Friday, May 24, 2013

Selalu Waspada, Penipu di mana saja



Pernahkah teman-teman menjumpai tindakan kriminal secara halus? Pihak-pihak yang melakukan hal ini bersikap sangat ramah dan sopan? Jenis aksinya  pun beragam.  Mulai dari pinjem ini itu. Kemudian dengan banyak alasan. 

Berikut ini salah satunya :)
Selamat membaca ^_^



Di suasana terik menyengat ini, aku masih sibuk dengan kerjaan. Iya pekerjaan yang sehariannya hanya online saja. Di samping tempatku duduk, ada kipas angin yang anginnya tak begitu kencang. Namun cukuplah untuk menghilang sedikit hawa panas di sini.

Perhatianku sedikit teralihkan ketika ada sebuah motor matic yang berhenti di depan. Seorang bapak-bapak berkemeja kotak-kotak warna kuning. Sedang celingukan mencari sesuatu. Aku pikir, pegawai telkom yang akan memasang jaringan telepon di sini. 

Namun aku tak beranjak dari kursi nyamanku. Bapak itu mulai berjalan ke arahku. Dia duduk di depanku dan sedikit memulai percakapan. 

"Bosnya kemana ya mbak?" tanya dengan sikap ramah.
"Ada di rumah Pak, ada apa ya?" 
"Boleh duduk di situ ya?" dia menunjuk bangku di sebelahku.
"Silahkan." Barangkali bapak ini ingin meminta tolong mengisi lagu atau apa gitu.

Tiba-tiba dia merogoh tasnya dan mengeluarkan satu stiker bertulisakan Tidak menerima sumbangan. "Nanti stikernya dipasang di bawah tulisan Jagalah Kebersihan itu ya Mbak." 

Aku menaikkan alisku, tak mengerti maksudnya. "Itu lho yang di samping sekat itu," tambahnya sambil menunjuk sekat kayu di sebelahku.

"Oh iya." Aku hanya mengangguk-angguk tanpa banyak bertanya.

Kembali dia mengambil sesuatu dari tasnya. Aku tak begitu memperhatikan dia. Mataku sibuk membaca tulisan di stiker di meja.

"Ini mbak, nanti tolong kasih tahu bosnya." Disodorkannya padaku sebuah kuintasi kecil berwarna hijau. Aku melihatnya dan terhenyak. Lima puluh ribu? Ah masa disuruh bayar. Aku membiarkannya di meja. Tanganku sibuk memainkan mouse.

Bapak itu berdiri. Aku diam saja. Akhirnya dia buka suara lagi.
"Masa saya harus duduk lagi mbak, ini mbak nanti kuintansinya dikasihkan ke masnya sebagai bukti."

Hah? Baru deh, aku ngeh, kalau aku disuruh bayar. Lima puluh ribu? Ogaaahhh. Aku pernah mengalami kejadian seperti ini. Apa harus terulang lagi? Haduh...

"Maaf ya Pak, ini dari mana?"

"Saya dari Karang Taruna Bojonegoro Mbak, semua warnet pasang stiker ini kok."

Sayang sekali aku tetap tak percaya.

"Yah begini saja Mbak, duapuluhribu dulu  juga tidak apa-apa," lanjutnya.

"Sebentar Pak, saya telepon bosnya dulu."

"Nggak usah Mbak, Bosnya sudah tahu kok."

"Iya Pak, saya telepon dulu sebentar."
 Aku segera menelpon bosku. Dan memintanya segera kemari. 

"Rumahnya mana mbak? Di sini panas ya Mbak."

Aku cuma tersenyum."Deket kok Pak. Di belakang sekolah itu lho."

Dia beranjak dari tempatnya duduk, mendekati kulkas dan mengambil segelas aqua. "Sedotannya di mana mbak?"

"Itu di atas kulkas."

Aku iseng sms salah satu temanku yang sering berhubungan dengan organinasi. Apakah karang taruna sering meminta sumbangan?

Dan jawabnya adalah TIDAK. Kalaupun ada event seperti Agustusan, mereka mintanya sukarelah. Dan bukand alam bentuk stiker seharga limapuluh ribu!


"Bosnya masih lama ya mbak, saya ke daerah lain dulu ya mbak, nanti saya kembali lagi."

"Tunggu sebentar Pak, rumahnya deket kok. Sebentar saja."

Aku melihat si bapak itu sudah mulai gelisah. Dan aku pun tak ambil pusing. Aku masih main-main sama mouse.

Kemudian datanglah bosku.


Pada intinya, bosku langsung bertanya,"Ini beli maksudnya?"

