Sepotong Senja Darimu

Aku katakan ini adalah sepotong senja. Senja yang sangat berkesan. Namun singkat. Ya. Adalah tentangmu, Aoi.
Aoi, masihkah kau memakai topi birumu?
Aku tak pernah sanggup menuliskan namamu. Karena aku takut, aku akan goyah. Aku takut, aku memiliki rasa itu lagi. Bahkan kontak di hpku pun tak pernah berisi namamu. A S. itu kode di kontak hpku. Banyak alasan untuk menutup jejak rasa yang pernah ada di antara kita.
Saat seorang teman menyeretku ke kelasmu. Dalam usaha memperkenalkan cowok ganteng di sekolah. Aku tetap saja mengatakannya tidak. Tetapi sebenarnya yang terjadi adalah aku tak pernah menatap wajahmu. Jadi aku memberikan nilai palsu. Sepalsu bahwa aku tak menyukaimu.

Takdir membawaku padamu. Aku sekelas denganmu. Ya. Perguliran yang hanya terjadi tahun itu. Menumbuhkan rasa yang berbeda. Awalnya aku tak mengerti, kenapa kau selalu saja menggodaku. Walaupun dengan samar.
Belum pulang?Nungguin cowoknya ya?
Dan akupun yang saat itu adalah anak perempuan yang super galak, judes pun menjawab dengan sedikit membentak. Bahwa aku menunggu teman perempuan.
Ah.. seandainya aku lebih lembut..
Segalanya baik-baik saja sampai pada akhirnya kau mendapat nomer hpku. Dan mulai memberikan sinyal yang berbeda. Jujur saja Aoi, waktu itu aku kaget sekali. Aku tahu siapa dirimu. Bagaimana mungkin kau bisa menyimpan hal yang berbeda padaku. Sedangkan sahabatku sangat mengagumimu.
Hubungan kita pun berlanjut hanya lewat sms saja. Bila di sekolah, seperti tak terjadi apa-apa. Tapi aku bahagia, Karena aku memliki hal yang indah bersamamu.
Bahkan saat sahabatku minta fotomu, aku yang membantu mengambilkan fotomu. Tentu saja, kau berpose sendirian. Karena aku tahu, kau tidak suka terlalu dekat perempuan yang bukan mahromnya. Lantas sering aku bertanya-tanya, aku berada di mana di hatimu? di sudut manakah kau letakkan aku? Di sudut tersembunyi, tiada orang lain yang tahu?
Akhirnya aku bercerita segalanya tentangmu pada sahabatku. Aku tahu, aku berlaku tidak adil padanya. Tetapi aku juga tidak mau hubuungan kita hanya bersifat rahasia seperti ini.
Setelah lulus. Kau dengan sabarnya menungguku di sana. Padahal aku tidak berani bertatap muka denganmu. Malu.
Sampai sahabatku harus menyeret kita ke rumahnya. Hanya untuk berbicara. Aku tidak pernah menyangka hari itu adalah hari terakhir aku bisa dekat dengan dirimu, Aoi.
Di masa sekolah selanjutnya. Aku tak pernah bisa menjumpaimu dengan bebas. Melihat senyummu. Melihatmu menekuni buku. Karena kita berbeda sekolah.
Sehari demi hari kau tak pernah memberi kabar. Tahukah kau? Aku mulai rindu. Rindu segalanya tentangmu. Tetapi belakangan aku sadar. Aku bukanlah bidadari yang jelita. Bukan seorang muslimah sejati. Aku hanyalah gadis tak istimewa.
Jodoh tak kan lari kemana
Ungkapan itulah yang selalu kusematkan di dalam waktu. Agar aku tak selalu memikirkanmu. Tak selalu merindukanmu. Biarlah kita berjuang untuk mimpi kita. Biarlah kita mencukupkan diri dengan bekal yang cukup. Agar segalanya indah pada waktunya. Aku percaya itu. Aku berusaha memperbaiki sifat liarku.
Aku hanya bisa melihatmu setahun sekali. Aku tak bisa sepenuhnya menyingkirkanmu dari hidupku. Kau itu senjaku. Kau itu memiliki arti yang spesial buatku. Berita tentangmu tentu saja akan menarik perhatianku. Karena aku tahu kau memiliki kecakapan untuk menonjol, menjadi pemimpin.
Waktu berjalan, semua pun berubah.
Kau juga.
Aku sedih, aku kecewa. Hatiku bukan lagi patah. Tetapi hancur setelah mendengar kau memiliki gadis pujaan. Yang ternyata adik kelasku sendiri.

jemari ini tak bersuara namun terus menulis namamukepala ini memang menunduk, namun mataku terus saja mencari sosokmubibir ini selalu saja mengingkari, tetapi hati terus saja mengencani bayangmu


Kisah kita tak pernah berawal tak juga berakhir. Saat aku nyatakan perasaanku yang sudah terlambat itu. Aku bertekad untuk membiarkanmu hilang dari hidupku. Apapun taruhannya. Apapun resikonya. Namun kembali lagi di waktu ini, kita saling bertukar kabar. Tak perlu ada benci, tak perlu ada amarah yang menyelip di hati kita. Segalanya telah berlalu. Segalanya hanya berupa kenangan masa lalu. Kenangan sepotong senja darimu. Yang singkat. Namun tak terelakkan keindahannya.
Sekarang ini aku mengerti, betapa kisah kita itu indah. Tanpa ada perlu cumbu rayu penuh nafsu. Kisah kita seperti manusia dan senjanya. Saling mengamati, saling merindu. Namun tak pernah bisa saling menyatu.

Aku masih hidup, masih bisa bernafas. Segalanya tentangmu biarlah menjadi milikmu dan aku. Kalaupun harus hilang dan terganti yang baru. Syukurilah. Karena kita tak pernah tahu yang terbaik untuk kita, selain Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Tak perlu ada ratapan bila pelangi begitu indah untuk dinikmatitak perlu ada tangisan bila esok akan ada mentari menantitak perlu kau lagi bila ada yang bisa mengisi hati

Sampai hari ini aku masih bisa tersenyum bahagia tanpamu. Karena aku yakin akan ada yang menggantikanmu. Yang tentunya lebih baik darimu. Aku hanya perlu memperbaiki diri. Memantaskan diri untuk pasanganku nanti. Sesuai firmanNya.

لْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ
مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
(An-Nûr ayat 26 )

Diikutsertakan dalam GIVEAWAY TENTANG CINTA TERPENDAM 

Comments

  1. ^_^
    Aku rindu...setengah hidup kepadamu. Sungguh kuingin kau tahu... Aku rindu...setengah hidup... Houwouwo, aku rindu. . . . :D

    guuus baguuus. Good luck, Mbak. :)

    ReplyDelete
  2. Kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnn!!!! :D

    ReplyDelete
  3. Mbagzaz zaz said
    msih tersimpan dalam diammmmmmmmmm biuh gubrak

    ReplyDelete
  4. ah curcol yakin deh ni ya kan ya kan ya kan? :D

    ReplyDelete
  5. ah curcol yakin deh ni ya kan ya kan ya kan? :D

    ReplyDelete
  6. uhuk ... hihih ...
    finally kelar juga say, bagusss ^^

    ReplyDelete
  7. @rizki yeah, aku rindu-rindu-rindu, tapi itu dulu... kkkk~
    makasih ya ^^

    @latifah makasih adek berbie cantik ^^

    @shinta hahaha menurutmu gimana? :P

    @mba tha hihihi, iya akhirnya kelar, sambil ketawa. lebay banget ini cerita. :D makasih mbak ^^

    ReplyDelete
  8. Wahhhhh....panjang juga ceritanya...nice
    punyaku singkt padat hehe

    ReplyDelete
  9. iihh.. ceritanya baguss :)

    ijin follow say :)

    ReplyDelete
  10. Ini pengalaman pribadi apa fiksi? aku nebaknya pengalaman pribadi ya :D

    ReplyDelete
  11. kalimatnya syahdu sekalii..
    semoga sukses untuk giveawaynya ya sist :)

    ReplyDelete
  12. @mbak amri, hehehe iya panjang. Entah kenapa bisa sepanjang ini. Hehehe

    @NF silahkan kakak :) terima kasih

    @Seagate yup, memang kisah sendiri. hihihi. *tutup muka*

    @mbak ayu amin, makasih ya mbak, sukses juga buat mbak :)

    ReplyDelete
  13. haloooo mbk Vera :)
    akhirnya berkunjung juga kesini ^^

    setuju banget, jodoh itu emg ga kemana. Daripada sibuk mikirin si dia, mending perbaiki diri aja supaya dpt yg baik, krn lelaki yg baik hanya untuk perempuan yg baik :)

    ReplyDelete
  14. @laras halo mbak yayas :)
    iya, betul. Daripada sibuk mikirin orang yang belum tentu juga ingat sama kita. Mending kita sibuk mencapai cita-cita sendiri ^^

    ReplyDelete
  15. Bagus, Mbak Vey. Religi-nya dapet banget amanatnya dengan gaya bahasa satire-mu.

    HIHIHI itu Ost Naruto yang blue bird-nya juga aku suka. Lalalala Hanata'i tala........ *takut salah lirik kesananya *plak.
    Semoga menang ya :D

    ReplyDelete
  16. @miaa
    makasih ya cantik ^^
    aoi... aoi...
    ano sora

    :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Jari, Onyx Asli Bojonegoro