Surat untuk Padi

Aku sering mendengar peribahasa tentangmu.
Seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.

Ah, tetapi hal-hal tentangmu itu begitu banyak. Misalnya saat kau masih menjadi benih. Aku pernah membatu Mbok di sawah. Iya untuk memperbanyak jenismu. Rasanya menyenangkan. Walaupun setelah itu, kakiku jadi bermasalah.

Aku suka baumu. Iya, bau mu yang masih hijau di sawah. Segar. Tanpa polusi. Menghidupkan ketentraman di hati. Memberikan kesejukan. Juga melihatmu hijau. Aku ikut tersenyum.



Kau memberikan banyak kehidupan. Dari biji padi sampai damenya. Iya, aku ingat damen itu digunakan sebagai makan ternak sapi. Tetapi damenmu yang telah dibakar bisa digunakan sebagao sampo ya?
Aku belum pernah mencobanya. :)

Aku juga pernah membantu ibu menjemur jutaan dirimu di halaman rumah. Menjagamu supaya tidak diserbu ayam atau burung nakal. Dan sorenya membungkusmu kembali dalam karung. Esok di gelar lagi. :D
Capek? Pastinya. Tetapi yang kubenci adalah rasa gatal yang menerpa kulitku setelah bersentuhan denganmu.

Tentang beras, dirimu yang lain. Merupakan makanan pokok negeri kami. Aku punya cita-cita untuk backpakeran kelilin dunia. Namun yang menjadi pikiranku adalah pasti sangat sulit menemuimu di negeri yang bermakanan pokok roti. T.T

Padahal kau tahu, kalau belum memakanmu rasanya aku belum makan.
Ah sudahilah percakapan kita dulu. Hujan sudah mulai mengguyur memanggilmu kembali ke ladang hijau.

Comments

  1. hemmmm... padi..
    kangen juga aku sama si padi..
    melihat padi menguning sama kayak melihat masa kecilku dulu...

    ReplyDelete
  2. @Dony
    iya... keindahan alam pun selalu jadi kenangan yang tak terlupakan :)

    ReplyDelete
  3. hihi,bahasanya lucu, Vey. kayak anak kecil, polos. Vey ini tak terduga ya. kadang kayak mbok2 #eh tapi kadang kayak anak kecil ^^

    ReplyDelete
  4. @Arga
    aku baru sadar kalau aku sering dikira mbok-mbok :v
    aku kan masih unyu :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lima Wishlist Di Tahun Dua Nol Satu Tujuh