Kembali ke Dunia Wonderland

Ah hallo, sudah lama rasanya tidak bercuap-cuap di mari. Entah kenapa sepertinya tempat lain lebih membutuhkan kefokusanku. Huhu. Bahkan aku tidak ikutan giveaway persahabatan blogger. Padahal udah dapat banyak tulisan sih.

Itu...
Itu...
Itu karena kemarin adikku main ke tempatku. Dan yah, begitulah dia nunjukkin anime terbaru yang lagi hits. Alhasil aku jadi keasyikan download dan nonton. Iyah, aku emang gampang terpengaruh. Apalagi sama anime. :D


Hem, karena itu aku menyebutnya kembali ke dunia mimpi, dunia keajaiban, dunia wonderland. Karena dalam anime tak mungkin ada di alam nyata kita. Mereka ada di dalam pikiran seseorang dan mewujudkannya dalam anime. Menjual mimpi dan khayalan. 

Nah anime yang sudah menyeretku ke dalam pusaran fantasi adalah Shinseki no Kyojin. Anime ini bukan untuk anak-anak. Atau kalian yang alergi dengan kekerasan, darah, atau tindakan brutal. Sebaiknya jangan nonton. Tetapi karena aku yakin kalian memiliki daya 'rasa ingin tahu' yang berlebih maka kalian akan semakin penasaran. Contohnya saja mbak Meonk atau Mia. :D


 Shingeki no Kyujin bercerita ada sebuah daerah yang dikelilingi tembok tinggi. Di dalamnya terdapat kehidupan manusia. Sedangkan di luar sana terdapat raksasa-raksasa yang sukanya memakan manusia. dan raksasanya tidak cuma satu tetapi ribuan. Dan tembok itulah yang melindungi mereka.

Ada seorang anak bernama Eren, dan dia benci hidup di dalam tembok itu, karena dia ingin pergi ke luar tembok. Melihat dunia luar yang berbahaya, melihat indahnya alam semesta. Namun tentunya tidak sembarangan orang yang bisa keluar dari dinding tersebut. Hanya pasukan pengintai lah yang bisa keluar dari dinding. Itupun kalau mereka selamat mereka bisa kembali ke dalam dinding. Namun sayangnya banyak yang tewas dimakan raksasa itu.

Sudah seratus tahun tembok itu ada dan melindungi kehidupan umat manusia di sana. Bersama Armin dan Mikasa, Eren seringkali bersembunyi membaca kisah-kisah indahnya dunia di luar sana. Karena buku seperti itu sangat dilarang oleh pemerintah.

Namun kejadian menggemparkan telah dimuali saat salah satu raksasa menerobos tembok Shingata. Yup bisa dibayangkan betapa paniknya manusia yang berada di dalam tembok tersebut. Mereka berlarian ke sana kemari, menyelamatkan diri.

Lubang di tembok yang di buat Raksasa armor itu menjadi pintu masuk raksasa yang lainnya. Dan saat raksasa- raksasa itu masuk dan meneror mereka semua. Raksasa itu memakan hidup - hidup manusia yang dijumpainya. 

Saat Armin dan warga lain menjauh ke area tembok selanjutnya, tembok Rose. Eren dan Mikasa kembali ke garis depan, Eren ingin menyelamatkan ibunya. Namun sayangnya ibunya tertimpa reruntuhan rumah. Yang menyebabkan kakinya terjebit di antara reruntuhan itu.

Eren dan Mikasa berusaha menarik ibunya dari reruntuhan rumah. Namun seorang raksasa mendekat. Kemudian datanglah Hones salah satu penjaga gerbang. Sebenarnya dia ingin melawan raksasa itu. Sayangnya, dia ketakutan. Ibu Eren meminta Honnes untuk membawa Eren dan Mikasa pergi menjauh.

Dan yah, Honnes terpakasa membawa Eren dan Mikasa yang terus menjerit untuk meninggalkan area itu. Eren dan Mikasa harus melihat kengerian saat raksasa itupun menggenggam tubuh ibu mereka dan memotongnya jadi dua kemudian memakannya.

Bagaimana? Berminat untuk  nonton? :P
Konflik cerita ini dimulai saat Raksasa menguasai lapisan tembok pertama. Dan Eren dan manusia yang berhasil mengungsi ke benteng kedua berusaha meningkatkan kekuatan untuk melawan raksasa tersebut. Dan ternyata Eren bisa berubah menjadi kekuatan yang tak disangka-sangka.

Ayah Eren adalah seorang ilmuwan. Semakin penasaran deh kalian. Fufufufu.
Kalau mau donwload di sini ya...








sumber gambar : fanpop

Oh iya,kalau ada kesalahan pada nama tokoh mohon maaf ya, Aku fokus ke ceritanya. Hihihi. :D

Comments

  1. Wah kayaknya seru tuh filmnya.. belum nonton..
    kemarin saya baru nonton film anime spirited away.. itu imajinasinya keren juga,, masuk ke dunia roh...

    salam kenal.. :)

    ReplyDelete
  2. @Irwan
    haha, hayo nonton, cukup seru dan mendebarkan loh. Wah aku belum nonton anime itu.

    salam kenal juga ^^

    ReplyDelete
  3. aaaa... paling suka sama anime yang bikin penasaran... >.<

    terakhir aku nonton Accel World,
    ni lagi puasa nonton dulu, fokus TA huhuhu >.<

    ReplyDelete
  4. @Meonk
    hahaha...
    ayo nonton.. ayo nontooon
    #tebarkan viruus :D
    sukses buat TA nya ^^

    ReplyDelete
  5. akkk... bisa dibantai partner TA ku nih klo aku nonton..

    ntar deh, abis TA kelar --> Kembali ke Dunia Wonderland :D

    ReplyDelete
  6. @meonk
    asyiiik...
    ayo selesaikan misi utama sebelum menuju misi ke 'wonderlandnya'
    hohoho

    ReplyDelete
  7. Udah sempet nonton kemarin, lumayan bagusss

    ReplyDelete
  8. Wah kamu penggemar anime yah ternyata ^^ walau aku jarang nonton anime, tp cerita yg km ceritain menarik jd tegang sendiri.. bagaimanakah kisah kelanjutannya? ^^ hihihi

    ReplyDelete
  9. @Afternoon
    haha, iya, aku penggemar anime. Walaupun belom sampai kadar maniak :D
    kisah selanjutnya malah semakin tegang >.<

    ReplyDelete
  10. Ini anime saya suka banget, kok jangan ditonton sih :( wkwkwk

    ReplyDelete
  11. @Rahmat
    kan nggak semuanya suka anime yang brutal atau yang membaca blog ku itu orang dewasa. Kalau yang sudah penikmat anime sadis sih.. ayo nontoooon :v

    ReplyDelete
  12. aku gak demen anime, mending drma korea wakakak..

    sepertinya lagi banyak yg sedang gak semangat blog ya. aku malah udah banyak bgt giveaway da kuis yang kelewat. tapi emang lagi banyak kerjaan dikantor sih, jadi nyuri waktu kalo mau ngeblog :p

    ReplyDelete
  13. @Ayu
    hahaha, aku lebih demen anime mbak, tapi demen juga sama korea. #kemaruk :D

    iya nih lagi males, entah kenapa. sip yang penting tetep ngeblog ^^

    ReplyDelete
  14. @Nurul Huda
    haha, aku nggak suka game.. karena aku selalu kalah. T.T

    oke...

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lima Wishlist Di Tahun Dua Nol Satu Tujuh