Nomer Nyasar

Hehehe...
Beberapa hari ini kok isinya blogku cuma curhatanku saja ya? Gak apa ya... Harap maklum, masih abglodak :P

Tadi pagi sebelum berangkat dinas aku mendengar percakapan antara ibuku dan Budheku. Bukan nguping kok. Lah aku berdiri di depan mereka. :D

Ibuku belakangan ini uring-uringan (marah/bete/sebel) gitulah. Penyebabnya tidak lain adalah seringnya dapat telepon dan sms nyasar. Ngajak kenalan. -_- 
Ternyata Budheku pun mengalami hal yang sama. Malam hari sering dapat sms "miqum".


Ibuku tanya, artinya miqum. Aku ngakak. Ternyata masih ada juga ya yang ngajak kenalan seperti itu. Mengacak nomer. Seandainya mereka tahu. Kalau ibuku dan Budheku itu umurnya seperti ibu mereka. Apa mereka itu masih berniat mengganggu? 

Aku juga pernah tuh, dapat telepon nyasar. Jam 02.00 dini hari. Iya emang rada gila tuh orang ya. Orang lagi asyik di dunia mimpi. Dia malah telepon. Dengan kegejan pula. *tuing-tuing
Alhasil aku ngamuk. Aku bilang ke dia, kalau itu mengganggu hidup orang lain. Eh ada malahan ngeyel. -__-

Kenapa ya masih musim telepon atau sms nyasar ngajak kenalan. Beuuh. Aku pernah nih angkat teleponnya ibuku. Aku tanya dia siapa? Mau cari siapa? Ada urusan apa?

Kelihatan kalau aku judes ya? Iya, sama orang yang gak dikenal dan tanpa urusan yang jelas. Kalaupun salah sambung. AKu pasti bilang, "Maaf pak/ibu njenangan salah sambung. Diperiksa malih nggih nomer e."

Tetapi yang ada mau ngajak kenalan ibuku. Iya itu nomernya ibuku. *woooeeey 
Langsung aku bilang, "Maaf ya salah sambung." *klik


Iya langsung aku tutup. Tetapi sepertinya masih berlanjut deh gangguan di hp ibuku. Sekarang ibuku cuek aja. Gak penting juga mengurus hal seperti itu.

Aku juga sama. Lebih parah malah. :D

Tetapi ada yang lucu nih. Masih inget kan? sms

"Ini mama. Mama lagi ada di kantor polisi. Tolong kamu transfer ....."

Apa pendapat kalian? Iya itu emang ngacak pula.
Tetapi tetanggaku pernah dapat telepon. Yang katanya penelpon mengabari bahwa suami tetanggaku itu mengalami kecelakaan.
Permasalahannya adalah, si penelpon tahu nama suami Tetanggaku itu. Aneh kan? Makanya tetanggaku itu gugup bukan main. Dia takut kalau hal tersebut benar-benar terjadi. Si penelpon meminta sejumlah uang untuk mengurus Rumah Sakit dll.
Tetapi tetanggaku ini tidak langsung mentransfer tetapi lebih dulu berkonsultasi kepada Tetanggaku yang lain. Tetanggaku yang lain ini adalah seorang tentara. 

Untung Pak Tentaranya mengambil tindakan cepat untuk kembali menelpon si pelapor kecelakaan. Dan menanyakan posisinya di mana. Pak Tentara ini akan membantu mengurus permasalahan di sana. Eh si penelpon ini sepertinya malah tidak senang.

Pak tentara meminta tetanggaku itu untuk menghubungi suaminya dulu. (Jadi sipelapor itu telepon pakai hpnya sendiri). Untuk memastikan kebenarannya.
Dan alhamdulillah, suami tetanggaku itu baik-baik saja.

Ada lagi cerita dari tetanggaku yang lain. Dia sudah tertipu, untuk membelikan pulsa sebesar seratus ribu ke nomer pelaku. Karena panik, ketika dikabarkan ada salah satu keluarganya mengalami masalah.

Aku juga pernah mengalaminya nih.
Jadi ibuku bilang ayah smsnya aneh. Ternyata Hp ayahku itu hilang. Dan nomernya sempet dipakai beberapa kali untuk sms ibuku. Untungnya ya, ayahku itu gak begitu bisa sms. Sukanya telepon. :P
Jadi ibuku langsung bisa mengenali 'gaya sms' Ayah yang aneh itu.

Kesimpulan dari curhat gejeku ini :

Modus penipuan itu banyak. Apalagi bila diminta mentransfer uang atau pulsa. Sebaiknya tetap bersikap kepala dingin. Kita juga bisa berkonsultasi dengan orang lain.Kalau perlu kita menghubungi keluarga kita untuk memastikan kebenarannya. Karena mungkin saja pelaku penipuan adalah orang yang kenal dekat dengan kita. :)


Ada modus undian berhadiah di televisi. Paling marak nih. Kalau merasa tidak pernah ikut undian. Ya jangan percaya begitu saja. Di cek kebenarannya di situs aslinya.

Oke segitu dulu. Kalau besok nemu kejadian aneh lagi . Aku post deh. ^o^

 

 
 


Comments

  1. Wah ngeri juga ya kalau ketipu.
    Beberapa kali ada nomer nyasar, kutanya nyari siapa, eh malah nanya aku siapa. Ngajak kenalan, wtf, gak jelasss... langsung tak tutup, wkwkwk...

    ReplyDelete
  2. memang modus- modus gitu sangat mudah dilakukan apalagi sekarang penyedia layanan komunikasi memberikan banyak sms gratisan.. jadi tinggal ngacak aja.. perlu adanya kebijakan dari pihak-pihak seluler nih..

    ReplyDelete
  3. @Una
    iya, sikap yang bagus itu Una. Langsung tutup saja. Haha. sama ya ternyata. :D

    ReplyDelete
  4. @Herry Susanto
    Iya nih. Tapi jangan dihapus sms gartisnya. :(
    ntar tekor saiaaa :v

    ReplyDelete
  5. saya pernah mengalami hal yang sama seperti itu, di tipu orang lewat sms untung belum di transfer uangnya

    ReplyDelete
  6. @Megi
    iya, marak memang. harus hati-hati. kasih tahu keluarga juga. biar nggak ada yang jadi korban. ^_^

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lima Wishlist Di Tahun Dua Nol Satu Tujuh