Posts

Showing posts from 2012

QUOTE/KUTIPAN FULLMETAL ALCHEMIST

Image
Quote FMA(Part 1 from D)

1. Berbanggalah pada jiwa yang kalian miliki- Izumi Curtis

2. Keluarga yang selalu berdoa dan ibu yang mempertaruhkan nyawanya, manusia bisa lahir berkat semua itu-Alphonse Elric

3. Nyawa itu berbeda dengan benda-Izumi Curtis

Simponi Malakatku yang Baru

Image
Menjadi seorang guru tentunya selalu dihubungkan dengan murid. Dan kalau guru SD pastinya dengan murid SD. Lol


Anak-anak itu istimewa. Kenapa istimewa? siapa coba yang tidak ingin mengalami masa anak-anak? Yah, pasti adalah. Banyak ketika masa kanak-kanak mereka tidak mengalami kebahagian sebagaimana mestinya. Ya ampun, jadi melantur kemana-mana.
Pernah kan ya diminta salaman? tetapi kalau dicium tangan kalian dan didoakan oleh banyak anak-anak, pernah nggak?  Ya! pengalaman itu aku dapatkan beberapa kali. Dan akan terus terjadi selama beberapa hari ke depan. 
Saya menjadi guru magang di SDN BOGO Bojonegoro. Tempatnya di desa Bogo Kecamatan Kapas. 

Tulip Di ambang kematian

Rasmita duduk di serambi depan kamar bertuliskan Anggrek. Dihisapnya rokok dalam-dalam kemudian mengepulah asap dari bibir merahnya.  Kedua matanya terpejam. Seolah dia mengabadikan moment terakhirnya bersama tembakau itu.

Sedang aku duduk di sampingnya, mengibas-kibaskan asap rokoknya dari wajahku. Lantas dia tertawa.

“Minggir sana, kalau tak mau tercemar rokokku.” Perintahnya dengan sedikit mengejek.

FFn Black Butler

Fanfiction- Black Butler-
London terbakar. Pluto, anjing neraka penyebabnya. Dari mulutnya terus keluar api seperti naga. Hanya saja kali ini lebih besar. Pluto terus saja membakar kota London ini. Dia berdiri di atas gedung. Tidak peduli semua orang lari melarikan diri, satu sama lain terus sibuk menyelamatkan diri.

Teratai cinta

Hari ini aku mendapatkan sebuah bungkusan mungil.
Berbungkus kertas Koran
Entah apa yang ada di dalamnya
Tidak menarik
Dia kuletakkan begitu saja di atas meja
Aku melangkah pergi
Brak!

SMS aneh

Pagi ini, aku tak berani meminta uang saku kepada kakak, karena sejak tadi kulihat dia badmood. Ibu pun begitu. Sejak tadi shubuh tak banyak bicara. Hanya menyuruh aku bangun dan mandi. Suara nyanyian kakak pada pagi ini juga lenyap. Dua orang di sini yang paling cerewet hari ini bungkam seribu bahasa. Aku tak mengerti.

"Sin, cepat berangkat. Nanti terlambat." Ibu menegurku. Karena melihat aku makan sangat lama. Sebenarnya sambil makan, aku mengawasi tindakan ibu dan kakak yang aneh. Namun jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Aku bergegas.

Tiar dan Hujan

Tiar limbung. Pikirannya kacau. Tubuhnya terhuyung ke sana kemari. Kedua tangannya mencoba mencari pijakan. Serasa lantainya di hadapannya bergoyah. Tubuhnya penuh luka lebam Orang-orang berusaha menghindarinya. Menatapnya penuh rasa jijik. Seolah dia memiliki penyakit.

Dan akhirnya dia terjatuh di trotoar di jalan Pattimura itu.
Mendung membawaku ke hadapannya. Melihat semua kenangan yang aku intip dari balik awan tentang dirinya. Tiar. Sebuah nama dari kota tetangga.

