Luffy, Cahaya Baru Hidupku



Monkey D Luffy bukan hanya seorang tokoh anime,karena padanyalah itu saya menemukan sebuah cahaya dari kegelapan di hati saya. Sebuah kisah pantang menyerah, sebuah arti persahabatan, sebuah impian. Yang mana akhirnya membuat saya saya banyak belajar darinya, bagaimana mengubah sikap pasrah dan menjadi sebuah tekad pantang menyerah.

Menempuh dua ujian masuk perguruan tinggi saya gagal. Saya tidak menangis, lebh tepatnya tidak bisa. Air mata saya sudah tersedot pada sisa-sia semangat belajar yang masih menyala. Sebenarnya saya takut, ke mana saya akan melanjutkan hidup, kemana saya akan memilih? Saya hanya bersembunyi pada topeng ketidak pedulian.


Sampai akhirnya saya kembali bertemu dengannya. Sejak masuk SMA saya sudah tidak pernah mengikuti kisah One Piece lagi, sudah tidak tayang di televisi lagi. Dan saya manusia yang jarang bersentuhan dengan komputer. Saya bertemu lagi dengannya di sebuah toko rental komik. Yang entah rencana Allah yang luar biasa, menjadikan saya sebagai penjaga toko di sana. 

Dan kehidupan saya yang gila pun dimulai lagi....

  “ku tak peduli kalaupun harus mati ketika meraih mimpiku, ku tak akan menyesalinya.” [Monkey D Luffy]

Hanya karena membaca kisahnya, saya berani mengutarakan impian saya pada ibu saya. Walaupun hanya berupa bisikan lirih. Ibu saya menangis, karena tahu impian saya sangat mustahil. Untuk kuliah di universitas negeri bergengsi di Indonesia saja saya sudah kesulitan, apalagi di luar negri? Ibu saya takut, kalau-kalau impian saya tidak terwujud dan saya akan terpukul. Hingga hilang akal. Ibu saya meminta saya untuk hidup yang biasa-biasa saja. Tidak perlu memiliki angan-angan yang tinggi, karena kalau jatuh pasti sakit sekali rasanya.

Saya menangis tergugu, karena saya mengerti. Tetapi kali ini saya tak mau diam saja, Saya harus berusaha meniti satu demi satu jalan yang kan menuju impian saya. Seperti dia, berlayar dari pulau ke pulau, menikmati semua petualangannya tanpa rasa penyesalan agar sampai ke pulau terakhir dan menjadi raja bajak laut.

Saya memutuskan untuk lebih berani menatap dunia. Saya tidak perlu menjadi orang lain agar dunia melihat saya. Saya tak perlu itu. Saya hanya ingin lebih berani bermimpi dan berjuang untuk mimpi saya. Karena hidup ini adalah milik saya. Bukan orang lain yang menjalaninya.





“ Tulisan ini di ikut sertakan dalam GA pertama Mencari Motivasi

Comments

  1. :) Semangat, Mih. Jaga baik-baik impianmu sampai benar-benar terwujud.
    Kita pasti bisa menggapai apa yang kita mau.

    Dulu, aku nggak pernah punya mimpi. Tapi sekarang, mimpi itu akhirnya lahir sementara teman-temanku sudah bersiap menggapai mimpi mereka lewat pendidikan di universitas. Aku ketinggalan kereta.

    Semangat. :)

    ReplyDelete
  2. @Leli
    hahaha... makasih sayang

    tak ada kata telat untuk bermimpi. keberhasilan orang lain bukan menjadi tolak ukur tentang hidup kita. cobaan orang berbeda-beda bukan?

    Sip.. semangaaat
    luph u :*

    ReplyDelete
  3. Bukan masalah tercapai atau tidak, yang penting kita sedang berusaha sepenuh hati.

    Makasih udah ikutan..

    ReplyDelete
  4. yeah.. semangat Mbak Ve..

    nihon... nihon.. >.<

    ReplyDelete
  5. @iwan
    yeah.. begitulah harus berusaha dulu :)
    hasil akhir biar dipikir belakangan :D

    @Meong
    iya mbak meong, amiiiin tercapai yak :)
    makasiiih

    ReplyDelete
  6. Yg penting bukan hasil akhir tapi prosesnya ya ka :D

    tetep semangaaaattt !! Ganbatte !!
    motivasi bisa datang dr mana aja yah ka, bahkan dari komik..

    ReplyDelete
  7. mantap tulisannya. saya suka karya tulis ini.. saya juga suka menulis coba lihat disini.. bagaimana tulisan saya menurut anda.?

    SD - JalanJalan | Berkunjung | Silaturahmi

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lima Wishlist Di Tahun Dua Nol Satu Tujuh