Monday, August 19, 2013

Rumah Baru, Rumah Buku Sindikat Baca

menyortir buku yaitu Olip, Mas Tohir dan Mas Bambang (yang belakang)


foto nyomot dari Blok Bojonegoro

Ah iya, artikel ini aku copas dari blognya mas Tohir  :D
Untuk ulasanku sendiri lain waktu ya :D

Sindikat Baca adalah komunitas nonprofit yang bergherak di bidang literasi dan kebudayaan. Sindikat Baca percaya bahwa membaca adalah tindakan penting untuk mengasah kemanusiaan, intelektualitas, dan peradaban.


Sindikat Baca memiliki sekretariat sekaligus yang kami fungsikan sebagai perpustakaan yang berbasis pemanfaatan bernama Rumah Baca, yang kami kontrak dengan dana dari donatur  sukarela kami. Di sinilah berbagai kegiatan, diskusi, rapat, dan berkumpul ala kadarnya dilakukan. Rumah Baca ada di Jalan Monginsidi Gg. 1 No. 04, Kampungbaru-Bojonegoro

Dalam perjalanannya, Sindikat Baca mempunyai program kegiatan yang ritin dilaksanakan tiap bulan dan minggu. Pertama, Arisan Buku : Dalam Arisan Buku, peserta berkumpul untuk membahasatau diskusi tentang sebuah buku. Teknisnya, peserta mengumpulkan uang dari kocek pribadinya (Rp.5000) yang kemudian dikocok dan yang muncul namanya berarti dia dapat arisan dan uang yang terkumpul menjadi hak miliknya dan harus dibelikan buku (buku menjadi milik yang dapat arisan). Dialah yang bertugas mempresentasikan isi buku sekaligus menjadi tuan rumah untuk bulan berikutnya. Judul dan jenis buku tergantung selera dan keinginan yang dapat arisan.

Kedua, Bengkel Menulis. Singkatnya, peserta berkumpul dan membawa tulisan karya masing-masing untuk dibahas bersama. Tulisan bisa berupa cerpen, esai, artikel, features, dan sebagaanya. Tidak ada tentor atau guru  di sini. Yang ada adalah belajar bersama, sama rata. Ide Bengkel Menulis adalah bahwa menulis itu tidak diajarkan tapi dipelajari. Maka, kalau ingin bisa menulis dengan baik, syaratnya tiga, menulis, menulis, dan menulis.

Ketiga, Sindikat Baca Layar Tancap. Setiap bulan sekali di malam minggu kami nonton bareng di terminal baru Bojonegoro. Yang diputar adalah film-film yang diadaptasi dari buku atau novel atau yang mengandung pesan-pesan tentang penmtingnya membaca dan buku. Yang ini adalah hiburan sifatnya, namun esensi kampanye membaca tetap didengungkan di sini.

Keempat, Kajian Rabu Petang. Pada hari Rabu pukul 18.00 WIB, peserta berkumpul membahas sebuah artikel koran atau media massa. Teknisnya, dipilihlah penanggung jawab secara bergantian tiap minggunya dan dialah yang memberikan pengantar atas artiukel yang dipilih untuk dibahas dan didiskusikan isinya.

Kelima, Penerbitan Buletin (Baca! Dan Atas Angin). Kami menampung karya-karya yang inspiratif tentang semangat membaca dan menulis. Juga karya-karya berupa cerpen, esai, dan puisi untuk kami satukan dalam rupa buletin cetak. Waktunya tak tentu, tergantung kocek yang ada, karena untuk mencetak kami harus urunan.

Demikian sekilas tentang Sindikat Baca.
Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi web resmi Sindikat Baca di : http://www.sindikatbaca.com/

1 comment:

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.