya. beneran deh, saya itu sudah dua kali ke Jogja, wakt rekreasi pas SD dan SMP  baru tahu kalau ada nama perempatan yang kece ini. Dan bukan blogger donk kalau tanpa foto-foto.

Setelah puas foto-foto, kami menuju Keraton Jogjakarta. Sebenarnya saya lah yang ngebet dengan datang ke Keraton. Hanya saja Keraton baru buka jam setengah sembilan. Heuuu. Atas saran seorang bapak-bapak, kami dianjurkan pergi ke Keraton belakang. Bagaiamana kawan-kawan? Lanjutkan perjalanan!

Ternyata Keraton belakang pun bukanya jam setengah sembilan! Heuuu. Saya merasa gerah padahal masih pagi. (Iyaalah lah wong gak mandi -_-) Kipas-kipas, sambil ngeliatin beberapa rombongan yang ikut menunggu keraton dibuka.

Tepat pukul 8.30 Keraton dibuka. Kami ngantri duluan. Haha. Tenang, rupanya ada tiga meja antrian. Yang pertama untuk rombongan, yang kedua untuk sendiri-sendiri, kemudian tiket ijin membawa kamera/hape kamera. Murah banget loh. Cuma @5000 Rupiah. Kalau turis asing, sekitar @12.500. Harga seporsi bakso bisa masuk keraton dan ngeliatin sampai puas! Mana yang kamu pilih?
Camera Mbak Titik




























 Di keraton ada macam-macam isi. Mulai dari baju, sejarah keluarga baik itu silsilah foto, lukisan, barang-barang yang digunakan. Upss.. nggak ketinggalan tempat duduk Sang Raja. Ada di salah satu ruangan. Dan ada tulisan "Nggak boleh dipegang dan nggak boleh didudukin."

Tetapi, bukan Orang Indoesia kalau belom tanya lagi. Haha. "Ini boleh dipegang nggak Pak?" tanya seorang turis lokal yang tiba setelah kami. Abdi dalemnya ini ramah banget loh. Si Asta aja udah gondok. "Udah ada tulisannya, kok masih tanya?" kikiki. Eh apa mbak Titik ya? Lupa. :D

Menurut si Mbahnya ini, tempat duduk ini memiliki kharisma Sang Raja. Tidak boleh sembarangan ada yang duduk di sana. Mungkin saja bila ada orang yang sengaja duduk di sana tidak apa-apa. Tetapi setelah sampai di rumah? Siapa yang tahu.

Mitos? Percaya nggak?
Saya sih percaya aja. Kenapa? Namanya juga keraton, pasti memiliki aji-aji yang diwariskan. Atau istilahnya para keluarga kerajaan itu memang memiliki 'keistimewaan' yang berbeda dari kebanyakan orang. Apalagi di tanah Jawa, heuuu. Sudah terlalu banyak 'rasa-rasa yang tidak biasa'. Sebenarnya bukan hanya di Keraton Jawa saja. Tetapi di daerah lain juga. Bali misalnya, apa boleh kita menghancurkan tempat sesajen mereka, nggak takut kualat? Ingat peribahasa, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. :)

Eh! Ngelantur. Serulah main-main di Keraton. Kita akan belajar bahwa menjadi Raja tidaklah lantas berleha-leha. Para Raja ini belajar keras loh. Ada beberapa peninggalan buku yang dimuseumkan. Heuu... Bukan Bahasa Inggris. Bahasa Alien. Aku nggak tahu itu bahasa mana, :3

Setelah puas di Keraton kami mau langsung ke gerbang depan. Di tempat kami berfoto, yang di depannya ada sekaten. Tetapi kok nggak nemu-nemu, malah berputar di tempat kami masuk, yaitu gerbang belakang keraton.. Setelah tanya -tanya, kami menuju gerbang tempat kami masuk. Haiyaah! Bukan itu. Saya sudah malas mikir. Sudah capek, panas lagi. Biar mereka berempat yang mikir, kemana seharusnya kami melangkah? Euuuui...

Ladalah, ternyata pintu menuju gerbang utama yang kami maksud itu tidak ada. Gerbang utama ya gerbang belakang keraton tempat kami masuk tadi. Glodak!

Si Asta, kembali menjelma menjadi anak kecil. Dia membeli gulali Buk! Kita sih cuma melihat dengan alis terangkat. :D

Setelah itu, kemana tujuan kita selanjutnya?
Beli oleh-oleh! Tapi oleh-oleh apa? Mereka jawabnya terserah. Ebuset nih orang-orang. Semuanya terserah padaku. Cinta sekali ya padaku? :D

Kami naik becak. Saya, Asta, Mbak Titik satu becak. Sedangkan Mbak Mia dengan Si Fredy (Suit-suit). Kami menuju Bakpia Pathok. Lama saya tidak makan bakpia. Terakhir kali waktu SMP. Eh kok ternyata kita ngelewatin Amanda. Saya kan ngiler.

Kami membeli bakpia pathok dulu baru mampir ke Amanda. Lagi-lagi mereka menunjukkan betapa besarnya cinta mereka padaku. Sungguh aku terharu. Cuma saya yang beli brownis Amanda. Jadi mereka cuma mengantar hajat hidupku saja deh kayaknya. :D

Capcus ke Mirota Batik.






Katanya nih pemilik Mirota Batik ini memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga Keraton. Sehingga ada beberapa barang berciri keraton ada di sana. Hmmm... suasana mistisnya terasa. Tuh liat foto di atas. Ada payung-payungan hijau begitu. Di depan Mirota pun ada kereta yang tidak boleh diduduki. Kereta hanya digunakan saat tertentu saja.

Di beberapa sudut terlihat kembang-kembang mawar, melati dan kenanga. Musik yang disetel pun lagu-lagu gamelan. Heuuu

Saya juga sempat masuk ke toiletnya. hihihi. Toiletnya sih biasa aja. Toilet duduk. Yang aneh itu tempat sampahnya. Tempat sampahnya itu kuali itu loo...

Uhm...
Klimaksnya adalah sekitar jam sepuluhan saya dapat sms dari teman Blogger Bojonegoro, supaya bersiap kumpul di bus rombongan untuk pulang. Sedangkan saya masih ada di Mirota Batik. Tas ransel saya masih ada di Tembi.

Yak, saya berada di luar dinding Blogger Nusantara. Ah bukan, tetapi kami berlima. Kami tidak mengikuti acara hari kedua, tetapi membuat acara sendiri. Jalan-jalan.
:D

Bagaimana nasib saya dan kawan-kawan???
Kelanjutannya ada di sini.

*semua foto yang ada di sini diambil dari foto yang diupload di facebook dan twitter  Mbak @titiknurjanah


Comments

  1. harap maklum dibalik badan yang sedikit kurus ini tersimpan hasrat untuk menikmati gulali. *ngidam boo. salatiga gag ada :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. heuu masa sih? bikin sendiri :D
      kalau pentol ada gak ya? :P

      Delete
  2. Replies
    1. iya mbak titis... kapan-kapan ikutan yak :)

      Delete
  3. Saya, Asta, Mbak Titik satu becak ...
    Lha ? cukup tah ? (qiqiqiqi)

    Yang jelas ... saya menyesal kemarin waktu di Yogya ... tidak sempat kemana-mana ...
    ndak sempat jalan-jalan di Yogya ...

    Salam saya Vera

    ReplyDelete
    Replies
    1. cukup donk Om, kami kan kerimping-kerimping :D

      wah sayang Om, nggak jalan-jalan~

      yah lain kali saja Om datang ke Jogja lagi. hehe

      Delete
  4. uwaaaa....kopdar memang seru banget,apalagi bisa jalan2 terus narsis dah ^^

    ReplyDelete
  5. ketemu mbak vee adalah moment paling indah selama BN2013..
    apalagi ketemu dengan mbak titik dan astha,, tambah rameee..

    makasih ya buat tumpangan bus bojonegoronya..
    salam buat blogger bjn lainnya

    hehe

    ReplyDelete
  6. hyaaa, ternyata kabur to, vey? :D pantesan. hihi, tapi seru juga bisa nikmati jogja dalam sudut pandang yang lain :D

    ReplyDelete
  7. wah asik ya kopdaran. kapaaan ya aku bisa ikut kopdaran? hehehe
    itu tempatnya di jogja lagi. wah kota tempatku kuliah s1.

    vee..follow2an blog yuukkk..
    ^, ^

    blogmu udah aku follow.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, enak ya mbak, pernah mencicipi suasana jogja >.<

      oke, di follow mbak ^_-

      Delete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro