Friday, July 12, 2013

LET'S SAY NO TO BULLYING !

Beberapa waktu lalu kita melihat berita yang memaparkan bagaimana bullying di sekolah. Adanya tindak pemukulan antar teman atau seorang guru yang melakukan tindakan asusila terhadap muridnya. Naudzubillah.

Miris, tentu saja. Di mana sekolah yang jadi tiang utama pendidikan malah jadi tempat bullying. Aku ingat waktu di SMA, pembicaraan tentang bullying begitu gencar. Adanya lomba membuat karya ilmiah tentang bullying membuat aku tahu apa arti sesungguhnya dari bullying.

 Bullying sendiri bentuknya ada 4 jenis. Yaitu Verbal, Fisik, Relasional, Elektronik.




Barbara Coloroso (2006:47-50) membagi jenis-jenis bullying kedalam empat jenis, yaitu sebagai berikut:
  1. Bullying secara verbal; perilaku ini dapat berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang keji dan keliru, gosip dan sebagainya. Dari ketiga jenis bullying, bullying dalam bentuk verbal adalah salah satu jenis yang paling mudah dilakukan dan bullying bentuk verbal akan menjadi awal dari perilaku bullying yang lainnya serta dapat menjadi langkah pertama menuju pada kekerasan yang lebih lanjut.
  2. Bullying secara fisik; yang termasuk dalam jenis ini ialah memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas. Kendati bullying jenis ini adalah yang paling tampak dan mudah untuk diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap merupakan remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih pada tindakan-tindakan kriminal yang lebih lanjut.
  3. Bullying secara relasional; adalah pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek. Bullying dalam bentuk ini cenderung perilaku bullying yang paling sulit dideteksi dari luar. Bullying secara relasional mencapai puncak kekuatannya diawal masa remaja, karena saat itu tejadi perubahan fisik, mental emosional dan seksual remaja. Ini adalah saat ketika remaja mencoba untuk mengetahui diri mereka dan menyesuaikan diri dengan teman sebaya.
  4. Bullying elektronik; merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan. Bullying jenis ini biasanya dilakukan oleh kelompok remaja yang telah memiliki pemahaman cukup baik terhadap sarana teknologi informasi dan media elektronik lainnya.
    Sumber : http://www.psychologymania.com/2012/06/jenis-jenis-bullying.html


Pengalamanku tentang bullying pun cukup beragam. Ah seingatku bullying sudah ada sejak zaman aku SD. Iya, bagaimana bila ada yang tidak sepaham, maka akan membentuk koloni-koloni sendiri. Haduh. Dan yangpindah koloni akan mengalami pengucilan.

Bullying relasional inilah yang umum terjadi pada anak-anak. Ya, hal itu dialami oleh salah satu temanku. Namun bentrokan kecil itu hanya terjadi sebentar. Begitu 'ketua koloni' berdamai semuanya kembali akur. Bagaimana denganku? Ah ya, aku tidak masuk dalam koloni-koloni itu. Aku murid pindahan. Dan sepertinya mereka tak terlalu ambil pusing dengan sikapku. Karena mungkin mereka melihat 'sisi tomboi'ku dan tidak berani mengusikku. :)

Bullying verbal yang dilakukan guru pun aku pernah jumpai. Dan sampai saat ini aku tidak bisa lupa. Padahal kejadiannya kurang lebih sepuluh tahun yang lalu. Betapa pengaruh negatif itu terus melekat dan menjadikanku cambuk agar tak menirunya.

Seorang guru SD ku dulu melontarkan kata-kata yang sifatnya memojokan atau menghina. Awalnya aku tak tahu artinya. Karena bahasa jawaku itu sangat parah. Namun akhirnya aku mengerti. 

Sedangkan secara fisik, pernahlah ada cubitan atau cetotan mampir di lenganku. Tetapi tak mengapa, itu karena kesalahanku sendiri. Jadi aku memakluminya. Guru juga manusia bukan? Bahkan kalaupun ayahku tahu, ayahku pasti justru akan meminta guruku untuk menghukum yang lebih berat kalau aku nakal. 

Untuk bullying elektronik aku juga pernah mengalaminya. Aku dan teman kuliahku yang menerima isi sms hinaan, cacian, kata-kata kotor. Bahkan ancaman untuk melukai. Hal ini bahkan hampir membuat aku dan temanku melaporkannya pada polisi. Dan kemudian dibantu oleh senior-senior organisasi kampus, kami menempuh jalan damai.

Penyebabnya? Dia ditolak oleh temanku. Dan akupun juga kena getahnya. Entah kenapa aku pun juga kena. Kami menyebutnya dia mengalami gangguan jiwa. Begitulah, oleh karena itu aku jadi bersikap waspada bila bertemu dengannya. 

Namun dari semua bullying yang aku alami, tidak ada yang membuatku depresi. Kenapa? Aku orangnya bukan orang yang mudah ditekan. Lebih tepatnya aku terus membentengi diriku sendiri. Dan aku tak terlalu bergantung kepada orang lain. Hidupku akan jalan terus walaupun tanpa mereka, walaupun mereka berusaha menjatuhkanku. 

Aku punya orang-orang yang mau menolongku. Bersedia membuka lebar telinganya untuk mendengarkanku. Aku punya keluarga yang siap membela dan mendukungku. Jadi kenapa aku harus takut? Bukankah ada Tuhan yang selalu menjaga kita. Dan Dialah yang benar-benar bisa melindungi kita?

LET'S SAY NO TO BULLYING !
Bukan hanya dari orang lain. Tetapi dari diri kita sendiri. Tempalah mental sekuat baja. Jangan mudah menyerah dengan kesulitan hidup. Apalagi sampai melukai diri sendiri. Ketahuilah, kasus bunuh diri selalu meningkat tiap tahunnya. Ngeri kan?

Karena itu, belajarlah melindungi diri sendiri dari gencatan-gencatan tekanan batin, perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain. Dengan cara selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME, jangan malu untuk menceritakan masalahmu dengan keluarga dan sahabat. 
 

Semoga tidak ada lagi bullying yang terjadi ya kawan! 


Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway UNFRIEND YOU (DL: 20 Juli 2013)

sumber gambar : www.123rf.com



17 comments:

  1. sepakat nih dgn endingnya :)

    sukses ya buat GA nya

    ReplyDelete
  2. Aku waktu SD sering banget jadi korban bully, soalnya aku cengeng. :'(

    Good luck ya buat GA-nya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. senasibb aku SMP sering jg di bully karena aku pendiam..

      sukses y

      Delete
  3. @空キセノ
    kise, wah sekarang nggak gampang dibullying kan?
    makasih ya

    @hana
    wah.. banyak yang sering di bully ya :(
    iya makasih mbak hana ^^

    ReplyDelete
  4. gak hanya di sekolah, di sekitar kita atau di sosmed juga banyak terjadi bullying. terakhir di twitter, menteri menkoinfo, tifatul sembiring, juga kena bullying karena mengutip singkatan aids. nahas banget

    ReplyDelete
  5. Gue juga pernah menglami 2 dari 4 bullying diatas.

    Bener, mesti lebih dekatkan lagi sama TME, biar gak gampang nyerah

    ReplyDelete
  6. @Avicenna hamidy
    Sip :)

    @Rusydi
    waw.. mengerikan >.<

    @Robianus
    wah...
    ayo kita stop bullying T.T

    ReplyDelete
  7. SAY NO TO BULLYING!

    Setuju banget.. kita harus tingkatkan rasa kemanusiaan serta keberanian buat korban bully.. kalau perlu bawa sampai ke ranah hukum..

    ReplyDelete
  8. @Afternoon
    huump, apalagi korbannya anak-anak dan perempuan. T.T

    ReplyDelete
  9. hehe saya juga punya cerita ttg ini di sini:

    http://emmakim28.blogspot.com/2013/07/stop-bullying.html

    ReplyDelete
  10. Ga bgt dehh bunting.. Efeknya pasti nancepppp smp gede... Aku jg pernah ngalahin.. Moga2 anak2 kta ga dehh...
    Sukses GA nya mbak... Eh telat ya... Udh slsei blm si???

    ReplyDelete
  11. @momtraveler
    eh? bunting? bullying ya mungkin maksudnya :)
    iya sudah selesai dan aku belom beruntung ^^

    ReplyDelete
  12. @cityofwoodanrain
    wah..
    mengerikan ya, masa SD sudah berani membully secara berkelompok.. >.<
    iya semoga dihapuskan :)

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.