CABORU Sebuah catatan pemikiran tentang hidup dan perjalanan seorang perempuan yang suka kelayapan

Saturday, December 1, 2012

QUOTE/KUTIPAN FULLMETAL ALCHEMIST

Quote FMA(Part 1 from D)

1. Berbanggalah pada jiwa yang kalian miliki- Izumi Curtis

2. Keluarga yang selalu berdoa dan ibu yang mempertaruhkan nyawanya, manusia bisa lahir berkat semua itu-Alphonse Elric

3. Nyawa itu berbeda dengan benda-Izumi Curtis

Tuesday, November 6, 2012

Simponi Malakatku yang Baru

Menjadi seorang guru tentunya selalu dihubungkan dengan murid. Dan kalau guru SD pastinya dengan murid SD. Lol


Anak-anak itu istimewa. Kenapa istimewa? siapa coba yang tidak ingin mengalami masa anak-anak? Yah, pasti adalah. Banyak ketika masa kanak-kanak mereka tidak mengalami kebahagian sebagaimana mestinya. Ya ampun, jadi melantur kemana-mana.

Pernah kan ya diminta salaman? tetapi kalau dicium tangan kalian dan didoakan oleh banyak anak-anak, pernah nggak? 
Ya! pengalaman itu aku dapatkan beberapa kali. Dan akan terus terjadi selama beberapa hari ke depan. 

Saya menjadi guru magang di SDN BOGO Bojonegoro.
Tempatnya di desa Bogo Kecamatan Kapas. 


Friday, November 2, 2012

Tulip Di ambang kematian

Rasmita duduk di serambi depan kamar bertuliskan Anggrek. Dihisapnya rokok dalam-dalam kemudian mengepulah asap dari bibir merahnya.  Kedua matanya terpejam. Seolah dia mengabadikan moment terakhirnya bersama tembakau itu.

Sedang aku duduk di sampingnya, mengibas-kibaskan asap rokoknya dari wajahku. Lantas dia tertawa.

“Minggir sana, kalau tak mau tercemar rokokku.” Perintahnya dengan sedikit mengejek.

FFn Black Butler

Fanfiction- Black Butler-

London terbakar. Pluto, anjing neraka penyebabnya. Dari mulutnya terus keluar api seperti naga. Hanya saja kali ini lebih besar. Pluto terus saja membakar kota London ini. Dia berdiri di atas gedung. Tidak peduli semua orang lari melarikan diri, satu sama lain terus sibuk menyelamatkan diri.

Wednesday, October 31, 2012

Teratai cinta

Hari ini aku mendapatkan sebuah bungkusan mungil.
Berbungkus kertas Koran
Entah apa yang ada di dalamnya
Tidak menarik
Dia kuletakkan begitu saja di atas meja
Aku melangkah pergi
Brak!

SMS aneh

Pagi ini, aku tak berani meminta uang saku kepada kakak, karena sejak tadi kulihat dia badmood. Ibu pun begitu. Sejak tadi shubuh tak banyak bicara. Hanya menyuruh aku bangun dan mandi. Suara nyanyian kakak pada pagi ini juga lenyap. Dua orang di sini yang paling cerewet hari ini bungkam seribu bahasa. Aku tak mengerti.

"Sin, cepat berangkat. Nanti terlambat." Ibu menegurku. Karena melihat aku makan sangat lama. Sebenarnya sambil makan, aku mengawasi tindakan ibu dan kakak yang aneh. Namun jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Aku bergegas.


Monday, October 15, 2012

Tiar dan Hujan

Tiar limbung. Pikirannya kacau. Tubuhnya terhuyung ke sana kemari. Kedua tangannya mencoba mencari pijakan. Serasa lantainya di hadapannya bergoyah. Tubuhnya penuh luka lebam Orang-orang berusaha menghindarinya. Menatapnya penuh rasa jijik. Seolah dia memiliki penyakit.

Dan akhirnya dia terjatuh di trotoar di jalan Pattimura itu.
Mendung membawaku ke hadapannya. Melihat semua kenangan yang aku intip dari balik awan tentang dirinya. Tiar. Sebuah nama dari kota tetangga.

Tubuhnya basah olehku. Tetapi dia tidak juga bangun. Aku khawatir. Tetapi aku juga tidak bisa membantunya.


