Posts

Showing posts from October, 2012

Teratai cinta

Hari ini aku mendapatkan sebuah bungkusan mungil.
Berbungkus kertas Koran
Entah apa yang ada di dalamnya
Tidak menarik
Dia kuletakkan begitu saja di atas meja
Aku melangkah pergi
Brak!

SMS aneh

Pagi ini, aku tak berani meminta uang saku kepada kakak, karena sejak tadi kulihat dia badmood. Ibu pun begitu. Sejak tadi shubuh tak banyak bicara. Hanya menyuruh aku bangun dan mandi. Suara nyanyian kakak pada pagi ini juga lenyap. Dua orang di sini yang paling cerewet hari ini bungkam seribu bahasa. Aku tak mengerti.

"Sin, cepat berangkat. Nanti terlambat." Ibu menegurku. Karena melihat aku makan sangat lama. Sebenarnya sambil makan, aku mengawasi tindakan ibu dan kakak yang aneh. Namun jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Aku bergegas.

Tiar dan Hujan

Tiar limbung. Pikirannya kacau. Tubuhnya terhuyung ke sana kemari. Kedua tangannya mencoba mencari pijakan. Serasa lantainya di hadapannya bergoyah. Tubuhnya penuh luka lebam Orang-orang berusaha menghindarinya. Menatapnya penuh rasa jijik. Seolah dia memiliki penyakit.

Dan akhirnya dia terjatuh di trotoar di jalan Pattimura itu.
Mendung membawaku ke hadapannya. Melihat semua kenangan yang aku intip dari balik awan tentang dirinya. Tiar. Sebuah nama dari kota tetangga.

Tubuhnya basah olehku. Tetapi dia tidak juga bangun. Aku khawatir. Tetapi aku juga tidak bisa membantunya.

Parade Pena Berkisah

Image
" Kenapa jilbab lagi, Res?" tanyaku padanya di depan Any Collection. Biasanya dia hanya tersenyum dan menjawab karena suka. Ah, aku ingin mendengar jawaban lain.
" Karena balas dendam," jawabnya sambil melenggang masuk, meninggalkan aku ya ng terpaku di depan pintu kaca.

Antologi puisi Selayang Pesan Penghambaan

Image
JUDUL: SELAYANG PESAN PENGHAMBAAN
(Antologi 129 Puisi Islami)
PENGARANG: Akaha Taufan Aminudin, Nimas Kinanthi, Manusia Perahu, Titi Haryati Abbas, dkk
PENEBIT: Pustaka Nusantara (Imprint Penerbit Oase Qalbu)
TEBAL BUKU: 213 hlm

HARGA: Rp 49.500,- (belum termasuk ongkos kirim)
-Diskon 15% untuk kontributor non-member JPIN
-Diskon 20% untuk kontributor yang juga member resmi JPIN
-Diskon 10% untuk non-kontributor tapi member resmi JPIN

CARA PEMESANAN:
Pesan via SMS ke 08562729500 dengan format: Nama, Alamat Lengkap, Judul Buku yang dipesan, dan Jumlah pembelian. Lalu kami akan mengkonfirmasi ongkos kirim ke alamat kamu


Cerpen - Mak Tim

Mak Tim
Oleh Vera Astanti

Mak Tim tinggal di sebuah perkampungan yang lumayan padat. Rumahnya masuk ke gang. Di mana sekitar jalan raya di sana, kanan kirinya masih terhampar sawah. Mak Tim sendiri adalah seorang buruh tani. Walaupun begitu, wajahnya masih ayu, kulitnya kuning, badanya pun besar. Tak seperti kebanyakan buruh tani lainnya yang badanya kurus.

Belakang rumah Mak Tim ada sebuah kebun yang penuh dengan tanaman. Mak Tim sendiri suka melihatnya. Tomat, cabai, terong, serai, ada juga buah sawo, mangga, dan pisang. Seringpula Mak Tim suka memetiknya dengan riang.
Suatu malam Mak Tim sedang memintal tampar debog yang diambilnya dari kebun belakang rumahnya.
Terjadi percakapan suami - istri itu.

“Mak, ini gedebog mau diapakan?” Tanya sang suami heran.

“Oh, debog ini mau dibikin dalungan.” Jawab Mak Tim tanpa melihat kea rah suaminya. Pandangannya terpaku pada kulit pohon pisang yang dipintal.

“Lah yang mau beli ini dalungan siapa Mak? Payu po piye?” Tanya suaminya de…