Hem.. eh si bapak itu sedikit memutar balikkan percakapan denganku tadi. "Iya beli Mas, sepuluh ribu." Harganya turun lagi :D

"Kemarin dari Pak RT saya juga dapat Pak. Sama seperti ini."

"Oh iya? samakah? Makanya tadi saya minta mbaknya untuk tanya ke sampean, mau beli apa tidak."

Aku cuma tersenyum, kan aku yang ngotot mau telepon bosku. Bukan Njenengan Pak. :D

"Berarti nggak beli ini Mas?"

"Oh nggak Pak. Makasih."

"Ya sudah, sepurane kalau ganggu. Maaf mbak," dia menunduk kan kepalanya sedikit ke arahku.
 Dan kemudian pergi....

Well, pernahkah teman-teman mengalaminya? Seorang penipu yang bertampang sabar, bersikap sopan. Tetapi ujung-ujungnya menipu?

Aku sudah mengalami hal seperti ini beberapa kali. Mulai dari ibu-ibu dan kemudian yang lain. Aku juga pernah ketipu. Hikss

Makanya aku lebih hati-hati sekarang. Tidak mau serampangan mengambil keputusan. Lebih bersikap masa bodoh. Dan yang terpenting anggapanku terhadap manusia berubah. ^_-

"Tidak semua orang itu baik. Pasti ada jahat. Maka berhati-hatilah. Tetapi juga, tidak semua orang selalu bersikap jahat. Pasti ada sisi baiknya."

Kalau aku ceroboh lagi, pasti melayang sudah itu duit limapuluh ribu. 
Terima kasih Allah, masih melindungiku dari orang-orang yang berniat jelek. ^_^

Untuk teman-teman, tertutama perempuan. Ada saat di mana kita hanya sendirian. Dan di sekitarmu sedang sibuk sendiri-sendiri. Kemudian datanglah orang yang mengajakmu berbincang-bincang. Waspadalah. Bisa saja itu termasuk hipnotis. Jangan suka melamun juga yaa ^_^.

Yang paling penting, jangan mempercayai perkataan orang lain mentah-mentah. Kemudian jangan panik. Bersikaplah tenang. Selalu ingat kepada Tuhan. Karena orang yang panik akan mudah jatuh dalam perangkap hipnotis. Percayalah, aku pernah mengalaminya. :(

Maka dari itu aku tak ingin siapapun mengalami hal yang sama.

Waspadalah!!! 









5 comments:

  1. hmm, aku kemarin.. laki2 datang ke rumah langsung nrocos kalo 10 tahun yg lalu pernah ngobrol dg bapakku.. langsung aja kupotong,, "salah orang tuh,, mungkin rumahnya daerah sana.. aku di sini baru 1 tahun."
    "Terus dia bilang lho,, ibunya yg sakit xxx." Aku jawab, "nggak tuh.."
    Dia terus berlagak berpikir, lalu pergi..

    Kalo ada orang nyosor duluan, tidak memperkenalkan diri padahal tidak kenal berarti tanda2 mau nipu,..

    sebenarnya aku bohong juga sih,, hehe,. ngetes apakah dia kenal dengan bapakku, ternyata memang ketahuan dia bohong.. :)

    ReplyDelete
  2. @Bintang
    Hemm... benar-benar deh.. Menakutkan yaa...
    Banyak aja modus tindakannya.

    Mencegah tindakan penipuan dengan menipu ya.. Hehehe. Tips yang bagus tuuh..

    Makasih ya sudah berbagi ^^

    ReplyDelete
  3. aduuuh manusia, manusia ... mau cari uang itu ya kerja, jangan nipu karena saking pinternya :p
    tengkiyuuu kisahnya Vey, kalau ada yg datang aneh2 suruh nunjukin surat2 dan telepon2 orang 'penting' dulu aja yaa

    ReplyDelete
  4. Ya ampun mbak, seremmm..
    kasihan ya bapaknya cari rezeki sangking mentog jedug sampek akhirnya nipu gitu. Kasihan kalau ngerti orang-orang yang sudah putus asa kaya' gitu sampai harus kerja jadi penipu dan mungkin juga nanggung malu gara-gara itu. Kasihan keluarganya yang hidup pakai uang tipuan :'(

    ReplyDelete
  5. @Arga
    iya mbak.. kalau ada yang aneh.. mending langsung dicuragai. hehehe.. dan untuk amannya ya telpon orang penting dulu. :D

    @Sinta
    huump, uangnya jadi uang haram. Ah tapi biarlah Tuhan yang memutuskan hukumannya. Tugas kita ya berhati-hati menjaga amanah yang ada pada kita ;)

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.