Parade Pena Berkisah

" Kenapa jilbab lagi, Res?" tanyaku padanya di depan Any Collection. Biasanya dia hanya tersenyum dan menjawab karena suka. Ah, aku ingin mendengar jawaban lain.

" Karena balas dendam," jawabnya sambil melenggang masuk, meninggalkan aku ya
ng terpaku di depan pintu kaca.


Wednesday, October 3, 2012

Antologi puisi Selayang Pesan Penghambaan


 JUDUL: SELAYANG PESAN PENGHAMBAAN
(Antologi 129 Puisi Islami)
PENGARANG: Akaha Taufan Aminudin, Nimas Kinanthi, Manusia Perahu, Titi Haryati Abbas, dkk

PENEBIT: Pustaka Nusantara (Imprint Penerbit Oase Qalbu)
TEBAL BUKU: 213 hlm

HARGA: Rp 49.500,- (belum termasuk ongkos kirim)
-Diskon 15% untuk kontributor non-member JPIN
-Diskon 20% untuk kontributor yang juga member resmi JPIN
-Diskon 10% untuk non-kontributor tapi member resmi JPIN

CARA PEMESANAN:
Pesan via SMS ke 08562729500 dengan format: Nama, Alamat Lengkap, Judul Buku yang dipesan, dan Jumlah pembelian. Lalu kami akan mengkonfirmasi ongkos kirim ke alamat kamu




Cerpen - Mak Tim


Mak Tim
Oleh Vera Astanti

Mak Tim tinggal di sebuah perkampungan yang lumayan padat. Rumahnya masuk ke gang. Di mana sekitar jalan raya di sana, kanan kirinya masih terhampar sawah. Mak Tim sendiri adalah seorang buruh tani. Walaupun begitu, wajahnya masih ayu, kulitnya kuning, badanya pun besar. Tak seperti kebanyakan buruh tani lainnya yang badanya kurus.

Belakang rumah Mak Tim ada sebuah kebun yang penuh dengan tanaman. Mak Tim sendiri suka melihatnya. Tomat, cabai, terong, serai, ada juga buah sawo, mangga, dan pisang. Seringpula Mak Tim suka memetiknya dengan riang.
Suatu malam Mak Tim sedang memintal tampar debog yang diambilnya dari kebun belakang rumahnya.
Terjadi percakapan suami - istri itu.

“Mak, ini gedebog mau diapakan?” Tanya sang suami heran.

“Oh, debog ini mau dibikin dalungan.” Jawab Mak Tim tanpa melihat kea rah suaminya. Pandangannya terpaku pada kulit pohon pisang yang dipintal.

“Lah yang mau beli ini dalungan siapa Mak? Payu po piye?” Tanya suaminya dengan nada menyindir.

“Yo jelas payu lah. Sampean ki kok kamseupay to Kang. Ini dalungan nanti dijual terus dapet duit buat makani perutmu sing wes jemblung.”

Kang Yos yang diolok oleh istrinya itu cuma tertawa terbahak. Kumisnya juga ikut bergetar. Dengan sayang dia mengsuap kumis tebalnya. Mak Tim tidak punya anak.

Mak Tim selain mengambil hasil panen dari kebun belakang, ia juga memunguti gedebog-gedebog yang sudah kering, diangkutnya ke rumah. Kalo yang masih basah ia jemur di halaman depan. Gedebog-gedebog itu disisiri seperti tali baru dijemur. Pekerjaan sampingan Mak Tim adalah membuat dalungan. Yaitu tali tampar yang berasal dari gedebog pisang ini.
Terdengar  suara – suara dari luar rumah yang memanggil namanya.

“Mak Tim! Jual karak nggak?”

Mak Tim yang dipanggil pun bergegas keluar rumah. Dilihatnya seorang perempuan bercapil menuntun sepeda pancal yang boncengannya terdapat dua karung yang mengapitnya.

“Berapa per kg nya Yu Nah?” Tanya Mak Tim ke perempuan itu.

“Jual ke saya aja Mak Tim, mumpung bulan puasa gini mbok beramal ke saya juga.” Pinta Yu Nah dengan wajah memelas. Keringatnya mengalir deras dari dahinya. Hingga berulang kali ia harus mengusapnya dengan lengan baju.

Mak Tim tidak enak hati… karaknya sudah ada yang memesan. Tetapi ia juga kasihan melihat Yu Nah. “Kalo dijual di Yu Nah, saya dapat uang berapa?”

Yu Nah yang wajahnya lusuh penuh keringat, karena mengayuh sepeda ontelnya keliling kampung dari pagi tadi tersenyum riang. Sorot matanya seperti anak kecil yang mendapat mainan. “Saya beli dengan harga seribu lima ratus. Piye?”

“Saya ihat dulu ya Yu Nah,” Mak Tim meninmbang-nimbang pilihannya. Tidak ada selisih harga dari tetangganya yang juga akan membeli karaknya, Haji Amin. Mak Tim tidak mau mengingkari janjinya kepada Haji Amin, namun ia juga tak tega melihat senyum dari Yu Nah hilang. Akhirnya Mak Tim berniat membagi karaknya menjadi dua.

Mak Tim beberjalan masuk rumah. Ia membagi karak yang sudah dia kumpulkan menjadi dua bagian. Masing-masing dimasukkan ke dalam karung kecil. Yang satu untuk Yu Nah. Yang satunya lagi untuk Haji Amin yang sudah meminta karaknya.

Yu Nah segera turun dari sepeda pancal kesayangannya saat melihat Mak Tim keluar rumah dengan menjinjing satu karung kecil yang pastinya berisi karak.

“Sini Mak, tak bantuin.” Yu Nah mengambil alih karung yang di bawa Mak Tim. Dengan entengnya Yu Nah menimbangnya dulu di timbangan. Yu Nah yang menaikkan ke atas seyang berisi timbangan di belakangnya. Dapat tiga kilo Mak, apa nggak ada lagi Mak?”

Yu Nah berharap dia bias mendapat lebih, karena kebanyakn orang-orang di sekitar sini sudah menjual karaknya ke Haji Amin. Toko sembako dan dia tak berani membeli dari harga sewu mangatus. Membeli di atas pasaran. Karena dia gak mau berbuat yang merugikan pedangang lain.

Diberinya Mak Tim uang seribuan empat dan satu koin lima ratus. Mak Tim menerimanya dengan senyum.“Sepurane ya Yu Nah, Cuma ada segitu. Sekarang saya Cuma masak nasi sedikit. Maklumkan pada puasa.”

“Iya Gak apa-apa Mak. ini saja saya sudah eterima kasih. Sya sudah Mak, saya mau lanjut jalan lagi. Semoga mendapat karak dari yang lainnya.” Yu Nah menerima dengan senyum lebar. Dia bersyukur masih bisa mendapat rejeki walaupun sedikit.

“Iya Yu Nah, rejeki sudah ada yang ngatur kok, makaih ya Yu..”

“Iya Mak, saya permisi dulu.”

Mak tim menganggukan kepala,“Monggo Yu,”

Yu Nah meulai mengayuh sepedanya, suaranya terus berteriak Karak! Karak!Karak tanpa kenal lelah.

Mak Tim kemabali ke rutinitasnya , memintal gedebog pisang. Mak Tim sedang berbelanja di warung menukar Karak Di Haji Amin. Beberapa ibu-ibu terus meinggir member jalan kepada Mak Tim..

“Eh, ibu-ibu tahu nggak, Mbak Rom selalu kehilangan buah-buahan di kebonnya. Katanyanya Mba Rom, buah yang sudah mau panen selalu saja hilang. Kalo pas kecil-kecil kan gak ada yang nyolong.”

“Kalong paling Bu,” sahut ibu yang lain.

 “Lah nek Klong paling satu dua biji Bu, dan selalu tersisisa di pohonnya. Ini semuanya digondol tuh maling.”

“Pinter nu ya, malingnya , sebelum diunduh yang punya, dia duluan yang ngembat.”

Mak Tim tersulut emosinya, “ Ibu-ibu nuduh saya yang mencuri ya?”

Kerumunan ibu-ibu terhenyak, tidak menyangka Mak Tim membentak mereka.

“Lho siapa yang menuduh Mak Tim…” bela mereka.

“Halah, kebunnya Mbak Rom kan juga di belakang rumahku. Aku iso tuku dewe.”

Mak Tim meninggalakan ibu-ibu itu. Dia langsung pulang.

***

Mak Tim seolah mendengar suara-suara yang tiap kali tanaman itu siap panen memanggilnya untuk memetiknya.

“Mak Tim, ayo panen kami. Kami sudah matang nih.”

Suara-suara itu terus bergema di kepalanya. Tidurnya tak pernah nyenyak. Di saat matahari masih malu-malu muncul ke panggung langit. Mak Tim sudah beranjak dari tidurnya menuju kebun belakang. Kebun yang bukan miliknya itu. Dengan sigap dia tahu buah tomat itu sudah layak panen. Dia memetiknya tanpa menyisakan satu buah pun.

“Mak, lha ini tomat dari mana? Kok akeh men…” Kang Yos mencomot dan memakannya.

Mak Tim tergagap menjawab.”Itu dikasih tetangga sebelah.”

“Dikasih Mbak Rom maksudnya?”

“Iya dikasih Mbak Rom.” Jawab Mak Tim lirih.




----
makani perutmu sing wes jemblung.” = kasih makan perut yang gendut
karak = nasi aking
kok akeh men = kok banyak sekali


Dimuat di Radar Edisi 9 September 2012

Tuesday, August 28, 2012

NORMAL


"Aku ingin mati saja. bagaimana aku hidup tanpanya?" Ai meratap. kali ini matanya tak lagi mengeluarkan air mata yang mungkin telah kering. karena seringnya ia mengeluarkan beberapa hari ini. ia melempariku dengan sisir yang digenggamnya.
"Sial, kenapa kau diam saja. Aku ingin mati. cepat buat aku mati."

aku sama sekali tidak tertarik dengan khayalan bodohnya tentang ingin mati. Jadi aku diam saja. mengabaikannya. Lantas ia keluar kamar. dan begitu kembali, aku terkejut melihatnya menggenggam pisau.

"Begini lebih baik kan, aku akan mati dengan menusukkannya ke perutku. Atau mengiris nadiku sendiri, bagaimana, aku akan mati bukan?" dia menatap seolah aku harus memberika tangga penyelamat. dia mengeharapkanku untuk mencegah, mungkin. karena aku tak menanggapi segala tangisnya.

Aku beranjak dari dudukku. dan mendekatinya. tubuhnya menegang. mungkinkah ia ingin aku memeluknya. aku tersenyum geli. aku mengambil pisau itu dari tangannya dan menggores tangannya dengan pisau itu.
dia menjerit.
"Ahh... apa-apaan kau, kau ingin membunuhku?" dia tersentak mundur. darah mulai mentes dari tangannya. dia menatapku seolah aku gila.

"Bukankah itu yang kau inginkan? mati?" jawabku pendek.
BERSAMBUNG

Sunday, August 12, 2012

MEMBURU MOONLIGHT

minggu, 12 Oktober 2012



aku kasihan sama nih blog, gak pernah di isi :D
aku mau bikin cuplikan ah, daripada bengong.

"Aku ingin menjatuhkanmu dalam jurang, di mana tak ada satupun yang akan menolongmu. Dan dalam kesendirian dan keputusasaan kau akan mati secara perlahan." ditatapnya gadis berkulit sawo matang, memakai baju lusuh dengan penuh kebencian.

"Tidak, kakak. Aku tidak akan mati. Kau bisa saja membuangku ke dasar lautan terdalam sekalipun. Tetapi aku tidak akan mati. Karena hidupku tidak pernah bisa berada di tanganmu, kakak. Tidak akan pernah bisa." gadis itu membalas tatapannya dengan penuh senyum. Tanpa ada rasa amarah.


Sang kakak yang ditatapnya itu mulai kesal. Sangat kesal. Ia tidak menyangka dia harus berhadapan dengan gadis lemah ini. Kenapa gadis ini harus hidup. Kenapa beberapa kali percobaan pembunuhan yang dilakukannya tak mampu juga menghilangkan nyawa gadis ini.

"Dengar Kak, kalau hanya untuk menguasai seluruh tanah ini. Kau tak perlu membunuhku. Lagipula aku sudah bosan berada di sini. Buang aku ke negeri seberang. Dan kau akan menjadi raja tunggal." Gadis itu mulai berdiri. ditepisnya debu yang menempel di bajunya.

"Kau ingin mempermainkanku bukan?Mana mungkin kau lepaskan tahta ini hanya untuk memenuhi ide konyolmu membuat sebuah negera damai. Dengar, tak ada negera yang damai. yang ada adalah para penguasa saling berebut. Seperti kai dan aku."

