FFn Black Butler

Fanfiction- Black Butler-

London terbakar. Pluto, anjing neraka penyebabnya. Dari mulutnya terus keluar api seperti naga. Hanya saja kali ini lebih besar. Pluto terus saja membakar kota London ini. Dia berdiri di atas gedung. Tidak peduli semua orang lari melarikan diri, satu sama lain terus sibuk menyelamatkan diri.


 Ciel Phantomhive berdiri depan Ratu Inggris, Viktoria yang terbaring lemah di tempat tidur. Sebelah matanya ditutup kain. Seperti bajak laut. Tetapi dengan usia yang baru menginjak sepuluh tahun, dia sama sekali tidak terlihat menyeramkan. Kecuali bila mata itu melihatmu dengan penuh kebencian.
Sama seperti yang dilakukannya pada Ratunya saat ini.

Ratu tersenyum getir.“Ciel, kau dan seluruh keluargamu seharusnya mengabdi kepadaku. Mematuhi segala perintahku tanpa banyak pertanyaan. Itulah gunanya anjing ratu. Tapi kau…  sejenak aku lupa kalau kau hanyalah anak kecil,” tangannya menepis udara, “ yang tak mengerti rasa sakit kehilangan orang yang dicintai.”

Ratu membuka beberapa kancing atas bajunya. “ Lihat ini. Tubuh ini sudah kusambung dengan tubuh suamiku.”

Ciel melihat di bawah leher sang Ratu terdapat jahitan. Dia bergidik. Teringat wajah ayahnya. Ingatan samar itu muncul sekarang. Separuh dari wajah ayahnyamenempel wajah ibunya. Dan ini semua adalah tindakan Angel itu.

“Wajahku bisa berubah menjadi muda, karena ini merupakan perpaduan antara tubuh rentaku dan jasad suamiku. Angel telah mengabulkan permohonanku. Yaitu membuat tubuhku tidak pernah berpisah lagi dengan suamiku.” Ratu tersenyum getir.

Ciel terdiam. Dia tidak menyangka bahwa cinta bisa membuat orang jadi gila. Cinta yang telah membawanya kearah dendam ini juga. Tidak ada tempat kembali. Namun Ciel tetap tidak mengerti, apa hubungannya dengan pembakaran masal di London. Ia tidak bisa menerima ini.

“Lantas kenapa kau membakar London, kenapa kau membunuh banyak orang?” Ciel berteriak. Ia tidak peduli lagi dengan siapa dia berbicara sekarang. Ratu yang dihormatinya bukanlah Ratu ini. Sama sekali bukan.

“Karena aku ingin London bersih dari semua dendam. Aku ingin menciptakan dunia yang baru. Dunia yang penuh kedamaian.”

 “Kau salah…” Ciel memotong . Ciel menatap tajam Ratu.”Ini pembunuhan bukan pembersihan.”

“Tidak Ciel. Ini adalah dunia baru. Dunia yang dikatakan Angel akan segera terwujud.”

Sepertinya Ciel kehilangan minat untuk menyadarkan Ratu. Sekarang yang paling penting adalah menghentikan Pluto, dan membasmi Angel.

Sebelum menghilang di balik pintu Ciel bergumam.” Aku memang anak kecil. Walaupun gelar sebagai Bangsawan Phantomhive dan sebagai anjing Ratu begitu dihormati di negeri ini. Tetaplah aku seorang anak kecil yang melihat pembunuhan ayah dan ibunya di depan matanya sendiri. Kebakaran rumahku yang telah kau buat itu. Tidak akan pernah aku lupakan. Kau yang telah membunuh mereka, bersama Angel.” Ciel membenahi topinya.

“Seperti yang dikatakan sesorang padaku, bahwa aku dapat memilih seperti apa kehidupanku nanti. Dan aku berharap tidak perlu ada dendam lagi kepadamu.”

Ratu terhenyak. “Ciel… Ciel…” Panggilnya lemah. Kedua tangannya seolah berusaha meraih Ciel yang berdiri di ambang pintu.

“Aku tidak mau menjadi monster sepertimu.” kata Ciel tajam kemudian meninggalkan Ratu.
Tiba – tiba Sebastian sudah berdiri di belakang Ciel.

“Tetapi anda membuat perjanjian dengan seoarang monster, Tuan muda.”Bisik Sebastian.

“Aku tidak pernah menganggapmu seorang monster, Sebastian. Kau adalah seorang Butler. Itu saja.”

Sebastian menyunggingkan senyum.”Baik Tuan Muda.”

***

“Angel menghilangkan kesadaran  Pluto dan memaanfaatkannya untuk membakar seluruh London. Jadi…” Ciel menatap ketiga pelayannya satu persatu,”Finny, Maylene, Bard. Ini adalah permintaanku. Bunuh Pluto dengan tangan kalian sendiri. Suapaya dia tidak dimanfaatkan oleh Angel lagi.”

Mayelene seorang pelayan perempuan, berambut merah dan memiliki penglihatan plus. Ia  mendekap erat senjata laras panjang yang dipegannya. Maylene adalah seorang snipper yang diperkerjakan keluarga Phantomhive dan dipilih khusus oleh Sebastian. Maylene menangis, ini pertama kalinya Ciel meminta langsung kepadanya. Demikian juga Finny dan Bard. Bagi mereka Phantomhive adalah keluarga mereka.

Finny bertopi jerami. Berwajah manis. Finny memiliki tubuh yang kuat. Dia bisa menghancurkan apapun. Tetapi Finny tidak suka membunuh. Dia dibebaskan oleh Sebastian dari ruang gelap. Tubuhnya adalah kelinci percobaan para dokter yang ingin membuat senjata yang tak terkalahkan. Kekuatannya bias sebanding dengan Hulk. Hanya saja dia tidak perlu berubah.

Bard adalah tentara bayaran. Spesialisainya adalah meriam. Dia ditarik oleh Sebastian supaya menjadi koki. Walaupun dia tidak pernah benar-benar memasak.

Ciel meminta Sebastian, black butlernya untuk menghabisi makhluk yang mengaku angel itu. Sebesar apapun rasa hormat ciel dan seluruh keluarganya, tindakan Ratu adalah pembunuhan.

***

Ciel membuka matanya, ia berada di tempat tidur. Lizzy duduk di sampingnya. Gadis cantik yang telah menjadi tunangannya. Lizzy berurai air mata. Dia takut kalau Ciel tak pernah membuka mata lagi…

“Apakah ini surga.” Tanyanya.

“Ciel, bukan ini di rumahku. Di Italia. Ciel jangan pernah pergi dari Lizzy. Lizzy akan selalu membuat ciel tersenyum. Seperti dulu.” Lizzy memeluk Ciel erat.

Dari balik punggung Lizzy. Ciel melihat Maylene, Bard, Finny berdiri dengan senyum lega dan pakaian mereka yang compang-camping.

“Tuan muda, semuanya sudah berakhir, api sudah padam. Kita selamat.” Finny terisak sesunggukan.
Maylene berulang kali mengapus ingus dan air matanya. Bard, kedua tangannya dimasukkan ke saku celana. Dia mengginggit  bibirnya kuat-kuat agar air matanya tidak mengalir.

“Sebastian?” tanya Ciel.

“Tuan muda, saya di sini.“ Sebastian dengan pakaian hitam dan senyum manis tetap tersungging di bibirnya.

Ciel terlepas dari pelukan Lizzy kemudian tangannya berusaha menggapai Sebastian,”Kenapa, kenapa kau tak mengambil jiwaku?” suara ciel perlahan menghilang. Dia terlelap. Sebastian menyentuh pundak Lizzy. Ditempelkan jari di bibirnya. Lizzy mengangguk mengerti. Lizzy beranjak dari tempat tidur.

“Tuan muda butuh istirahat. Bisakah kalian keluar dari kamar ini?”

“Baik Sebastian.“ Ketiga pelayan menjawab serempak.

Lizzy terlihat enggan pergi. Dia khawatir. Raut mukanya lebih pucat dari Ciel. Lizzy ikut mencari Ciel dantara puing-puing bangunan yang termakan api.


“Dia akan membaik, nona Lizzy.Biarkan Ciel istirahat.”
Lizzzy mengangguk.

Sebastian menyelipkan cincin bintang di jari Ciel. Cincin kebanggan keluarga Phantomhive.

Sebastian tersenyum. Dia menatap tuan mudanya dengan intens. Saya hanya ingin bersama anda lebih lama lagi, Tuan muda. Di sini. Di tengah orang-orang yang mencintai anda. Saya dengan bangga mengabdikan diri.” Sebastian membungkuk hormat. Kemudian beranjak keluar.

Dia menutup pintu seraya bernyanyi lagu I am live.

selesai

Comments

Popular posts from this blog

Ini Soal Resepsi Pernikahan

Lima Wishlist Di Tahun Dua Nol Satu Tujuh