Wednesday, May 22, 2013

Review Buku : My Perfect Sunset


    Judul              : My Perfect Sunset

    Penulis           : Kyria


    Penerbit        : Bentang Pusataka


    Tahun             : 2013



    Halaman        : vi + 370 halaman





Sinopsis :
Tak pernah aku bermimpi akan bertemu denganmu dengan cara seperti ini. Bagiku, dirimu bukanlah sosok yang kuharapkan untuk datang. Menghamipirku lalu menawariku sejuta harapan, mengajakku tidak bosan tertawa dan setia menjadi sandaran sedu sedan tangisku.

Tetapi di ujung sana, sosok yang sempurna menungguku dengan sabar. Menaniku merengkuhnya dengan beribu-ibu rasa rindu, memohon dengan tulus untuk memmbuka pintu, dan mengharap sapaan “Sayang” kembali terucap dari bibirku.

Hatiku tak kuasa memilih, haruskah aku melupakanmu. Sekalipun kau yang mampu menyunggingkan senyum di wajahku, sekalipun kau yang menghapus air mata dari kedua pipiku, dan sekalipun kau yang mampu mewarnai hidupku.

Walau sejujurnya aku, seorang Indah, tidak ingin melepaskan sosok Starua ataupun Kevin. Egois memang. Meskipun kenyataan berkata bahwa untuk meraih sunset yang sempurna, kita harus memilih dan memutuskan.


***

Review :

“Bertemu denganmu pasti bukanlah sebuah kebetulan melainkan rencan Tuhan yang paling mengesankan.”
Aku suka kalimat manis ini. Sering kali sebuah pertemuan menyebabkan rasa rindu yang  berkepanjangan. Ada yang menganggap itu sebuah kesalahan, kebetulan, atau hanya kejadian biasa. Tetapi penulis yakin bahwa itu rencana Tuhan. Ihiiirrr

Kutipan di awal buku sedikit memberikan gambaran tentang sang tokoh yang akan bertemu dengan seseorang yang menurutku akan mempengaruhi kehidupan sang tokoh secara total. Namun pertemuan macam apakah itu?

Pertanyaanku langsung terjawab di pengenalan awal. Yak. Jarang aku menemui sebuah prolog yang seperti ini. Sebuah tindakan penodongan dan hampir ke pelecehan seksual. Patut diacungi jempol untuk penulisnya.
Tetapi kenapa ya pahlawan selalu muncul pada saat yang tepat. Hehehe. Jadi sang tokoh selamat deh. :P Yak! Indah, selamat dari perampokan yang menimpanya berkat Satria. 

Satria dengan terang-terangan mengungkapkan rasa cinta. Walaupun Indah sudah berulang kali untuk menolaknya. Karena Indah sudah bertunangan. Namun akhirnya Satria mendapatkan kesempatan, sebab tunangan Indah, Kevin telah berselingkuh.

Perjuangan Satria dimulai. Dia terus mencoba mengalihkan perhatian Indah dari rasa sakit hatinya. Satria membuatnya tersenyum. Membuatnya berarti.

Di satu sisi dia luluh dengan perjuangan Satria yang terus bersamanya, menghiburnya. Dan selalu berada di sampingnya menopangnya. Di sisi lain, Kevin meminta cinta cinta Indah kembali.

Jadi bagaimanakah Indah harus memilih?

“Bagiku sunrise lebih baik. Saat matahari terbit. Setiap fajar bagaimana nanti. Aku melakukan yang terbaik untuk saat ini. Sekarang. Tak peduli apakah aku bisa melihat sunset-ku yang indah atau sore yang mendung. Jika aku menikmati setiap kesempatan yang datang kepadaku, apapun hasilnya aku tak akan menyesal.”
Satria memaparkan bahwa hidupnya adalah untuk memberikan hal yang terbaik. Entah dia bisa mencapai tujuannya atau tidak. Duh jadi keingat Luffy. Hehehe.

Bagaimanapun lakukan yang terbaik untuk hari ini. ^^

Ini adalah salah satu kutipan faforitku.Bagaimana kita memandang sebuah sunset sebagai tujuan akhir dan sunrise. Sesuatu yang terjadi setiap hari. Namun disadari apa tidak, segalanya memiliki arti khusus.
Ah iya, Satria juga adalah seorang laki-laki yang terlalu baik. Dia hanya cukup bersama Indah, melihat senyumnya, dan memberikan kebahagiaan, walaupun perasannya tak bersambut. Ada nggak ya di dunia nyata?Huhuhu.

Cinta kadang buta bisa juga dialami oleh Kevin. Menghalalkan cara untuk mebuat Indah kembali padanya. Well, sampai melakukan ancaman yang tak bisa membuat Indah mangkir. Ancaman seperti apa? Baca saja sendiri. :D

Kelebihan dari novel ini adalah lelucon-lelucon yang segar, dan kata-kata romantisnya bertebaran tetapi tidak berlebihan dan juga telah berhasil membuatku membacanya sampai akhir. :D

Kekurangannya adalah endingnya belum selesai. Hahaha. Aku nggak suka nih, jadi masih ada kelanjutan ceritanya di buku selanjutnya. Informasi ini aku dapat dari penulisnya, lewat twitter. Huhuhu.

Hem… segitu saja dulu reviewku ya.. silahkan berikan komentar tentang reviewku ini. Aku masih terus belajar nih. :D




5 comments:

  1. 370 halaman, tebel juga ya
    Reviewnya aja sepanjang ini

    ReplyDelete
  2. @Rahmah
    eh makasih mbak :)
    masih belajar ^^

    @Ini
    hoho, iya tebel :D
    tapi bagus kok.. untuk yang pecinta romance. hehehe

    ReplyDelete
  3. hihi, justru ending dibuat ngambang biar yg baca bisa nebak2 sendiri dan nerusin novel sekuelnya #loh? :p

    keren ihVey, nulisnya bisa lengkap nan panjang gini. saya kadang bingung mau nulis apaan di review >.<

    ReplyDelete
  4. @Arga
    Iya. biar beli novel selanjutnya, hihi
    Ah gak panjang-panjang amat mbak..
    :D
    aku juga sering bingung >.<
    tapi harus tetap berusaha, semangat mbak ^^

    ReplyDelete

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.