"Itu kan kalau kau. bukan yang lain." sang gadis membantahnya dengan keras.

"Kau beruntung, aku selalu jujur kalau aku ingin menyingkarkanmu. Tetapi apa persyaratanmu supaya kau keluar dari negeri ini. Kau bukanlah anak bodoh yang akan meninggalkan negara ini dengan tangan hampa."
tangannya lelaki ini dijejalkan ke dalam saku. ia menggeram.

"Persyaratanku..." gadis itu menatap lelaki yang dipanggilnya kakak dengan tajam. sudut bibirnya membentuk garis senyum. Lalu dengan perlahan ia mendekati lelaki itu. dia membisikan persyaratannya....


*bersambung. belom nemu ide baru :D :D :D

MEMBURU MOONLIGHT

Sunday, May 6, 2012

welcome to my world

lama juga ya ternyata, saya tak posting-posting di blog. walaupun cuma sekedar copas lomba-lomba saja sih. banyak hal yang telah terjadi. aku hanya berharap semua ini membangun diri menuju kedewasaan. salam buat semua keluarga mayaku, kalian tak pernah tergantikan. suatu saat kita mengukuhkan ukhuwah dalam balutan rindu yang terealisasikan. :D


Wednesday, March 7, 2012

Teknis Standar Pengiriman Naskah

Redaksi

Teknis Standar Pengiriman Naskah


Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.
Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe, gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga.
Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via file attachment.
Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomer rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, NPWP (nomor pokok wajib pajak—bagi yang sudah punya), alamat email, dan nomer hp.
Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditulis CERPEN: JUDUL CERPEN .
Tulis pengantar singkat-padat-jelas pengiriman cerpen pada badan email. Dan, akan lebih baik jika dalam pengantar ditegaskan tentang lama status cerpen yang dikirim.
“Jika setelah DUA BULAN cerpen ini belum dimuat, maka akan saya kirim ke media lain….”
Selesai.
Tarik nafas dalam-dalam, ucapkan syukur karena telah menyelesaikan sebuah cerpen/puisi dan mengirimkannya ke media. Berdoalah semoga layak muat dan dikirim honornya jika dimuat. Amin.
Dan, teruslah (belajar) menulis kreatif lebih baik lagi!
 .
Selatan Jakarta, Gatsu 52-53 Lt.14
17 Januari 2012 09:29 WIB
.
BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman CERPEN/PUISI. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat-alamat email redaksi dan honor pemuatan cerpen/puisi dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda. Terima kasih.
1. Republika
sekretariat@republika.co.id, aliredov@yahoo.com
Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair.
2. Kompas
opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen/puisi dari redaksi via email. Honor cerpen Rp. 1.o00.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), seminggu setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.
3. Koran Tempo
ktminggu@tempo.co.id
Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen/puisi jika penulis mencantumkan nomer hp di email pengiriman. Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,-  honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer seminggu setelah pemuatan.
4. Jawa Pos
sastra@jawapos.co.id
Jawa Pos menerima karya-karya pembaca berupa cerpen dan puisi atau sajak. Cerpen bertema bebas dengan gaya penceritaan bebas pula. Panjang cerpen adalah sekitar 10 ribu karakter. Honor cerpen Rp. 1.o00.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer seminggu setelah cerpen/puisi dimuat.
5. Suara Merdeka
swarasastra@gmail.com
Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 350.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.
6. Suara Pembaruan
koransp@suarapembaruan.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
7. Suara Karya
redaksi@suarakarya-online.com, amiherman@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
8. Jurnal Nasional
tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
9. Seputar Indonesia
redaksi@seputar-indonesia.com, donatus@seputar-indonesia.com
Tidak setiap hari Minggu memuat cerpen. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
10. Pikiran Rakyat
khazanah@pikiran-rakyat.com, ahda05@yahoo.com
Cerpen tayang per dua mingguan. Honor cerpen Rp. 350.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
11. Tribun Jabar
cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com
Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
12. Kedaulatan Rakyat
redaksi@kr.co.id, jayadikastari@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
13. Joglo Semar (Yogyakarta)
harianjoglosemar@gmail.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
14. Minggu Pagi (Yogyakarta)
we_rock_we_rock@yahoo.co.id
Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi
15. Surabaya Post
redaksi@surabayapost.info, surabaya_news@yahoo.com, zahira@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
16. Radar Surabaya
radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
17. Lampung Post
lampostminggu@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau minta tolong teman yang ada di Lampung untuk mengambilkan ke kantor redaksi.
18. Berita Pagi (Palembang)
huberitapagi@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
19. Sumatera Ekspres (Palembang)
citrabudaya_sumeks@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
20. Padang Ekspres
yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.
21. Haluan (Padang)
nasrulazwar@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
22. Singgalang (Padang)
hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
23. Riau Pos
budaya_ripos@yahoo.com, habeka33@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
24. Sumut Pos
redaksi@hariansumutpos.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
25. Jurnal Medan
nasibts@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
26. Analisa (Medan)
rajabatak@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
27. Sinar Harapan
redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
28. Jurnal Cerpen Indonesia
jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
29. Majalah Horison
horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com
Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.
30. Majalah Esquire
cerpen@esquire.co.id
Honor cerpen Rp. 1.000.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
31. Majalah Sabili
elkasabili@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
32. Majalah Suara Muhammadiyah
redaksism@gmail.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
33. Majalah Ummi
kru_ummi@yahoo.com
Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,-  ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan.
34. Majalah Kartini
redaksi_kartini@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- Sebulan setelah pemuatan honor ditransfer ke rekening penulis.
35. Majalah Alia
majalah_alia@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 300.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
36. Majalah Femina
kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id
Honor cerpen Rp. 850.000,- dan cair seminggu setelah dimuat.
37. Majalah Sekar
sekar@gramedia-majalah.com, majalahsekar@gmail.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- dibayar sebulan setelah majalah terbit.
38. Majalah Story
story_magazine@yahoo.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrian pemuatan panjang, bisa 6 bulan sampai setahun. Honor cerpen Rp. 250.000,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.
39. Majalah Gadis
redaksi.gadis@feminagroup.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Honor untuk Percikan (cerpen mini tiga halaman) Rp. 500.000,- Honor untuk Cerpen Rp. 850.000,- ditransfer seminggu setelah majalah terbit.
40. Majalah Annida-online
majalah_annida@yahoo.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp. 50.000,- honor epik (cerita kepahlawanan) Rp. 100.00,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer.
41. Majalah Bobo
bobonet@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.
42. Kompas khusus Cerpen Anak
opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Pada subjek email ditulis CERPEN ANAK: JUDUL CERPEN. Honor cerpen Rp. 300.000,- Resensi buku anak honor Rp. 250.000,- Honor cair tiga hari setelah pemuatan.
43. Tabloid Nova
nova@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

