Surat untuk Ayah

Selamat Siang ayahku.
Sudah makankah dirimu?

Di sini, di kota kelahiranmu ini cuacanya sangat panas menyengat. Fyuuh. Elap keringat. Kalau di sana Bagaimana?
Apakah pertambangan batu bara juga telah membantu meningkatnya suhu di sana? Atau pohon-pohon masih dengan gagahnya menjulang ke langit. Melindungi semua kehidupan di atas tanah.

Ayah, postingan puisi nan gejeku menang di lomba giveaway lo.. hihihi. Puisinya memang aku suka. dan sebenarnya ya, puisi itu untuk lomba apa gitu. Aku lupa. -_-
Dan terlewat deadline. Untungnya nih ya, puisi itu telah aku posting di blog. Coba kalau enggak? Semua file Vey yang di kompi hilang sudah. Karena hardiksnya bermasalah. Hiks hiks
Iya, semua calon naskah Vey yang tulis sambil ngigo itu hilang. Padahal ada sekitar sepuluh naskah yang setengah jadi. HUaaa...

Tapi nggak apa Yah. Karena amunisi inspirasi masih banyak. Untung cuma file yang hilang. Kalau otak yang hilang? Nah itu baru bermasalah.

Yah, pulsaku tembus limapuluh ribu nih. Emang sih, Ayah itu nggak pernah eman kalo untuk anaknya. Tapi aku pinginnya yang mentah aja. Eh???

Iya nih, rencananya mau jualan pulsa. Jadi lumayan lah, duitnya buat wirausaha, jadi nggak habis buat beli baju. :D

Eh Yah, sekitar tanggal 22, aku ijin ya pergi ke Semarang. Naik kereta. Iya iya. Pasti Ayah khawatir. Ke Surabaya aja, Ayah minta Mama buat nemenin aku. Ayolah Yah, kapan putrimu ini dewasa, kalau ke mana-mana masih dianter Mama. -_-

Tapi Yah, tambahin uang sakunya yaaa....
Upss...
I miss U Dad :)

Comments

  1. Bacanya senyum iya, haru iya. Kamu deket banget sama ayah ya, Ver? :)

    ReplyDelete
  2. @mbak Della,
    hehe.. emang ya, aku tuh jarang nulis yang bau-bau serius :P
    aku deket sama ayah dan mama mbak.. :D

    ReplyDelete
  3. ternyata ada maunya juga ya hehehe
    emang bener, sosok ayah itu sama seperti ibu, meski anak sering nyakitin, tapi sang ayah tetep menjadi seorang yang bijak :)

    ReplyDelete
  4. ayahmu kocak, suka kisahnya ^^

    ReplyDelete
  5. @Riso hehehe, iya ada maunya. Namanya juga anak-anak
    hihihi... Yah, ayahku ya seperti itu :))

    @arga iya mbak, begitulah ayahku. makasih mbak tha :))

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro