Monday, July 8, 2013

Review : Diary si Bocah Tengil

Review : Diary si Bocah Tengil

Judul buku : Diary Si Bocah Tengil, Rodrik Yang Semena-mena

Penulis       : Jeff Kinney
Penerbit      : Atria
Tahun          : Cetakan V 2010
Tebal           : 215 halaman








Sinopsis :


Apa pun alasannya, jangan tanya Greg Heffley tentang liburan musim panasnya, karena dia pasti tidak mau cerita.

Saat Greg memulai tahun ajaran baru di sekolah, dia bertekad melupakan semua peristiwa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir... khususnya sebuah peristiwa yang ingin dirahasiakan.

Malang bagi Greg, kakaknya rodrick, tahu semua peristiwa yang ingin Greg simpan rapat-rapat. namun, serapat apa pun dia menyembunyikannya, rahasia itu terbongkar juga... terutama jika sebuah diary ikut terlibat.

Review :

 Hem, aku sebenarnya iseng saja mengambil buku ini. Aku lagi jenuh dengan kegiatanku yang monoton. Membaca pun sering membuat mata pegal. Namun sayang, kalau tidak dibaca sekarang hanya akan menumpuk bacaan lagi. Fyuuh...

Baiklah mari membaca...

Selasa
Kurasa Mom merasa bangga pada dirinya sendiri karena berhasil memaksaku menulis pengalaman hidupku dalam sebuah buku jurnal tahun lalu. Sekarang dia membelikanku lagi.
Ha? aku tercengang saat membaca halaman awal. Seorang anak lelaki memiliki buku diary, terlebih lagi itu dibelikan ibunya. Aneh.

Ok lanjut saja.

Pada acara latihan renangku yang pertama beberapa tahun lalu, Dad bilang padaku saat wasit menembakkan pistol, aku harus segera terjun dan berenang.
Tapi dia TIDAK bilang kalau pistol starter hanya menembakkan peluru kosong.
Jadi aku malah lebih menghkawatirkan ke mana si peluru akan bersarang, bukannya berusaha berenang ke ujung lain.

Aku mulai tertawa. Serius. Aku memang tidak pernah ikut les renang. Hanya saja, tentang pistol itu membuatku tertawa terbahak-bahak. Aku tidak pernah berpikir bahwa pistol itu akan menyerang seseorang, karena pikirku, peluru sudah menuju ke atas dan hilang. Tebak lebih bodoh mana, aku atau si tokoh ini?

Akhirnya sifat kegilaan membacaku kambuh saat itu juga. Membaca kejadian - kejadian yang dialami oleh Greg seperti mengingat-ingat kembali masa sekolah yang kocak.

Mencontek salah satunya, Greg punya trik sendiri dalam mencontek salah satu temannya. Atau bagaimana dia mengakali tugas-tugasnya di sekolah dan mendapat nilai A.

Pada seri ini memang dikhususkan pada Rodrik, tetapi tidak masalah. Karena dengan adanya Rodrik, aku tahu bahwa antara saudara kandung sering terjadi perkelahian. Atau ketidakcocokan yang sering terjadi.
Di mana sang kakak selalu jadi penindas. Dan Greg seringkali mengalah. Namun jangan dikira Greg akan diam saja. Dia membalas Rosrik dengan cara tertentu.

Greg juga pernah menipunya sendiri. Hahaha. Masalah uang saku.  Hayo, kalian pernah tidak? Hanya saja, Greg tidak memperhitungkan bahwa kakaknya, Rodrik akan melakukan kesalahan yang mengakibatkan kebohongannya terbongkar. :D

Greg punya seorang adik, dan adiknya suka sekali mengadu kegiatan jeleknya pada ibunya. Namun Greg bersyukur karena terbebas dari perintah Rodrik untuk menjual cokelat.

Kuperhatikan di sini, selalu ada kecenderungan ibu atau ayah lebih memperhatikan salah satu anaknya. Dalam cerita inipun demikian. Mereka seperti teralalu memanjakan Rodrik. Hingga Rodrik tidak pernah bisa mengerjakan tugas sekolahnya sendiri.

Kelebihan dalam buku ini adalah, di setiao kejadian ada satu atau dua ilustrasi menggambarkan kekonyolan cerita. Dan penampilan buku ini cukup unik, dengan garis-garis tempat tulisan ditempatkan. Seperti membaca diary beneran. :D

Kekurangannya adalah  sepertinya buku ini tidak cocok untuk anak-anak. Mungkin remaja bisa, tetapi dengan sedikit catatan perlu didampingi seseorang yang lebih tua. Karena ada beberapa cerita yang benar-benar mencontohkan hal buruk.

Namun, aku suka pada endingnya. Hehehe. Penutup kisah yang bagus. Setidaknya masih ada hal yang baik yang perlu dilakukan, seperti apapun saudara itu.

See you ^^



8 comments:

  1. Buku ini terjemahankah, vey? Biasanya kalo terjemahan memang harus didampingi sama orang tua atau orang yang lebih dewasa,karena ada budaya yang berbeda dengan budaya kita, terutama untuk masalah sopan santun.

    ReplyDelete
  2. Aku juga suka buku ini, Ver. Tapi buat dibaca doang, bukan buat dikoleksi. Maklum kalo beli buku mesti dieman-eman, soalnya uangnya terbatas :)
    Tapi emang lucu banget, kok. Aku ngoleksi hampir semua terbitan Atria, tapi yang ini enggak, hehe..

    ReplyDelete
  3. greg dan rodrik nama yang aneh hehe

    ReplyDelete
  4. belum baca bukunya, tp sudah nonton filmnya... ^_^
    endingnya lucu dan mengharu biru ^_^

    ReplyDelete
  5. isinya lucu banget ya? itu cuplikan awal aja udah bikin ngaka, terus lihat covernya juga :D

    Penerbit atria itu kebanyakan terjemahan ya? tapi selalu enteng dan mengena. gaya penceritaannya juga unik :) pinjem dooong :p

    ReplyDelete
  6. kayaknya seru deh ceritanyaa.. kocak :D

    ReplyDelete
  7. @Della
    haha, itu aku juga pinjem di taman bacaan mbak, :D
    aku orang yang sangat jarang beli buku, hobinya cari gretongan :D

    @Om Dege
    ahaha, itu nama orang luar Om, pasti aneh :D

    @Suci
    hoho, aku malah baru tahu kalau ini buku ada filmnya.

    @Arga
    siniiii kalau mau pinjam, aku juga pinjam kok. :D

    @Meonk
    huump, banget.. hehehe

    ReplyDelete
  8. @Ila
    hehe maap yak, komentarmu masuk spam mbak :D
    iya itu buku terjemahan. hehehe
    huump, setuju perlu didampingi ortu..

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.