sumber : lakon hidup

Friday, February 24, 2012

LOMBA PUISI SUNNY

LOMBA PUISI SUNNY

oleh Vera Astanti pada 26 Januari 2012 pukul 15:11 ·
Sebagai

wadah bagi para penyair/pujangga yang kaya akan kreasi, yang mempunyai

pandangan luas untuk kemajuan tanah air dan bangsa. Grup Syair adalah

Nyawa ( SANY ) hadirkan lomba puisi kreasi yang bertemakan, ''

SANY-Selangkah Menuju Indonesia Jaya '' Dimana di situ, setiap penyair

mengapresiasikan semangatnya sebagai anak bangsa untuk awal kemajuan

tanah air tercintanya. Sebagai contoh; seorang seniman yang tak pernah

letih mengukir karya agar Indonesia lebih terdidik dan bijaksana.


Ketentuan :

1. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak, elektronik & online.



2. Puisi tidak sedang diikutkan dalam sayembara atau sudah diterbitkan dalam antologi lainya.



3. Puisi adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan atau plagiat.



4. Naskah diketik dengan komputer dengan  format tnr 12 spaci 1,5. maksimal satu puisi satu halaman.




5. Peserta menyertakan biodata narasi ( 30 kata saja ) yang ditempatkan

pada bagian akhir puisinya, serta foto terbaru di file terpisah (di

attach file kirim email).