Tubuhnya basah olehku. Tetapi dia tidak juga bangun. Aku khawatir. Tetapi aku juga tidak bisa membantunya.

Parade Pena Berkisah

Image
" Kenapa jilbab lagi, Res?" tanyaku padanya di depan Any Collection. Biasanya dia hanya tersenyum dan menjawab karena suka. Ah, aku ingin mendengar jawaban lain.
" Karena balas dendam," jawabnya sambil melenggang masuk, meninggalkan aku ya ng terpaku di depan pintu kaca.

Antologi puisi Selayang Pesan Penghambaan

Image
JUDUL: SELAYANG PESAN PENGHAMBAAN
(Antologi 129 Puisi Islami)
PENGARANG: Akaha Taufan Aminudin, Nimas Kinanthi, Manusia Perahu, Titi Haryati Abbas, dkk
PENEBIT: Pustaka Nusantara (Imprint Penerbit Oase Qalbu)
TEBAL BUKU: 213 hlm

HARGA: Rp 49.500,- (belum termasuk ongkos kirim)
-Diskon 15% untuk kontributor non-member JPIN
-Diskon 20% untuk kontributor yang juga member resmi JPIN
-Diskon 10% untuk non-kontributor tapi member resmi JPIN

CARA PEMESANAN:
Pesan via SMS ke 08562729500 dengan format: Nama, Alamat Lengkap, Judul Buku yang dipesan, dan Jumlah pembelian. Lalu kami akan mengkonfirmasi ongkos kirim ke alamat kamu


Cerpen - Mak Tim

Mak Tim
Oleh Vera Astanti

Mak Tim tinggal di sebuah perkampungan yang lumayan padat. Rumahnya masuk ke gang. Di mana sekitar jalan raya di sana, kanan kirinya masih terhampar sawah. Mak Tim sendiri adalah seorang buruh tani. Walaupun begitu, wajahnya masih ayu, kulitnya kuning, badanya pun besar. Tak seperti kebanyakan buruh tani lainnya yang badanya kurus.

Belakang rumah Mak Tim ada sebuah kebun yang penuh dengan tanaman. Mak Tim sendiri suka melihatnya. Tomat, cabai, terong, serai, ada juga buah sawo, mangga, dan pisang. Seringpula Mak Tim suka memetiknya dengan riang.
Suatu malam Mak Tim sedang memintal tampar debog yang diambilnya dari kebun belakang rumahnya.
Terjadi percakapan suami - istri itu.

“Mak, ini gedebog mau diapakan?” Tanya sang suami heran.

“Oh, debog ini mau dibikin dalungan.” Jawab Mak Tim tanpa melihat kea rah suaminya. Pandangannya terpaku pada kulit pohon pisang yang dipintal.

“Lah yang mau beli ini dalungan siapa Mak? Payu po piye?” Tanya suaminya de…

NORMAL

"Aku ingin mati saja. bagaimana aku hidup tanpanya?" Ai meratap. kali ini matanya tak lagi mengeluarkan air mata yang mungkin telah kering. karena seringnya ia mengeluarkan beberapa hari ini. ia melempariku dengan sisir yang digenggamnya.
"Sial, kenapa kau diam saja. Aku ingin mati. cepat buat aku mati."

aku sama sekali tidak tertarik dengan khayalan bodohnya tentang ingin mati. Jadi aku diam saja. mengabaikannya. Lantas ia keluar kamar. dan begitu kembali, aku terkejut melihatnya menggenggam pisau.

"Begini lebih baik kan, aku akan mati dengan menusukkannya ke perutku. Atau mengiris nadiku sendiri, bagaimana, aku akan mati bukan?" dia menatap seolah aku harus memberika tangga penyelamat. dia mengeharapkanku untuk mencegah, mungkin. karena aku tak menanggapi segala tangisnya.

Aku beranjak dari dudukku. dan mendekatinya. tubuhnya menegang. mungkinkah ia ingin aku memeluknya. aku tersenyum geli. aku mengambil pisau itu dari tangannya dan menggores…

MEMBURU MOONLIGHT

minggu, 12 Oktober 2012


aku kasihan sama nih blog, gak pernah di isi :D aku mau bikin cuplikan ah, daripada bengong.
"Aku ingin menjatuhkanmu dalam jurang, di mana tak ada satupun yang akan menolongmu. Dan dalam kesendirian dan keputusasaan kau akan mati secara perlahan." ditatapnya gadis berkulit sawo matang, memakai baju lusuh dengan penuh kebencian.
"Tidak, kakak. Aku tidak akan mati. Kau bisa saja membuangku ke dasar lautan terdalam sekalipun. Tetapi aku tidak akan mati. Karena hidupku tidak pernah bisa berada di tanganmu, kakak. Tidak akan pernah bisa." gadis itu membalas tatapannya dengan penuh senyum. Tanpa ada rasa amarah.

Sang kakak yang ditatapnya itu mulai kesal. Sangat kesal. Ia tidak menyangka dia harus berhadapan dengan gadis lemah ini. Kenapa gadis ini harus hidup. Kenapa beberapa kali percobaan pembunuhan yang dilakukannya tak mampu juga menghilangkan nyawa gadis ini.
"Dengar Kak, kalau hanya untuk menguasai seluruh tanah ini. Kau tak …

welcome to my world

lama juga ya ternyata, saya tak posting-posting di blog. walaupun cuma sekedar copas lomba-lomba saja sih. banyak hal yang telah terjadi. aku hanya berharap semua ini membangun diri menuju kedewasaan. salam buat semua keluarga mayaku, kalian tak pernah tergantikan. suatu saat kita mengukuhkan ukhuwah dalam balutan rindu yang terealisasikan. :D

Teknis Standar Pengiriman Naskah

Redaksi

Teknis Standar Pengiriman Naskah


Hal pertama yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.
Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe, gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga.
Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via fileattachment.
Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomer rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, NPWP (nomor pokok wajib pajak—bagi yang sudah punya), alamat email, dan nomer hp.
Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditul…

LOMBA PUISI SUNNY

LOMBA PUISI SUNNY oleh Vera Astanti pada 26 Januari 2012 pukul 15:11 ·
Sebagai

wadah bagi para penyair/pujangga yang kaya akan kreasi, yang mempunyai

pandangan luas untuk kemajuan tanah air dan bangsa. Grup Syair adalah

Nyawa ( SANY ) hadirkan lomba puisi kreasi yang bertemakan, ''

SANY-Selangkah Menuju Indonesia Jaya '' Dimana di situ, setiap penyair

mengapresiasikan semangatnya sebagai anak bangsa untuk awal kemajuan

tanah air tercintanya. Sebagai contoh; seorang seniman yang tak pernah

letih mengukir karya agar Indonesia lebih terdidik dan bijaksana.


Ketentuan :

1. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak, elektronik & online.



2. Puisi tidak sedang diikutkan dalam sayembara atau sudah diterbitkan dalam antologi lainya.



3. Puisi adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan atau plagiat.



4. Naskah diketik dengan komputer dengan  format tnr 12 spaci 1,5. maksimal satu puisi satu halaman.




5. Peserta menyertakan biodata narasi ( 30 kata saja ) yang ditempa…

MACAM - MACAM MAJAS

MACAM – MACAM MAJAS ( GAYA BAHASA )

1.    Klimaks
Adalah semacam gaya yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.

2.    Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lama semakin menurun.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya.

3.    Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat
Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang.

4.    Antitetis
Adalah gaya bahasa yang menggynakan pasangan kata yang berlawanan maknanya.
Contoh : Kaya miskin, tua muda ,besar kecil,semuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata , kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk member tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai.

5.    Epizeuksis
Adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dip…