Surat Cinta Untuk Si Cengeng

Hola
Saat aku menulis surat ini, cuaca siang sangat panas menyengat. Apakah hatimu juga masih panas menahan amarah?

Tenanglah Bodoh. Kau tidak sendirian. Teman - temanmu siap menampung segala air matamu. Hei... percayalah! Aku sudah membuktikannya.

Hem tahun ini kamu benar-benar ketiban banyak rejeki ya? Berkat siapa? Belajarlah berterima kasih untuk semua orang. Atas kehadiran dan pelajaran yang mereka terima untukmu. Dan jangan selalu memendam masalah sendirian.




Iya, aku tahu. Sulit untuk membagi kesedihan apalagi itu menyangkut masalah keluarga yang kompleks. Namun jangan sering-sering menangis sendirian. Di kamar mandi lagi. Nggak ada tempat yang lebih keren ya? :P

Ah. Kau pasti mengelak. Dengan di kamar mandi. Suara isakan perih di dada tidak akan terdengar. Tersamarkan oleh suara air bergemericik. Dan mata sembab merah pun tidak akan dipertanyakan lagi. Dikira orang lain karena kemasukan air. Tapi aku tahu. Itu bukan air biasa. Itu  air mata kesedihan yang kau pendam beberapa waktu.

Hei cengeng,
banyak orang yang menganggapmu itu tegar dan kuat. Aku tahu siapa di balik semua itu. Karena mereka jugalah kau berusaha untuk kuat.

Hei cengeng,
Ingat waktu kau habis memarahi Veri karena alasan terentu. Kau malah yang menangis sepanjang perjalanan menuju tempat dinas. Aneh kan? Yang memarahi siapa? Kok malah sesunggukan sendiri. Aku tahu. Rasa sayangmu itu padanya besar. Entah dimulai sejak kapan, kau pun tak tahu. Padahal dulu kau seperti anjing dan kucing sama Veri. Sekarang klop. Alasanmu menangis pun simple sekali. Karena wajah Veri yang memucat tertekan. Dan kau pun berjanji untuk tidak mempermasalkan hal-hal kecil. Seperti remot atau apapun.

Ah kau masih saja cengeng. Saat menulis kesedihan pun, ingusmu sudah keluar. Payah. Bener-bener payah. Tapi cengeng, itulah kau. Itulah jiwa yang membentukmu menjadi seperti ini.

Namun sifatmu yang lemah seperti itu sering dimanfaatkan orang lain. Sudah berapa kali kau salah menilai orang lain? Sehingga kau sendiri yang harus rugi? Ckckckc. Mau sampai kapan bertindak serampangan?

Gadis Cengeng,
Tatap cermin. Lihat baik-baik wajah yang ada di sana. Beberapa tahun lagi akan berubah. Namun satu hal yang pasti. Jangan pernah menyerah. Jangan pernah menjadi orang yang menyebalkan. Apalagi sampai merugikan orang lain. Masalah selalu datang. Namun yakinlah, Tuhan Tak Pernah Tidur. Dia melihat semua tindak tandukmu. Maka tetaplah pasang senyum terbaik. Segalanya akan membaik.

Gadis cengeng yang keras kepala,
Cinta itu seperti kupu-kupu. Aku pernah mendenganr hal ini. Ah bukan. Membaca tepatnya. Bila kau mengejar dia akan lari. Tetapi tetaplah diam dan berikan rasa nyaman pada kupu-kupu itu. Maka suatu saat, atas ijin Tuhan ia akan mendekat. Maka Move On ya. Cinta yang benar akan tumbuh pada saat dan tempat yang tepat

Ash! Aku lupa!
Dia bukan kupu-kupu. Dia adalah Sebastian.
Perempamaan yang bagus. :)

Ah ya, si ceroboh...
Catat semua hal-hal penting di buku. Aku tahu kau sering kali melupakan hal-hal penting. Walaupun begitu kadangkali sifatmu yang sok optimis,"Selalu ada kesempatan kedua" itu sering membantumu yah. Tuhan memang sangat sayang padamu. :)

Ehmm di penghujung suratku ada sedikit ceramah. Kayak dari tadi nggak ceramah saja ya. ^_-
Aku saat ini cukup bahagia dengan hidupku. Aku memiliki segalanya. Aku punya Tuhan, keluarga, sahabat, teman, dan kau. Apalah artinya semua 'mimpi-mimpimu' tanpa mereka. Kau boleh saja menomersatukan mimpimu. Namun jangan kau singkirkan apa yang harus menjadi prioritasmu.

Apabila mimpi-mimpi itu tak pernah terwujud. Memangnya kenapa? Apakah akan kiamat? Apakah kau akan mati? Aku rasa tidak, tidak semua mimpi harus terwujud. Tetapi semua proses untuk menuju mimpi itu harus dilakukan. Supaya mencapai hasil maksimal. Kau tahu? Tuhan memiliki rencana yang sangat indah untukmu. Maka yakinlah apapun takdir yang menimpamu.

Selain itu. Aku dan Na akan selalu menyangimu. Kau bagian dari kami. Dan kami juga bagian dari diri dan hidupmu. Berbahagialah sayang. Dengan dua hal. Berikan senyuman dan bersyukurlah. Juga Menghargai diri sendiri. Karena itu juga salah satu bentuk rasa syukur. Yakinlah apa yang sudah diberikan Tuhan kepadamu itulah yang terbaik.


Semoga saat membaca surat ini, kau bukanlah gadis cengeng lagi. Kau adalah gadis yang kuat. Gadis yang hebat. ^^

Sampai jumpa pada surat yang berikutnya. :)
Salam sayang


your past
 



Diikutkan dalam:
GA-KETIKA CINTA HARUS PERGI

Comments

  1. masih belum ngerti harus baca dua kali nieh, hehehhehehe

    ReplyDelete
  2. @Arga
    apa mbak? baru diedit ulang nih :P

    @megi
    hahah surat yang penuh dengan kerahasiaan :v

    ReplyDelete
  3. Yang diberikan Tuhan, itu yang terbaik
    Sukaaaa

    ReplyDelete
  4. Aku mampir...hehehe..tunggu pengumumannya ya Mba.

    ReplyDelete
  5. jadi kamuuu cengeng yaaa? sama dong :D

    ReplyDelete
  6. @Esti
    makasih mbaak ^^

    @Aida_Aie
    makasih sudah mampir mbak.. siplah ^^

    @Della
    amin.. makasih ya mbak ^^

    @Arga
    iya nih, sebenarnya cengeng. :v

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro