Dear my Job at 15

Dear my world
Untuk duniaku


Aku tahu hari ini bukanlah puncak amarah. Hanya belajar untuk menempa diri dari segala hal yang mengecewakan bukan? 

Aku memang bukan manusia yang baik untuk serius dalam menjagamu. Merawatmu. Melakukan tugasku. Apalagi aku sering telat. T.T
Tetapi setidaknya aku tidak menuduh atau mengecam orang lain yang sebenarnya lebih tidak beres perkerjaannya. Aku tahu. Aku harus sabar. Tinggal dua bulan lagi. Cuma dua bulan lagi. Aku bersamamu. Itupun kalau aku yakin akan meninggalkanmu.


Kamu telah membawaku ke dunia maya ini. Memperkenalkan sekaligus menenggelamkanku pada ranah maya. Baik facebook, twitter, blog juga. Dengan sabarnya kamu mempersilahkan aku bebas berselancar di manapun juga.

Pada akhirnya, aku pun telah menghasilkan beberapa karya lewat dirimu. Beberapa antologi. Beberapa karya di yang muat di media cetak. Terima kasih.

Setidaknya, walaupun aku tidak seproduktif orang lain. Aku memperoleh banyak hal manis lewat dirimu. Beberapa hadiah buku, pulsa, boneka, kaos, kipas angin, rinso sudah kuraih darimu. Juga persahabatan dari orang-orang di luar kota. Di seluruh nusantara. Berbagi canda. Berbagi tawa. Berbagi cerita. Semuanya itu berkatmu.

Dear my job,
Lihat, bagaimana mungkin aku berusaha meninggalkanmu. Tapi kau juga mesti tahu. Aku tak mungkin selamanya berada di sini.
Karena aku akan pergi melihat dunia. Dunia yang lain. Dunia yang lagi penuh dengan orang-orang yang berbeda watak. 

Maka dari itu. Berbaik hatilah selama dua bulan ini. Untuk tidak ada masalah. :D

Comments

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lima Wishlist Di Tahun Dua Nol Satu Tujuh