Sunday, July 28, 2013

Festival Oklik Bojonegoro 2013

Festival Oklik Bojonegoro 2013 adalah event yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerja sama dengan Sayap Jendela dan K2D Orkestra ini diadakan tanggal 27 Juli 2013 pukul 20.00 bertempat di alun-alun Bojonegoro.

Dan bukan kebetulan aku juga ikut berada di sana. Bukan sebagai peserta. Tetapi sebagai penyusup. Haha. Jadi ceritanya, kami, teman-teman dari Sindikat Baca dan Atas Angin sedang melakukan bukber atau buka bersama di Rumah baca.

Didonaturi oleh dua sahabat. Makananya jadi banyak. Tetapi yang kurang adalah sambelnya. Pada doyan sambel semua. Eits kok malah melenceng dari tema awal. -_-


Jadi setelah kami bukber itu sekitar jam setengah delapan Mbah Udin mengajak untuk nongkrong di alun-alun. Ngopi gitu. "Allah juga tahu, kita masih anak muda yang butuh malam mingguan," ucapnya beralasan untuk membolos terawih.

Dan kamipun manut wae. :D

Rupanya  area sekitar alun-alun sudah padat manusia. Mengikuti jejak mbah udin yang duduk lesehan di depan kantor Pusat Pelayan Perempuan dan Anak (P3A), timurnya alun-alun. Beberapa teman ada yang memesan kopi, wedang jahe, teh, sedangkan aku tak pesan apa-apa. Soalnya sudah kenyang sih. :P

tetep ngeksis di mana-mana :P (diambil dari kamera hpnya mas Dan)

Menurut informasi yang aku dapat, ada sekitar 80an kelompok peserta. Kebanyakan berasal dari instasi pendidikan  baik SMP maupun SMA. Yang lainnya adalah kelompok-kelompok dari berbagai desa wilayah Bojonegoro.

Sedangkan Oklik sendiri  adalah kesenian tradisional yang menggunakan peralatan sederhana yaitu kentongan dari bambu yang dibunyikan dengan irama yang teratur sehingga membangun musik kreatif berunsur akustik dengan suara yang enak didengar.

Sejarah Oklik ini awalnya dipergunakan untuk jaga malam ( ronda ) untuk membangunkan masyarakat yang sedang tidur agar terjaga dan mengontrol keamanan rumahnya masing masing dan dengan adanya perkembangan jaman oklik dijadikan kesenian yang dapat dinikmati semua orang.

Adapun untuk mengikuti festival oklik Bojonegoro 2013 ini ada beberapa persyaratan yang diajukan. Yaitu :
Setiap peserta wajib mengunakan alat musik yang terbuat dari bambu (oklik/kentongan) minimal 4 buah. Instrumen oklik tersebut terbuat terdiri dari :
  • Klik (thintil kerep) berfrekuensi nada tinggi. Berfungsi sebagaimana cak pada musuk keroncong dan bonang pada karawitan.
  • Klok (thintil orang) berfrekuensi nada sedang. Berfungsi sebagaimana cuk pada musik keroncong dan bonang baron pada gamelan
  • Kluk berfrekuensi agak rendah. Sebagai kontra bass atau pembuat penanda paralihan irama. 4. klur berfrekuensi nada rendah, berfungsi sebagai nada bass.
  • Gedhuk, dalam perkembangan alat musik ini ditambah dua instrument yang berfrekuensi sangat rendah, yang berfungsi sebagai bass dan kontra bass.
  • Diperbolehkan mengunakan alat tambahan (bukan dari bambu) hanya sekedar alat pendukung.
  • Jumlah peserta terdiri dari 9-15 orang.
  • Diperbolehkan membawa lagu ciptaanya sendiri mauun yang sudah ada dan tidak mengandung unsur sara dan muatan politik.
  • Tidak diperkenakan membawa atribut dan yel-yel yang bermuatan politis.
  • Tidak diperkenakan menggunakan kendaraan bermotor ddan perangkat elektronik (sound system)
  • Tidak diperkenakan melakukan atraksi atau kegiatan yang membahayakan.
  • Menjaga ketertiban dan keamanan selama festival berlangsung.
Rute yang ditempuh hampir sama dengan karnaval agustusan. Yaitu Dari start dari depan Pendopo Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Rutenya melewati Alun-alun, Jl MH Tamrin, Jl Panglima Sudirman, Jl WR Supratman, Jl Imam Bonjol dan finish di Kantor PMK.

Karena aku bosan duduk, aku menyeret Wulan untuk jalan-jalan sekitar alun-alun. Melihat keramaian festival oklik ini. Kami berdua menyusup di antara peserta dengan pedenya. Beberapa panitia rupanya teman Wulan. Dan ah iya, aku langsung tanya ini itu lah. Sekalian minta fotoin di beberapa kelompok peserta yang penampilannya aneh-aneh. Hahaha.

Sepertinya Para peserta pun berlomba-lomba membuat sesuatu yang berbeda. Mulai dari kostumnya dan peralatan yang di bawa. Ada yang memakai batik Jonegoroan, pakai kostum bola, pakai seragam santri, atau ada pula yang memakai kostum hantu-hantu, serta reog.