6. Memiliki akun FB dan memposting info undangan ini di catatan FB masing-masing dengan mengetag teman sebanyak  mungkin



7. Bergabung di grup Syair adalah nyawa http://www.facebook.com/groups/syairadalahnyawa/



8. Peserta hanya boleh mengirim maksimal 3 pusi terbaiknya. 3 puisi dijadikan satu dalam satu file berikut biodatanya.



9. Naskah di kirim ke email: syairadalahnyawa@yahoo.co.id  degan subjek email:  PUISI_AKU DAN SANY



10. Naskah dikirim paling lambat 29 Pebruari 2012 pukul 23.59 WIB.



11. Pengumuman bisa dilihat di



       1. Syair adalah nyawa Grup SANY


  2. http://syairadalahnyawa.blogspot.com


12. Panitia hanya memilih 150 penyair yang akan dibubukan oleh panitia.


 13. Royalti nantinya akan ditentukan berdasarkan kesepakatan segenap pemilik naskah yang diloskan dalam pembukuan .


JURI : ACH DHOFIR ZUHRY



PENULIS TAMU : ACH DHOFIR ZUHRY DAN KURNIA EFFENDI :)



Selamat Berkarya



Salam : Syair adalah Nyawa

Monday, February 20, 2012

MACAM - MACAM MAJAS

MACAM – MACAM MAJAS ( GAYA BAHASA )

1.    Klimaks
Adalah semacam gaya yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.

2.    Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lama semakin menurun.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya.

3.    Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat
Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang.

4.    Antitetis
Adalah gaya bahasa yang menggynakan pasangan kata yang berlawanan maknanya.
Contoh : Kaya miskin, tua muda ,besar kecil,semuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata , kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk member tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai.

5.    Epizeuksis
Adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.
Contoh : Kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengejar semua ketinggalan kita

6.    Tautotes
Adalah repetisi atas sebuah kata berulang – ulang dalam sebuah konstruksi.
Contoh : kau menuding aku, aku menuding kau, kau dan aku menjadi seteru.

7.    Anafora
Adalah repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap garis.
Contoh : Apatah tak bersalin rupa, apatah boga sepanjang masa.

8.    Epistrofora
Adalah repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan
Contoh : Bumi yang kau diami, laut yang kau layari adalah puisi , udara yang kau hirupi , ari yang kau teguki adalah puisi.

9.    Simploke
Adalah repetisi pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut – turut.
Contoh : Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku, kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku.

10.    Mesodiplosis
Adalah repetisi di tengah – tengah atau beberapa kalimat berurutan
Contoh : Para pembesar jangan mencuri bensin. Para gadis jangan mencari perawannya sendiri.

11.    Epanalepsis
Adalah pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata pertama.
Contoh : kita gunakan pikiran dan perasaan kita.

12.    Anadiplosis
Adalah kata atau frasa terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa berikutnya.
Contoh : Dalam baju ada aku, dalam aku ada hati. Dalam hati: ah taka pa jua yang ada.

13.    Aliterasi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vocal yang sama
Contoh : keras – keras kena air lembut juga.

14.    Asonansi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vocal yang sama.
Contoh : ini luka penuh luka siapa yang punya

15.    Anastrof atau Inversi
Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subjeknya karena lebih di utamakan
Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.

16.    Apofasis atau Preterisio
Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal.
Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara.

17.    Apostrof
Adalah gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir.
Contoh : Hai kamu semua yang telah menumpahkan darahmu untuk tanah air bercinta ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan dan kemerdekaat seperti yang pernah kau perjuangkan.

18.    Asindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut – turut tanpa menggunakan akta penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.
Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik – detik penghabisan orang melepaskan nyawa.
19.    Polisindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut – turut dengan menggunakan kata penghubung.
Contoh : Kemanakah burung – burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu – bulunya?

20.    Kiasmus
Adalah gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, yang bersifat berimbang, dan dipertentangkan satu sama lain, tetapi susunan frasa dan klausannya itu terbalik bila dibandingkandengan frasa atau klausa lainnya.
Contoh : Semua kesabaran kami sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu.

21.    Elipsis
Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca.
Contoh : Risalah derita yang menimpa ini

22.    Eufimisme
Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan.
Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran

23.    Litotes
Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri
Contoh : Mampirlah ke gubukku.

24.    Histeron Proteron
Adalah gaya bahasa yang merupakan kebalikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.
Contoh : Bila ia sudah berhasil mendaki karang terjal itu, sampailah ia di tepi pantai yang luas dengan pasir putih.

25.    Pleonasme
Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata – kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya.

26.    Tautologi
Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata – kata yang diterangkan atau mendahului
Contoh : kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan.

27.    Parifrasis
Adalah gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian kata yang sama artinya.
Contoh : Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.

28.    Prolepsis atau Antisipasi
Adalah gaya bahasa dimana orang mempergunakan lebih dahulu kata – kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya
Contoh : Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.

29.    Erotesis atau Pertanyaan Retoris
Adalah pernyataan yang depergunakan dalam lpidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban.
Contoh : Inikah yang kau namai bekerja..?

30.    Silepsis dan Zeugma
Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama.
Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.

31.    Koreksio atau Epanortosis
Adalah gaya bahasa yang mula – mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya.
Contoh : Silahkan pulang saudara – saudara, eh maaf, silahkan makan.

32.    Hiperbola
Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih – lebihan
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan.

33.    Paradoks
Adalah gaya bahasa yang mengmukakan hal yang seolah – olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda
Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil

34.    Oksimoron
Adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata – kata yang berlawanan dalam frasa yang sama.
Contoh : Keramah – tamahan yang bengis

35.    Asosiasi atau Simile
Adalah gaya lbayhasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya.
Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam

36.    Metafora / Perbandingan
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama.
Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita.

37.    Alegori
Adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam
Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman

38.    Parabel
Adalah gaya bahasa yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara bebas halus tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup, falsafah hidup yang harus ditimba didalamnya
Contoh : Cerita Ramayana melukliskan maksud bahwa yang benar tetap benar.

39.    Personifikasi
Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup
Contoh : Hujan kecil itu turut memperjuangkan haknya

40.    Alusi
Adalah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan oran, tempat atau peristiwa
Contoh : Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya

41.    Eponim
Adalah gaya dimana seseorang namanya begitu dihubungkan dengan sifat tertentu, sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu
Contoh : Hellen dari Troya untuk menyatakan kecantikan

42.    Epitet
Adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau cirri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal
Contoh : Lonceng pagi untuk ayam jantan.

43.    Sinekdoke
-    Pars Pro Tato
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian hal untuk menyatakan keseluruhan
Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya
-    Totem Pro Parte
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian.
Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSI Harimau.

44.    Metonimia
Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama cirri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.
Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah.

45.    Antonomasia
Adalah gaya yang menyebutkan sigat atau cirri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.
Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.

46.    Hipalase
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan .
Contoh : Ia masih menuntut almarhum maskawin dari kiki puterinya ( maksudnya menuntut maskawin dari almarhum )

47.    Ironi / Halus
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan .
Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya…?

48.    Siniasme / Agak kasar
Adakah gaya bahasa sindiran yang  lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam
Contoh : Harum bener baumu pagi ini.

49.    Sarkasme / Paling kasar
Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang – kadang merupakan kutukan.
Contoh : Mampuspun aku tak peduli, di beri nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ke telinga.

50.    Satire
Adalah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu.
Contoh : Ya, Ampun ! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!

51.    Inuendo
Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenernya
Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan komersialisasi jabatannya.

52.    Antifrasis
Adalah gaya bahasa ironi yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna sebaliknya, yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri, atau kata – kata yang dipakai untuk menangkal kejahatan, roh, dan sebagainya.
Contoh : Engkau memang orang yang mulia dan terhormat

53.    Pun atau Paronomasia
Adalah kiasan dengan menggunakan kemiripan bunyi
Contoh : tanggal satu gigi saya tinggal satu.

54.    Simbolik
Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda – benda lain sebagai simbol atau perlambang
Contoh : Keduanya hanya cinta monyet.

55.    Tropen
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang
Contoh : Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya, ia menyelam diri di antara botol minuman.

56.    Alusio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan
Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?

57.    Interupsi
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat.
Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.

58.    Eksklmasio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi.
Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.

59.    Enumerasio
Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tampak dengan jelas.
Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tampak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhembus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Di sana-sini bintang-bintang germelapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang harmonis. Itulah keindahan sejati.

60.    Kontradiksio Internis
Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.
Contoh : Semuanya telah diundang kecuali Sinta.

61.    Anakronisme
Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu.
Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)

62.    Okupasi
Adlah gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar.
Contoh : Minuman keras dapat merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya.

63.    Resentia
Adalah gaya bahasa melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan.
Contoh : “Apakah ibu mau…. ?”