Monday, February 20, 2012

MACAM - MACAM MAJAS

MACAM – MACAM MAJAS ( GAYA BAHASA )

1.    Klimaks
Adalah semacam gaya yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.

2.    Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lama semakin menurun.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya.

3.    Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat
Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang.

4.    Antitetis
Adalah gaya bahasa yang menggynakan pasangan kata yang berlawanan maknanya.
Contoh : Kaya miskin, tua muda ,besar kecil,semuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata , kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk member tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai.

5.    Epizeuksis
Adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.
Contoh : Kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengejar semua ketinggalan kita

6.    Tautotes
Adalah repetisi atas sebuah kata berulang – ulang dalam sebuah konstruksi.
Contoh : kau menuding aku, aku menuding kau, kau dan aku menjadi seteru.

7.    Anafora
Adalah repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap garis.
Contoh : Apatah tak bersalin rupa, apatah boga sepanjang masa.

8.    Epistrofora
Adalah repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan
Contoh : Bumi yang kau diami, laut yang kau layari adalah puisi , udara yang kau hirupi , ari yang kau teguki adalah puisi.

9.    Simploke
Adalah repetisi pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut – turut.
Contoh : Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku, kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku.

10.    Mesodiplosis
Adalah repetisi di tengah – tengah atau beberapa kalimat berurutan
Contoh : Para pembesar jangan mencuri bensin. Para gadis jangan mencari perawannya sendiri.

11.    Epanalepsis
Adalah pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata pertama.
Contoh : kita gunakan pikiran dan perasaan kita.

12.    Anadiplosis
Adalah kata atau frasa terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa berikutnya.
Contoh : Dalam baju ada aku, dalam aku ada hati. Dalam hati: ah taka pa jua yang ada.

13.    Aliterasi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vocal yang sama
Contoh : keras – keras kena air lembut juga.

14.    Asonansi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vocal yang sama.
Contoh : ini luka penuh luka siapa yang punya

15.    Anastrof atau Inversi
Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subjeknya karena lebih di utamakan
Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.

16.    Apofasis atau Preterisio
Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal.
Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara.

17.    Apostrof
Adalah gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir.
Contoh : Hai kamu semua yang telah menumpahkan darahmu untuk tanah air bercinta ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan dan kemerdekaat seperti yang pernah kau perjuangkan.

18.    Asindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut – turut tanpa menggunakan akta penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.
Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik – detik penghabisan orang melepaskan nyawa.
19.    Polisindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut – turut dengan menggunakan kata penghubung.
Contoh : Kemanakah burung – burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu – bulunya?

20.    Kiasmus
Adalah gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, yang bersifat berimbang, dan dipertentangkan satu sama lain, tetapi susunan frasa dan klausannya itu terbalik bila dibandingkandengan frasa atau klausa lainnya.
Contoh : Semua kesabaran kami sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu.

21.    Elipsis
Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca.
Contoh : Risalah derita yang menimpa ini

22.    Eufimisme
Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan.
Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran

23.    Litotes
Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri
Contoh : Mampirlah ke gubukku.

24.    Histeron Proteron
Adalah gaya bahasa yang merupakan kebalikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.
Contoh : Bila ia sudah berhasil mendaki karang terjal itu, sampailah ia di tepi pantai yang luas dengan pasir putih.

25.    Pleonasme
Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata – kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya.

26.    Tautologi
Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata – kata yang diterangkan atau mendahului
Contoh : kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan.

27.    Parifrasis
Adalah gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian kata yang sama artinya.
Contoh : Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.

28.    Prolepsis atau Antisipasi
Adalah gaya bahasa dimana orang mempergunakan lebih dahulu kata – kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya
Contoh : Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.

29.    Erotesis atau Pertanyaan Retoris
Adalah pernyataan yang depergunakan dalam lpidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban.
Contoh : Inikah yang kau namai bekerja..?

30.    Silepsis dan Zeugma
Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama.
Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.

31.    Koreksio atau Epanortosis
Adalah gaya bahasa yang mula – mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya.
Contoh : Silahkan pulang saudara – saudara, eh maaf, silahkan makan.

32.    Hiperbola
Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih – lebihan
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan.

33.    Paradoks
Adalah gaya bahasa yang mengmukakan hal yang seolah – olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda
Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil

34.    Oksimoron
Adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata – kata yang berlawanan dalam frasa yang sama.
Contoh : Keramah – tamahan yang bengis

35.    Asosiasi atau Simile
Adalah gaya lbayhasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya.
Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam

36.    Metafora / Perbandingan
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama.
Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita.

37.    Alegori
Adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam
Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman

38.    Parabel
Adalah gaya bahasa yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara bebas halus tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup, falsafah hidup yang harus ditimba didalamnya
Contoh : Cerita Ramayana melukliskan maksud bahwa yang benar tetap benar.

39.    Personifikasi
Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup
Contoh : Hujan kecil itu turut memperjuangkan haknya

40.    Alusi
Adalah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan oran, tempat atau peristiwa
Contoh : Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya

41.    Eponim
Adalah gaya dimana seseorang namanya begitu dihubungkan dengan sifat tertentu, sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu
Contoh : Hellen dari Troya untuk menyatakan kecantikan

42.    Epitet
Adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau cirri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal
Contoh : Lonceng pagi untuk ayam jantan.

43.    Sinekdoke
-    Pars Pro Tato
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian hal untuk menyatakan keseluruhan
Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya
-    Totem Pro Parte
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian.
Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSI Harimau.

44.    Metonimia
Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama cirri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.
Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah.

45.    Antonomasia
Adalah gaya yang menyebutkan sigat atau cirri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.
Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.

46.    Hipalase
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan .
Contoh : Ia masih menuntut almarhum maskawin dari kiki puterinya ( maksudnya menuntut maskawin dari almarhum )

47.    Ironi / Halus
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan .
Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya…?

48.    Siniasme / Agak kasar
Adakah gaya bahasa sindiran yang  lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam
Contoh : Harum bener baumu pagi ini.

49.    Sarkasme / Paling kasar
Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang – kadang merupakan kutukan.
Contoh : Mampuspun aku tak peduli, di beri nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ke telinga.

50.    Satire
Adalah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu.
Contoh : Ya, Ampun ! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!

51.    Inuendo
Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenernya
Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan komersialisasi jabatannya.

52.    Antifrasis
Adalah gaya bahasa ironi yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna sebaliknya, yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri, atau kata – kata yang dipakai untuk menangkal kejahatan, roh, dan sebagainya.
Contoh : Engkau memang orang yang mulia dan terhormat

53.    Pun atau Paronomasia
Adalah kiasan dengan menggunakan kemiripan bunyi
Contoh : tanggal satu gigi saya tinggal satu.

54.    Simbolik
Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda – benda lain sebagai simbol atau perlambang
Contoh : Keduanya hanya cinta monyet.

55.    Tropen
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang
Contoh : Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya, ia menyelam diri di antara botol minuman.

56.    Alusio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan
Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?

57.    Interupsi
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat.
Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.

58.    Eksklmasio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi.
Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.

59.    Enumerasio
Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tampak dengan jelas.
Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tampak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhembus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Di sana-sini bintang-bintang germelapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang harmonis. Itulah keindahan sejati.

60.    Kontradiksio Internis
Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.
Contoh : Semuanya telah diundang kecuali Sinta.

61.    Anakronisme
Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu.
Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)

62.    Okupasi
Adlah gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar.
Contoh : Minuman keras dapat merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya.

63.    Resentia
Adalah gaya bahasa melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan.
Contoh : “Apakah ibu mau…. ?”

0 comments:

Post a Comment

Mohon tidak meninggalkan link di dalam komentar. terimakasih.