Rindu Telah Mati


Aku berkabung. Ya! Berkabung pada sebuah nama, Rindu. Dulu ia adalah hal yang paling ingin kutemui, paling kumanja, paling kuingini. Rindu. Hanya sebuah nama sekarang. Tanpa cerita lagi. Mungkin kenangan-kenangan akannya yang hidup. Tetapi bukankah kenangan itu akan segera hilang juga? 

Aku melihat banyaknya berita tentang kehidupan selebritis. Bila kian memanas, semakin sering diberitakan. Tetapi lihat saja bila masanya tiba. Semuanya seolah hanya tinggal angin lalu. Tak berbekas. Kembali manusia mencari hal yang lebih baru, yang fresh.

Ah. Rindu! Aku pernah lupa meletakkannya di mana. Hingga beberapa saat kemudian aku harus mencarinya. Karena dia akan datang. Bila tak juga aku menemukan rindu. Dia tak kan mempercayaiku lagi. Tak pernah percaya bahwa cintaku itu benar adanya. Rindu di mana kamu?

Aku mencarinya di bawah meja, di antara tumpukan baju, di kamar tidur, di dapur, di garasi. Aku berusaha mendengarkan suara yang kecil itu. Ku eja aksara atas namanya. Ku keraskan suaraku. Berharap semoga dia mendengar. Berharap supaya menjawab dengan rengekan manja. Tetapi nihil rupanya.

Kali lain aku aku menemukannya di bawah selimut. Mungkin ia tengah kedinginan karena aku tak lagi menghangatkannya dengan segelas susu beraroma cinta. Aku tengah menyibukkan diri dengan persiapan mentas Panggung di desa sebelah. Jadi kubiarkan Rindu bertingkah semaunya. Asal ia tak mengusik latihan Tarianku. 

Ting Tong!
Dia datang. Dan aku belum menemukan Rindu. Apa yang harus kulakukan? Sudah kubilang padanya untuk menunggu dengan tenang. 

Aku mendengar suara pintu terbuka. Dan aku masih bergelut dengan Pena. Berusaha menuntaskan cerita-ceritaku tentang dia.

Detik selanjutnya aku mendengar suara lemari dibuka dan menyusul kemudian jeritan terkencang yang pernah kudengar. 
"Rindu, anakku. Apa yang terjadi? Rindu, Rindu, bangun Nak, ini Ayah."

Yang aku ingat adalah aku berada di tengah suasana berkabung. Rindu telah mati. Ya! Aku lupa telah  menyembunyikannya di dalam lemari. 

--------------------------------------------------------------------------------------------

Comments

  1. hwhwhw :) Rindu lagi mimpi apa meninggal???

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, menurutmu bagaimana? :P
      Ayok ikutan...

      Delete
  2. wah bagus tuh alur ceritanya mengena sekali, apalagi orang yang sudah pernah mersakan cinta lalu tiba2 mengalami masalah....salut sama mbaknya.

    ReplyDelete
  3. @Alvares
    wah.. makasih-makasih ya.... ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lima Wishlist Di Tahun Dua Nol Satu Tujuh