Acara molor karena para panitia menunggu sampai jumlah peserta cukup banyak. Dan aku dan Wulan berjalan melewati para peserta. Dan tanpa berdosa kami berdiri di antara peserta deretan depan. Di samping kiri ku berdiri No 1 dan samping kanan kelompok peserta No 2. Pak satpol pp nya sampai tanya, kami sedang apa. Aku sih santai aja jawabnya. Dikiranya kami juga para peserta. :v :v :v

Wulan sudah menarik - narik aku untuk menyingkir, tapi aku tetep nggak mau. Sebelum di lepas, di seberang sana para pemegang kamera bejibun mengambil gambar, dan aku masih berada di antara para peserta. Emang sableng yak. Numpang ngeksis melulu. :D

Baru setelah peserta mulai berjalan, kami berdua pun menyingkir ke pinggir. Dan itupun disuruh mundur sama salah satu panitianya. Aku tanya ke Wulan. "Lah itu kok menyingkirkan kita, emang dia nggak tahu siapa kamu?" tanyaku menyindir.
"Ah biarinlah mbak, kalau dalam kondisi kayak gini tuh sok serius. Tapi liat ntar. Dia akan tahu siapa aku," jawabnya diplomatis.

Aku sih cuma ketawa-ketawa aja. Terus akhirnya kami pun kembali ke tempat di mana para teman-teman ngopi. Kemudian ada satu penampakan yang membuatku heboh. Ada boneka Danbo Raksasa. Jadi pas aku ngelihat boneka itu, aku histeris minta fotoin. Teman-teman yang nggak tahu langsung mencari sosok danbo itu. Mereka bingung, tidak tahu siapa itu Danbo. Wkwkwkwk.

Dan inilah penampakan aku yang ngeksis di mana-mana. :D

ada anak cowok yang numpang ngeksis juga sambil manggul boneka Danbo :D (diambil dari kamera hpnya mas Dan)

 
nyomot dari blok bojonegoro :P

 Foto - foto yang lain menyusul yak. Nunggu dari yang empunya kamera ngapload. :D
See you ^_^


20 comments:

  1. kalau aku jadi Wulan, aku malu punya teman kayak kamu >.<

    huehehehe...

    eh, itu acara tahunan yak?

    ReplyDelete
  2. Klitikan yaaaa?
    Loh kok ada Danbonya? :D
    seru, Vey!

    ReplyDelete
  3. @meonk
    hahaha, ah~ ntar kalo ketemu pasti kamu bakal kangen terus sma aku :P

    Yup acara tahunan :D

    @Arga
    Klitikan? di tempat mbak namanya klitikan ya?
    Iyo, ada Danbonya :D
    siippp

    ReplyDelete
  4. haaaaaa seru pengen ikutan... dan kata-katanya Mbah Udin itu... sesuatau banget ya :v :v :v

    Eh... eh bukannya Mbak Shinta juga ikutan ya?

    ReplyDelete
  5. @Mia
    haha, iya makanya aku tulis :P
    Oh Sinta cuma ikut bukber saja, tapi nggak ikutan ke alun-alun soalnya dia Dinas. hehe

    ReplyDelete
  6. Wah ini acara kayaknya seru banget ya, lucu ada danbo nyaaaa :)

    ReplyDelete
  7. @Anggi
    haha..
    iya, makanya aku langsung minta foto :D

    ReplyDelete
  8. @Arshi
    hehe, maaf ya, cerita tentang kamu ada di episode selanjutnya :D

    ReplyDelete
  9. kalo di lamongan sih ramenya pas malem takbiran. tapi gak tau deh sekarang. abang jarang pulang, euy.. wakaka..
    ayohhh merantaulah nakkkkk.. hihihi

    ReplyDelete
  10. @Ayu
    hahaha, pasti ada kegiatan2 baru mbak :)
    muahaha merantau yak? kapan ya :O ;)

    ReplyDelete
  11. Wah..ramenya ya
    Asik dong bisa sekalian cuci mata wkwkwk

    ReplyDelete
  12. @Esti
    hoho iya mbak :D
    sayangnya kebanyakan yang ikutan anak-anak kecil :v

    ReplyDelete
  13. di tempatku sudah jarang mbak ve beginian, mungkin karena pergeseran jaman

    ReplyDelete
  14. mau dunk boneka dambo yang gede itu, hehehhehe

    ReplyDelete
  15. Itu boneka dambo kerem sumfaah, mau bawa pulang dong :D

    ReplyDelete
  16. acara molor karena nunggu peserta, hahaha

    peserta oh peserta

    ReplyDelete
  17. @megi ambil aja meg hihi
    @rahmat silahkan diambil aja, hihi
    @sabda iya pesertanya nakal :D

    ReplyDelete
  18. Yuk ikutan giveaway :D
    http://febiola-febby.blogspot.com/2013/08/firmoo-international-giveaway-2013.html

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.